Menuju konten utama

Suntik Anti Tetanus Diberikan ke Relawan Bencana Longsor Cisarua

Pemberian anti tetanus guna menjaga kondisi kesehatan para relawan apabila terkena benda tajam saat melakukan evakuasi korban longsor Cisarua.

Suntik Anti Tetanus Diberikan ke Relawan Bencana Longsor Cisarua
Tim SAR gabungan membawa kantong berisi jenazah korban bencana longsor di Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (27/1/2026). ANTARA FOTO/Novrian Arbi/aww.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Dinas Kesehatan Provinsi Jabar telah menyiapkan suntik anti tetanus bagi relawan yang melakukan evakuasi korban tanah longsor di Kampung Pasirkuning dan Kampung Pasirkuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Selain menyiapkan suntik anti tetanus, Dinkes Jabar juga telah mengirimkan tim kesehatan dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Rujukan Lanjut (FKTRL) untuk rujukan kasus kegawatdaruratan.

Adapun rumah sakit yang disiapkan, yaitu RSUD Welas Asih, RSUD Cibabat, RSUD Lembang, dan RS Dustira Cimahi.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Vini Adiani Dewi, menuturkan pemberian anti tetanus diperlukan untuk menjaga kondisi kesehatan para relawan apabila terkena benda tajam saat melakukan evakuasi korban.

“Kami menyiapkan anti tetanus ini dengan banyak. Jadi jangan khawatir bagi relawan yang akan disuntik anti tetanus kita siap,” kata Vini, saat dihubungi, Rabu (28/1/2026).

Ia juga menuturkan pihaknya telah mengaktifkan HEOC (Health Emergency Operation Center) untuk mendampingi kluster kesehatan dengan melaksanakan monev di posko kesehatan sampai penyuluhan kepada pengungsi mengenai kesehatan di masa bencana.

Berbagai perlengkapan untuk membantu Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jabar. Vini mengatakan, pihaknya telah menyiapkan peti mati dan freezer jenazah. Ia harap bantuan tersebut bisa mempercepat dan memperlancar proses penanggulangan bencana.

“Kami berharap, apa yang kami lakukan dapat membantu, memperlancar dan mempercepat proses penanggulangan bencana,” pungkas Vini.

Sementara itu, Tim SAR gabungan per pukul 16.00 WIB Rabu (28/1/2026), telah berhasil mengevakuasi 53 kantong jenazah, 27 korban lainnya masih dalam pencarian.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian, mengatakan seluruh jenazah telah diserahkan ke tim DVI Polda Jabar untuk diidentifikasi, dengan 37 korban telah teridentifikasi. Operasi SAR dilakukan dengan mengutamakan keselamatan personel dan pengendalian risiko bencana susulan.

‘"Seluruh personil di lapangan berkomitmen untuk bekerja secara maksimal, profesional dan humanis demi menemukan korban yang dinyatakan hilang," kata Ade di Desa Pasirlangu, Rabu (28/1/2026).

Baca juga artikel terkait LONGSOR atau tulisan lainnya dari Akmal Firmansyah

tirto.id - Flash News
Kontributor: Akmal Firmansyah
Penulis: Akmal Firmansyah
Editor: Bayu Septianto