Menuju konten utama

Teks Khutbah Jumat 19 Juni 2026: Larangan Judi Bola & Bahayanya

Teks khutbah Jumat 19 Juni 2026 tentang larangan judi bola & bahayanya menjadi tema menarik di tengah pertandingan piala dunia. Simak teks lengkapnya.

Teks Khutbah Jumat 19 Juni 2026: Larangan Judi Bola & Bahayanya
Ilustrasi Khutbah. foto/istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Teks khutbah Jumat 19 Juni 2026 kali ini mengambil tema larangan judi bola dan bahayanya. Isi khutbah dapat menjadi acuan bagi para khatib yang bertugas. Tema ini menarik untuk disampaikan kepada para jemaah di tengah euforia piala dunia.

Sepak bola menjadi salah satu jenis olahraga yang banyak disukai oleh masyarakat. Melansir data terbaru Country Cassette yang dirilis awal tahun 2026, Indonesia menempati peringkat ketiga dengan jumlah penggemar bola terbanyak, yaitu 60 persen atau setara dengan 165.480 juta orang.

Angka tersebut tepat berada dibawa China sebagai negara nomor 1 dengan penggemar bola terbanyak yakni 200.000 juta jiwa atau 14 persen. Brazil yang berada di peringkat 2 dengan jumlah penggemar bola sebanyak. Sebanyak 90 persen masyarakat Brazil menjadi penggemar bola dan angka tersebut setara dengan 171.360 juta orang.

Di tengah tingginya penggemar sepak bola, terdapat gejala sosial yang mengiringi yaitu judi bola. Seiring berkembangnya teknologi, judi bola kini semakin marak dan beragam bentuk.

Khutbah Jumat 19 Juni 2026: Larangan Judi Bola & Bahayanya

Dalam ajaran Islam, jumhur ulama berpendapat bahwa perjudian termasuk perbuatan yang haram. Segala bentuk perjudian termasuk perbuatan yang dilarang. Kegiatan ini juga melanggar hukum dan bertentangan dengan nilai moral yang hidup di masyarakat.

Pasalnya, perjudian membawa madlorot dalam kehidupan, mulai dari sosial, ekonomi, hingga keamanan negara. Lebih lajut, larangan perjudian ini juga termaktub dalam Al-Qur’an.

Berikut teks khutbah Jumat 19 Juni 2026 dengan tema larangan judi bola dan bahayanya yang dapat disampaikan kepada jemaah shalat Jumat:

Khutbah I

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي أَنْزَلَ عَلىَ عَبْدِهِ الْكِتَابَ تَبْصِرَةً لِأُوْلِي الْأَلْبَابِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ رَبُّ الْأَرْبَابِ، الَّذِي خَضَعَتْ لِعَظَمَتِهِ الرِّقَابُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمَبْعُوْثُ إِلىَ خَيْرِ أُمَّةٍ بِأَفْضَلِ كِتَابٍ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْأَنْجَابِ. أَمَّا بَعْدُ

فَيَا أَيُّهَا الْأَحْبَابُ، إِنِّي أُوْصِيكُمْ بِتَقْوَى اللهِ الْوَهَّابِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ: يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِۗ قُلْ فِيْهِمَآ اِثْمٌ كَبِيْرٌ وَّمَنَافِعُ لِلنَّاسِۖ وَاِثْمُهُمَآ اَكْبَرُ مِنْ نَّفْعِهِمَاۗ وَيَسْـَٔلُوْنَكَ مَاذَا يُنْفِقُوْنَ ەۗ قُلِ الْعَفْوَۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمُ الْاٰيٰتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُوْنَۙ

Segala puji bagi Allah Swt. yang telah melimpahkan berbagai macam kenikmatan, nikmat Islam, iman, hingga kesehatan, sehingga hari ini dapat memenuhi panggilan-Nya dan semoga senantiasa selalu menjauhi segala larangan-Nya.

Mari bersama-sama meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dengan sebenar-benar takwa, yakni melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena takwa adalah sebaik-baik bekal yang akan kita bawa untuk menghadap kelak.

Salawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan Nabi Muhammad saw, juga para keluarga, sahabat, serta kepada kita selaku umatnya. Aamiin ya Rabbal’alamin.

