tirto.id - Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), melakukan kunjungan silaturahmi Lebaran pada hari kedua dan ketiga Idulfitri 1447 H dengan mendatangi sejumlah masyayikh dan kiai.
Dalam setiap pertemuan, menteri yang menjabat Sekretaris Jenderal PBNU tersebut menyampaikan salam dari Presiden Prabowo Subianto serta memohon doa berbagai program pemerintah yang berpihak kepada masyarakat, seperti Sekolah Rakyat, benar-benar bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan.
"Alhamdulillah, pada hari ketiga Idulfitri ini kami masih diberi kesempatan untuk bersilaturahmi, sowan, sekaligus menyampaikan salam dari Presiden Prabowo Subianto. Kami juga memohon doa dari para masyayikh agar Program Sekolah Rakyat dan berbagai program prorakyat lainnya benar-benar tepat sasaran," kata Gus Ipul pada Selasa (24/3/2026).
Selama dua hari berturut-turut, Gus Ipul berkeliling Jawa Timur menemui para kiai. Pada hari kedua Idulfitri, ia mendatangi rumah Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar di Surabaya, kemudian bersilaturahmi dengan KH Anwar Iskandar di Kediri, mengunjungi Gus Kautsar di Gubuk Teras Ploso. Dia lalu melanjutkan kunjungan ke kediaman KH Nurul Huda Djazuli di Pesantren Ploso dan KH Anwar Mansyur di Pesantren Lirboyo, Kediri.
Memasuki hari ketiga Idulfitri, Gus Ipul meneruskan rangkaian silaturahmi Lebaran dengan mengunjungi kediaman KH Mutawakkil Alallah bersama Nyai Hj. Diana Susilowati di Pesantren Zainul Hasan Genggong. Gus Ipul kemudian bertolak ke Pesantren Nurul Jadid di Paiton, Probolinggo, untuk bersilaturahmi dengan KH Moh. Zuhri Zaini.
Perjalanan Gus Ipul lantas berlanjut ke Pesantren Sidogiri untuk menemui KH A. Fuad Noerhasan. Setelah itu, ia mengunjungi Pesantren Besuk di Pasuruan guna bersilaturahmi dengan KH Muhibbul Aman Aly dan KH Imron Mutamakkin (Gus Ipong).
Gus Ipul menjelaskan, kegiatan silaturahmi dengan mendatangi para kiai menjadi bagian dari tradisi Lebaran sekaligus laku spiritual dan moral. Ia menegaskan bahwa silaturahmi kepada para kiai merupakan ikhtiar untuk memohon doa, menjaga adab, serta mencari keberkahan.
Menurut dia, doa dan nasihat para kiai menjadi sumber kekuatan moral dalam mengawal pelaksanaan berbagai program pemerintah, terutama yang ditujukan bagi warga kurang mampu. Maka itu, momentum Idulfitri dimanfaatkan untuk mempererat hubungan dengan para ulama sekaligus meneguhkan semangat pengabdian.
Sowan kepada para kiai, lanjut Gus Ipul, juga menjadi pengingat bahwa setiap kebijakan dan program harus dilandasi oleh nilai kemanfaatan, kepedulian, serta keberkahan. Dengan dukungan doa para ulama, dia berharap seluruh upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat yang luas.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id
































