Menuju konten utama

Swasembada Energi Melalui B50 Dinilai Bisa Menghemat Devisa

Penghentian impor solar dan mendorong swasembada energi lewat Biodiesel B50 memberikan keuntungan besar bagi perekonomian Indonesia.

Swasembada Energi Melalui B50 Dinilai Bisa Menghemat Devisa
Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Biosolar di SPBU COCO Jalan Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (10/10/2025). Kementerian ESDM mencatat bahwa selama periode 2020-2025, pelaksanaan program biodiesel telah membantu Indonesia menghemat devisa negara sebesar 40,71 miliar dolar AS karena berkurangnya impor solar. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Ekonom Universitas Negeri Manado (Unima), Robert Winerungan, menanggapi semangat swasembada energi yang digagas Presiden Prabowo Subianto dalam sidang tahunan. Prabowo pun menggunakan Biodiesel B50 sebagai upaya pemerintahannya mendorong swasembada energi.

Robert menilai penghentian impor solar dan mendorong swasembada energi lewat Biodiesel B50 memberikan keuntungan besar bagi perekonomian Indonesia. Dia beralasan, Indonesia bisa berhemat ratusan triliun dari upaya swasembada energi lewat B50.

“Sebagian besar devisa kita habis untuk impor BBM dan bayar utang. Sekarang kalau BBM itu, solar tidak impor lagi, yang Rp170 triliun itu devisa hemat besar sekali. Jadi B50 ini sangat menghemat devisa. Devisa kita tidak terkuras oleh impor BBM lagi. Ada impor BBM, tapi sudah bukan solar,” kata Robert saat dihubungi, Sabtu (15/8/2026), dilansir dari Antara.

Menurut Robert, manfaat penghematan devisa tersebut dapat meluas apabila ruang yang tercipta digunakan untuk memperkuat kemampuan teknologi Indonesia. Penguasaan teknologi dinilai dapat meningkatkan produktivitas dan menekan biaya produksi, sehingga produk-produk nasional semakin kompetitif dibandingkan produk negara lain.

Ia juga melihat peningkatan pemanfaatan sawit sebagai bahan baku biodiesel dapat menciptakan kepastian permintaan. Pada akhirnya, aksi ini akan membantu menjaga penjualan dan stabilitas harga komoditas tersebut.

Robert pun mengapresiasi kinerja Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, yang mampu mengeksekusi perintah presiden terkait target swasembada energi.

“Itu spektakuler. Jadi intinya peran besar untuk BBM yang tidak impor lagi itu, devisa bisa dipakai untuk alih teknologi. Akan lebih maju lagi Indonesia kita. Jadi devisa tidak terkuras dan kalau devisa itu terpakai untuk alih teknologi, itu akan membuat Indonesia kita lebih maju lagi,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan Indonesia mulai berhasil mewujudkan swasembada energi. Menurut Prabowo, salah satu pencapaian tersebut ditandai dengan keberhasilan Indonesia memproduksi biodiesel B50 yang berbasis minyak kelapa sawit.

"Janji swasembada energi sekarang sudah mulai kita wujudkan dengan pertama kali swasembada BBM jenis solar kita berhasil produksi diesel dengan B50 dari kelapa sawit," ujar Prabowo dalam pidato kenegaraan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Prabowo menjelaskan, produksi biodiesel B50 membuat Indonesia tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri. Menurut dia, kebijakan tersebut mulai berlaku sejak 1 Juli 2026 dan turut menghemat devisa negara dalam jumlah besar. "Kita berhasil hemat devisa Rp 170 triliun, sekitar 9,5 miliar Dollar Amerika, tidak lagi harus kita kirim ke luar negeri," ucap Prabowo.

Baca juga artikel terkait BIODIESEL

tirto.id - Sosial Budaya
Sumber: Antara
Editor: Bayu Septianto