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah…

Hari ini kita mulai menyaksikan tontonan pertandingan Piala Dunia 2026 dengan penuh keseruan. Ajang yang digelar empat tahun sekali ini menampilkan puluhan negara yang telah lolos kualifikasi.

Berbagai pemain bola favorit menghiasi layar televisi dan platform lainnya untuk unjuk gigi kepiawaiannya dalam bermain bola. Para pelatih juga beradu taktik dan strategi untuk memperebutkan kemenangan.

Di tengah pertandingan yang sengit itu, sebagian orang justru tengah bertaruh melakukan perjudian baik secara konvensional maupun online. Pada dasarnya, perjudian merupakan perbuatan yang dilarang dalam Islam.

Judi merupakan suatu kegiatan pertaruhan untuk memperoleh keuntungan dari hasil suatu pertandingan, permainan atau kejadian yang hasilnya tidak dapat diduga sebelumnya. Dalam istilah Bahasa Arab, judi juga disebut dengan qimar, yaitu permainan yang menjanjikan bahwa yang menang akan mendapatkan sesuatu dari yang kalah.

Sementara itu, judi dalam Al-Qur’an disebut dengan istilah Al-Maisir. Al-Maisir merupakan salah satu bentuk perjudian yang dilakukan oleh orang Arab dengan menggunakan anak panah. Menurut pandangan jumhur ulama, terdapat unsur taruhan dalam Al-Maisir sehingga menyebabkannya haram.

Larangan judi ini termaktub dalam surah Al-Baqarah Ayat 219:

يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِۗ قُلْ فِيْهِمَآ اِثْمٌ كَبِيْرٌ وَّمَنَافِعُ لِلنَّاسِۖ وَاِثْمُهُمَآ اَكْبَرُ مِنْ نَّفْعِهِمَاۗ وَيَسْـَٔلُوْنَكَ مَاذَا يُنْفِقُوْنَ ەۗ قُلِ الْعَفْوَۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمُ الْاٰيٰتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُوْنَۙ ۝٢١٩

yas'alûnaka ‘anil-khamri wal-maisir, qul fîhimâ itsmung kabîruw wa manafi‘u lin-nâsi wa itsmuhumâ akbaru min-naf‘ihimâ, wa yas'alûnaka mâdzâ yunfiqûn, qulil-‘afw, kadzâlika yubayyinullâhu lakumul-âyâti la‘allakum tatafakkarûn

Artinya:"Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang khamar dan judi. Katakanlah, “Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. (Akan tetapi,) dosa keduanya lebih besar daripada manfaatnya.” Mereka (juga) bertanya kepadamu (tentang) apa yang mereka infakkan. Katakanlah, “(Yang diinfakkan adalah) kelebihan (dari apa yang diperlukan).” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu berpikir."

Hadirin yang berbahagia….

Berangkat dari ayat di atas, dapat kita pahami bahwa judi bola memiliki dampak yang sama bahayanya dengan meneguk khamr. Melalui judi, orang-orang dapat bermusuhan dan mengumbar kemarahan.

Padahal pertandingan sepak bola yang sejatinya adalah olahraga dan hiburan. Namun bisa berubah menjadi sumber konflik akibat judi. Ketika seseorang kehilangan banyak uang karena timnya kalah, bisa jadi akan muncul rasa benci, dendam, dan permusuhan terhadap pihak yang menang atau bahkan terhadap tim atau pemain yang dianggap mengecewakan.

Berjudi juga bisa mendorong orang untuk hidup dalam kemalasan, menggantungkan nasib pada keberuntungan tanpa usaha nyata, sehingga hilanglah nilai kerja keras dan tanggung jawab.

Tak hanya itu, mendapatkan uang dari hasil taruhan bola berarti mengambil harta orang lain tanpa ada transaksi yang adil. Hal ini dapat menimbulkan kebatilan dengan mengambil harta orang lain tanpa transaksi yang jelas.

Berjudi juga kerap memicu pertengkaran rumah tangga. Sebab, uang yang seharusnya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga justru lenyap hanya karena taruhan. Ditambah lagi, jika seseorang telah kecanduan judi, hidupnya akan dihabiskan untuk memantau skor, menganalisis peluang, dan memikirkan taruhan selanjutnya.

