tirto.id - Kecelakaan kereta terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4/2026) sekitar pukul 20.52 WIB, ketika sebuah KRL yang sedang berhenti ditabrak dari belakang oleh kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek. Berikut timeline kejadiannya.
Benturan antara KRL di jalur 1 arah Cikarang dan KA Argo Bromo Anggrek dari arah barat terjadi sangat keras hingga merusak parah gerbong KRL paling belakang, khususnya gerbong wanita, dan menyebabkan banyak penumpang terjepit di dalam rangkaian kereta.
Proses evakuasi kemudian diperkuat oleh tim SAR dan Basarnas yang menggunakan peralatan khusus untuk membongkar gerbong dan menyelamatkan korban. Evakuasi berlangsung berjam-jam hingga dini hari, dengan jumlah korban terus diperbarui seiring ditemukannya korban baru.
Data terbaru menyebut jumlah korban yang meninggal dunia adalah 14 orang. Selain itu, puluhan penumpang lainnya juga masih mendapat perawatan intensif di rumah sakit.
Detik-Detik Kecelakaan KRL & KA Argo Bromo Anggrek
Berikut timeline kejadian kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur:
Senin, 27 April 2026
1. Sebelum pukul 20.50 WIB: KRL CommuterLine arah Cikarang berhenti di jalur 1
Kereta CommuterLine (KRL) berada dalam kondisi berhenti di jalur 1 arah Cikarang. Pemberhentian ini diduga akibat adanya gangguan di jalur depan setelah adanya KRL yang menabrak sebuah taksi listrik mogok di tengah jalur kereta api.2. Sekitar 20.52 WIB: Tabrakan terjadi
Pada rentang waktu ini, kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek dari arah barat masuk ke jalur yang sama dengan KRL. Tanpa sempat berhenti, kereta tersebut menabrak bagian belakang KRL.Benturan terjadi sangat keras hingga lokomotif menembus gerbong paling belakang. Gerbong wanita yang berada di posisi terakhir menjadi titik kerusakan terparah dan menyebabkan banyak penumpang terjepit.
3. Detik setelah tabrakan: Kepanikan dan evakuasi awal
Sesaat setelah benturan, kondisi di dalam kereta berubah menjadi kacau. Penumpang panik, sebagian berusaha keluar sendiri, sedangkan yang lain terjebak di dalam gerbong yang hancur.Petugas stasiun bersama warga sekitar langsung melakukan evakuasi awal secara manual. Banyak korban ditemukan dalam kondisi luka berat, pingsan, hingga terjepit di antara rangka besi.
4. 21.00–21.50 WIB: Evakuasi besar-besaran mulai dilakukan
Dalam kurun waktu ini, proses evakuasi berlangsung intensif dengan melibatkan petugas KAI, TNI, Polri, tenaga medis, dan masyarakat. Korban yang berhasil dikeluarkan dipindahkan ke area aman di stasiun sebelum dibawa ke rumah sakit.Namun, proses ini tidak berjalan mudah karena banyak korban terjepit dan akses menuju lokasi sempit. Hingga pukul 21.50 WIB, evakuasi masih terus dilakukan.
5. Tim SAR dan Basarnas diterjunkan
Memasuki malam, operasi penyelamatan diperkuat dengan kedatangan tim SAR dan Basarnas, termasuk unit khusus Basarnas Special Group (BSG). Mereka menggunakan peralatan berat untuk memotong badan gerbong dan mengevakuasi korban yang masih terperangkap.6. Penanganan korban dan data sementara
Korban yang berhasil dievakuasi segera dibawa ke berbagai rumah sakit di sekitar Bekasi untuk mendapatkan penanganan medis. Pada tahap ini, data korban masih berubah-ubah karena proses evakuasi belum selesai dan identifikasi belum lengkap.7. Gangguan luas akibat kecelakaan
Kecelakaan ini berdampak besar pada operasional kereta api di lintas Bekasi. Perjalanan KRL hanya dibatasi sampai Stasiun Bekasi dan tidak dapat melanjutkan ke Cikarang.Banyak kereta tertahan di stasiun lain seperti Manggarai dan Jatinegara, menyebabkan keterlambatan panjang dan penumpukan penumpang. Beberapa perjalanan kereta jarak jauh juga dibatalkan.
Selasa, 28 April 2026
1. Tengah malam hingga pagi: jumlah korban meningkat
Setelah proses evakuasi berlangsung berjam-jam, jumlah korban menjadi lebih jelas. Korban meninggal yang awalnya dilaporkan sedikit meningkat menjadi belasan orang dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.“Update 08.45 WIB, 14 meninggal dunia, 84 korban luka, proses penanganan masih berlangsung,” tutur VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, dalam keterangan tertulis, Senin (28/4).
2. Respons pemerintah: presiden perintahkan investigasi
Pada Selasa pagi, Presiden Prabowo Subianto datang menjenguk korban di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Bekasi, Jawa Barat. Pemerintah menyampaikan belasungkawa dan memastikan akan dilakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan.3. KAI batalkan sejumlah perjalanan KA
Proses identifikasi korban masih berlangsung dan proses investigasi mulai dilakukan untuk mengungkap faktor penyebab kecelakaan.PT KAI menyampaikan jika perjalanan sejumlah kereta api dibatalkan karena kecelakaan ini. Kereta yang dibatalkan adalah kereta dari dan menuju stasiun Gambir, serta sejumlah kereta yang menuju stasiun Pasar Senen.
Stasiun Bekasi Timur juga sementara tidak melayani naik dan turunnya penumpang sampai proses evakuasi dan investigasi masih berlangsung.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id

































