Sultan HB X Kesulitan Mencoblos Karena Bilik Suara Sempit

Oleh: Dipna Videlia Putsanra - 17 April 2019
Sultan HB X kesulitan mencoblos di bilik suara karena bilik suara sempit sementara kertas surat suara sangat lebar.
tirto.id - Sri Sultan Hamengkubuwono X telah menggunakan hak pilihnya di Pemilu 2019 pada Rabu (17/4/2019) di TPS 15, Kraton, Panembahan, Yogyakarta. Sultan tiba di TPS pukul 07.30 WIB, menunggu sekitar 30 menit di kursi khusus yang disediakan, dan mencoblos sekitar pukul 08.00 WIB. Sri Sultan menunggu cukup lama karena panitia masih menata surat suara pada saat Sri Sultan tiba.

Sultan datang ke TPS didampingi GKR Hemas, anak-anaknya (kecuali GKR Mangkubumi dan suami), cucu, dan menantu. Meski sejumlah warga sudah menunggu dan datang, Sultan dan keluarga didahulukan sebagai pemilih.

Nama Sultan dipanggil lebih dahulu, kemudian menyusul GKR Hemas, GKR Hayu, dan keluarga yang lain. Sri Sultan berada di dalam bilik suara hampir sekitar 10 menit. Hal itu karena ukuran bilik yang terlalu sempit sehingga sulit membuka dan mencoblos surat suara yang ukurannya lebar.

"Karena kertasnya besar dan tidak imbang [dengan ukuran bilik suara]. Kalau lebar sih masih bisa, panjangnya itu, jadi kertasnya ketekuk-tekuk," ujar Sultan usai menggunakan hak pilih pada wartawan, Rabu 17 April 2019.



Menurutnya memilih presiden lebih cepat dilakukan karena hanya ada dua paslon, yakni nomor 1 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan nomor 2 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Sementara surat suara Pileg sangat banyak pilihan sehingga cukup membutuhkan waktu, apalagi jika belum punya gambaran akan memilih siapa.

Usai mencoblos, Sultan berharap pemimpin yang terpilih bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.

"Harapan saya, Indonesia lebih baik. Pilihan silakan [boleh apa saja]," kata Sultan.

Setelah seluruh keluarga Sri Sultan menggunakan hak pilihnya, pelaksanaan pileg dan pilpres di TPS 15 dilanjutkan seperti biasa. Warga Kraton, Panembahan mulai berdatangan untuk menggunakan hak pilihnya.

Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan menarik lainnya Dipna Videlia Putsanra
(tirto.id - Politik)

Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Mawa Kresna
DarkLight