Spanduk Greenpeace Diturunkan, 11 Aktivis Dibawa ke Kantor Polisi

Reporter: Antara - 23 Okt 2019 16:08 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Spanduk yang dibentangkan aktivis Greenpeace di Patung Dirgantara dan Patung Selamat Datang telah diturunkan.
tirto.id - Aktivis Greenpeace akhirnya melepaskan dua spanduk yang semula dipasang di Patung Selamat Datang di Bundaran HI, Jakarta, Rabu (23/10).

Sejak pagi, mereka melakukan aksi pembentangan spanduk sebagai pengingat kepada kabinet pimpinan Presiden Joko Widodo agar menghentikan penggunaan energi kotor. Mereka membentangkan dua spanduk tersebut di Patung Dirgantara di Pancoran dan Patung Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia.

Namun, sebelum pukul 12.00, spanduk yang ada di Patung Dirgantara telah dicopot oleh Polisi. Kemudian, seperti diberitakan Antara, pada pukul 14.40 WIB, dua spanduk yang bertuliskan "Orang Baik Pilih Energi Baik" dan "Lawan Perusak Hutan" sudah tidak berada di Patung Selamat Datang.

Pada pukul 14.45 WIB, salah satu peserta aksi yang turun diamankan oleh polisi. Dia diamankan untuk dimintai keterangan terkait aksinya yang dilakukan hampir selama 8 jam itu.

"Kasih perahunya, teman saya jangan ditangkap," kata salah satu peserta aksi yang masih berada di atas Patung Selamat Datang.

Satu per satu peserta aksi akhirnya turun dibantu dengan perahu yang disediakan oleh petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) DKI dan pengawasan polisi.

Hingga berita ini diunggah, evakuasi masih lanjutkan. Aksi pembentangan spanduk itu diikuti lima orang yang merupakan relawan dari Greenpeace.

Juru Kampanye Hutan Greenpeace, Arie Rompas mengatakan ada 11 orang yang dibawa ke kantor polisi karena membentangkan spanduk kampanye tersebut. Mereka yang dibawa polisi yakni 5 orang pengibar spanduk di Tugu Pancoran dibawa ke Polsek Tebet dan 6 orang aktivis yang ada di Bundaran HI dibawa ke Polsek Menteng.

“Kami belum tahu dasar apa yang kepolisian gunakan untuk mengamankan aktivis Greenpece, karena kami melakukan aksi simpatik tanpa kekerasan. Mereka adalah aktivis yang profesional dan memiliki keahlian khusus yang mereka dedikasikan untuk penyelamatan lingkungan,” ujar Arie saat dihubungi Tirto, Rabu (23/10/2019).

Pemasangan spanduk oleh aktivis Greenpeace itu merupakan bentuk pengingat kepada Presiden Joko Widodo untuk menghentikan penggunaan energi kotor sebagai upaya mencegah perubahan iklim ekstrem.



Baca juga artikel terkait GREENPEACE atau tulisan menarik lainnya Widia Primastika
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Antara
Penulis: Widia Primastika
Editor: Widia Primastika

DarkLight