Menuju konten utama

Sowan ke Ketua PCNU Kota Bandung, Atalia Janji Majukan Pesantren

Atalia menegaskan bahwa keberpihakan terhadap pesantren tidak hanya menjadi urusan sektor pendidikan semata.

Sowan ke Ketua PCNU Kota Bandung, Atalia Janji Majukan Pesantren
Atalia Praratya. (ANTARA/HO/Dok Humas Pemprov Jabar)

tirto.id - Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Partai Golkar, Atalia Praratya, mengatakan komitmennya untuk terus memperjuangkan kemajuan dan kesetaraan pesantren sebagai bagian integral dari sistem pendidikan nasional.

Dia pun menyoroti pentingnya penguatan pendanaan pesantren melalui alokasi 20 persen anggaran pendidikan nasional, agar lembaga pendidikan keagamaan dapat memperoleh akses yang lebih adil terhadap dukungan negara.

“Pesantren bukan hanya lembaga pendidikan agama, tetapi juga pusat pemberdayaan masyarakat dan benteng moral bangsa. Karena itu, sudah sepatutnya pesantren mendapatkan perhatian dan dukungan yang proporsional dari pemerintah,” ujar Atalia dalam pernyataan resminya, dikutip Kamis (16/10/2025).

Atalia menegaskan bahwa keberpihakan terhadap pesantren tidak hanya menjadi urusan sektor pendidikan, tetapi juga menyangkut penguatan karakter kebangsaan, pemberdayaan ekonomi umat, dan pengembangan SDM unggul berbasis nilai-nilai Islam dan Pancasila.

“Pesantren adalah bagian dari jantung peradaban bangsa. Dari pesantren lah lahir ulama, pemimpin, dan tokoh-tokoh yang menjaga moralitas publik. Kami ingin memastikan pesantren tidak tertinggal dalam arus modernisasi, tetapi justru menjadi pusat inovasi dan kemajuan yang berlandaskan nilai keislaman,” jelas Atalia.

Hal itu dia ungkapkan saat melakukan silaturahmi dengan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bandung (15/10/2025), Kiai Haji (KH) Ahmad Haedar, pada pekan ini.

Dalam pertemuan tersebut, Atalia dan KH Ahmad Haedar membahas membahas peran strategis pesantren dalam mencetak generasi bangsa yang berakhlak, berilmu, dan mandiri.

Melalui rangkaian silaturahmi ini, Atalia berharap terbangun jembatan komunikasi yang kokoh antara wakil rakyat, ulama, dan masyarakat pesantren, agar setiap kebijakan di bidang pendidikan dan sosial benar-benar berpihak pada kepentingan umat.

“Silaturahmi seperti ini bukan hanya soal bertemu, tetapi juga membangun kepercayaan, menyatukan visi, dan memperkuat kolaborasi untuk Indonesia yang lebih berkarakter dan berkeadaban,” pungkasnya.

KH Ahmad Haedar pun menyambut baik kunjungan silaturahmi tersebut dan memberikan apresiasi atas perhatian yang konsisten dari Atalia terhadap dunia pesantren.

“Bu Atalia bukan orang baru di kalangan pesantren. Kalau dilihat sejarahnya, ibu Atalia sangat concern dan perhatian dengan pesantren, sejak beliau menjadi ibu wali kota dan ibu gubernur. Apresiasi dan perhatian beliau sangat luar biasa dalam Kerjasama dengan pondok pesantren,” tutur KH Ahmad Haedar.

Bahkan pada tahun 2023, lanjut KH Ahmad, Atalia telah memberikan sumbangsih dalam memperjuangkan KH. Abdul Chalim yang merupakan salah satu Pendiri Nahdlatul Ulama asal Majalengka, Jawa Barat sebagai Pahlawan Nasional.

“Dan alhamdulilah sudah dikukuhkan menjadi Pahlawan Nasional, itu artinya bahwa salah satu sikap kecintaan beliau kepada kiai,” tutur KH Ahmad Haedar.

Berdasarkan Data Kementerian Agama (Kemenag) RI, bahwa terdapat lebih dari 42.391 pondok pesantren dengan jutaan santri di seluruh Indonesia. Sedangkan provinsi Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah terbanyak memiliki pondok pesantren sebanyak 12.977 pesantren. Jawa Barat juga merupakan satu satunya provinsi yang pertama kali menerbitkan Perda Pesantren tahun 2021.

Baca juga artikel terkait PONDOK PESANTREN atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Bayu Septianto