Dengan begitu, banyak waktu luang yang dihabiskan dengan sia-sia. Lebih jauh, judi juga dapat memicu terjadinya gangguan kesehatan mental.

Dampak buruk judi bola dan perjudian lainnya juga diterangkan oleh Syekh Ali As-Shabuni secara rinci:

وأما مضار الميسر فليست بأقل من مضار الخمر، فهو يورث العداوة والبغضاء بين اللاعبين، ويصد عن ذكر الله وعن الصلاة، ويفسد المجتمع بتعويد الناس على البطالة والكسل بانتظار الربح بدون كد . ولا تعب، ويهدم الأمر ويخرب البيوت، فكم من أسرة تشردت وتحطمت وافتقرت بعد أن كانت تعيش بين أحضان الثروة والغنى بسبب مقامرة أربابها، فكان في ذلك الدمار والهلاك لتلك الأسر المنكوبة، كما انتهى الأمر بالكثير من اللاعبين إلى قتل أنفسهم بالانتحار، أو الرضا بعيشة الذل والمهانة . ولا تزال الأيام تظهر من مضار الخمر والميسر ما لم يكن معروفاً من قبل، فيتجلى لنا صدق وصف الكتاب الكريم: إنما يريد الشيطان أن يوقع بينكم العداوة والبغضاء في الخمر والميسر، ويصدكم عن ذكر الله وعن الصلاة، فهل أنتم منتهون

Artinya, "Adapun dampak buruk dari perjudian tidak kalah besar dibandingkan dampak buruk minuman keras. Perjudian menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara para pemainnya, menghalangi dari mengingat Allah dan dari shalat, serta merusak masyarakat dengan membiasakan orang hidup dalam kemalasan dan berleha-leha sambil menunggu keuntungan tanpa usaha dan kerja keras.

Perjudian menghancurkan tatanan dan meruntuhkan rumah tangga. Betapa banyak keluarga yang tercerai-berai, hancur, dan jatuh miskin padahal sebelumnya hidup dalam kelimpahan kekayaan karena anggota keluarga yang berjudi. Akibatnya, kehancuran dan kebinasaan menimpa keluarga-keluarga malang tersebut.

Imam Al-Baidhawi dalam Darul Ihya At-Turats Al-Arabi menjelaskan bahwa kadar keburukan judi dengan khamr memiliki tingkatan yang sama. Keduanya dapat memicu seseorang untuk berbuat keji, merusak akhlak hingga iman.

Keterangan Imam Al-Baidhawi termaktub dalam penjelasan berikut:

إنما يريد الشيطان أن يوقع بينكم العداوة والبغضاء في الخمر والميسر ويصدكم عن ذكر الله وعن الصلاة وإنما خصهما بإعادة الذكر وشرح ما فيهما من الوبال تنبيها على أنهما المقصود بالبيان، وذكر الأنصاب والأزلام للدلالة على أنهما مثلهما في الحرمة والشرارة

Artinya:"Sesungguhnya setan hanya ingin menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kalian melalui khamr (minuman keras) dan judi, serta menghalangi kalian dari mengingat Allah dan dari salat. Setan secara khusus menyebutkan keduanya (khamr dan judi) dengan menekankan dampak buruknya, sebagai peringatan bahwa keduanya adalah inti dari larangan ini. Disebutkan juga tentang berhala dan undian sebagai penanda bahwa keduanya sejenis dalam hal keharaman dan keburukannya," (Anwarut Tanzil wa Asrarut Ta'wil, [Beirut, Darul Ihya At-Turats Al-Arabi: tt], jilid II, halaman 143).

Dalam judi bola, uang yang berputar murni berasal dari taruhan para pemain judi, sehingga hukumnya mutlak haram. Semoga kita dapat menjaga kesucian dan kehormatan diri sebagai langkah awal untuk memperbaiki rasa hormat dan patuh kita akan perintah-perintah serta larangan-larangan Allah dan Rasul-Nya.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا،

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ،

يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Baca juga artikel terkait KHUTBAH JUMAT atau tulisan lainnya dari Sarah Rahma Agustin

tirto.id - Edusains
Kontributor: Sarah Rahma Agustin
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo