Menuju konten utama

Sosok Bupati Adi Arnawa dan Misi Membangun Kabupaten Badung

Bupati Adi Arnawa memimpin Kabupaten Badung usai 30 tahun menjadi birokrat. Sejumlah terobosan ia lakukan untuk mengerek kualitas pembangunan di Badung.

Sosok Bupati Adi Arnawa dan Misi Membangun Kabupaten Badung
Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa. (Sumber: Instagram/@prokompimbadung)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - I Wayan Adi Arnawa resmi menjabat Bupati Badung, Provinsi Bali, setelah dilantik di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada 20 Februari 2025 lalu. Sejak saat itu, ia mengawali fase baru kariernya sebagai kepala daerah bersama Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta.

Pria kelahiran Pecatu, Kuta Selatan, Badung, 9 Maret 1966, tersebut memiliki pengalaman panjang sebagai birokrat. Adi Arnawa meniti karier dari bawah hingga mengemban berbagai jabatan penting di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung.

Selepas meraih gelar sarjana hukum dari Universitas Udayana, ia memulai karier sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil di Sekretariat Wilayah Daerah (Setwilda) Tingkat II Kabupaten Badung pada 1995. Dia baru resmi menjadi PNS pada 1998. Jabatan pertamanya, Kepala Sub Bagian Bantuan Hukum di Bagian Hukum Setwilda Tingkat II Badung.

Kariernya terus menanjak dari sana. Ia sempat menjadi Pj. Kepala Sub Bagian Peraturan Perundang-undangan pada 2000-2001, lalu dipercaya sebagai Penjabat Camat Kuta Utara pada 2004.

Adi Arnawa lantas memimpin Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Badung pada 2006-2008, sebelum menjadi Kepala Dinas Pendapatan Daerah mulai tahun 2011. Puncaknya, ia dipercaya sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Badung selama tujuh tahun, dari 2017 hingga 2024.

Setelah 30 tahun mengabdi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), Adi Arnawa mengambil keputusan besar. Ia mundur dari jabatan Sekda sekaligus melepas status sebagai ASN demi maju dalam kontestasi Pilkada 2024, berpasangan dengan Bagus Alit Sucipta.

Pasangan ini didukung koalisi PDI Perjuangan, Partai Demokrat, PBB, Perindo, dan Partai Gelora. Keduanya meraih kemenangan di Pilkada 2024 dengan mengantongi 221.802 suara sah dan kini memimpin Pemerintah Kabupaten Badung untuk periode 2025-2030.

Pengalaman tiga dekade di birokrasi daerah menjadi bekal Adi Arnawa dalam merumuskan arah pembangunan Badung lima tahun ke depan. Pemahaman terhadap berbagai persoalan pemerintahan dan masyarakat di Kabupaten Badung melatarbelakangi keputusannya dalam menggulirkan sejumlah program unggulan.

Bangun Wisata Berkelanjutan, Wujudkan Pemerataan

Bupati Adi Arnawa mengusung visi mewujudkan pariwisata Badung yang berkualitas, berlandaskan nilai-nilai Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Visi ini diterjemahkan lewat misi bertajuk Sapta Kriya Adi Cipta, tujuh langkah kerja yang menjadi acuan pemerintahannya.

Saat baru dilantik, ia memaparkan tiga isu strategis yang menjadi prioritas utamanya di awal menjabat, yakni kemacetan, sampah, dan penyediaan air bersih. Ketiganya dinilai krusial karena Badung sangat bergantung pada keberlangsungan sektor pariwisata.

"Bali sekarang macet di mana-mana dan ini sekaligus tantangan buat kami untuk segera sikapi dengan membangun berbagai jaringan jalan di Badung," jelasnya di sebuah wawancara bersama sebuah stasiun TV nasional. Ia menambahkan pembangunan jalan bakal dilakukan di beberapa titik potensi kemacetan yang sudah dipetakan.

Upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga menjadi perhatian Adi Arnawa. Untuk itu, ia berfokus mendorong pariwisata berkelanjutan di Badung. Misalnya dengan mengembangkan potensi quality tourism maupun ecotourism adventure di Badung utara. Sementara di Badung selatan, penguatan sektor wisata dilakukan lewat pembangunan berbagai infrastruktur pendukung dan penanganan masalah sampah.

"Kenyamanan, keamanan, ketertiban, dan rasa nyaman wisatawan yang berlibur ke Bali harus diciptakan. Karena itu kami berupaya semaksimal mungkin, terutama mengatasi masalah kemacetan," jelasnya.

"Kami ingin kembangkan [pariwisata Badung] ke depan sehingga ada pemerataan kawasan tourism, di samping itu ada pemerataan pendapatan masyarakat," tambah Adi Arnawa.

Prioritas lain adalah digitalisasi layanan publik. "Tata kelola pemerintahan berbasis digital ini kita sedang dorong sehingga semuanya dengan memanfaatkan teknologi, kita tidak perlu lagi bermain paper," ujarnya, seraya menekankan pentingnya transparansi dan kecepatan pelayanan bagi masyarakat.

Sementara itu, program yang sifatnya mandatori seperti pendidikan dan kesehatan tetap menjadi perhatian. Beberapa program pun disiapkan untuk meningkatkan pelayanan publik dan kesejahteraan warga.

Capaian Bupati Adi Arnawa Selama Memimpin Badung

Berbagai upaya Bupati Adi Arnawa telah menunjukkan hasil positif setelah sekitar 1,5 tahun menjabat. Salah satunya, Badung meraih Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 dengan skor 4,21. Angka ini termasuk dalam jajaran tertinggi di Indonesia.

Kabupaten Badung juga masih masuk daftar daerah di Bali dengan kapasitas fiskal terkuat. APBD Badung 2026 mencapai Rp12,1 triliun, dengan target PAD Rp9,5 triliun. Target itu bahkan dinaikkan menjadi Rp9,7 triliun dalam APBD Perubahan 2026.

"PAD dirancang Rp9,7 triliun lebih, padahal di APBD induk kami pasang Rp9,5 triliun. Jadi, ada peningkatan Rp181 miliar di perubahan ini," kata Adi Arnawa, Kamis (3/9/2026).

Saat ini, 90 persen APBD Badung ditopang oleh PAD yang sebagian besar bersumber dari sektor wisata, termasuk pajak hotel dan restoran, BPHTB, maupun pajak daerah lainnya.

Meskipun demikian, Adi Arnawa menilai Badung tidak bisa terus-menerus bertumpu pada satu sektor. Oleh sebab itu, sembari terus memperkuat sektor pariwisata, Pemkab Badung juga berupaya mengerek kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Saat berbicara dalam acara rilis IDSD 2025 di Gedung BJ Habibie, Jakarta, pada 24 Februari 2026 lalu, Adi Arnawa menyatakan peningkatan kualitas SDM bakal terus dilakukan untuk memperkuat produktivitas dan daya saing Kabupaten Badung.

Di bawah kepemimpinan Adi Arnawa, Pemkab Badung menyediakan beasiswa untuk siswa SMA dan mahasiswa S1 mulai 2026. Untuk beasiswa S1, mencakup bantuan laptop pada tahun pertama kuliah dan pembiayaan hingga wisuda jika mahasiswa menyelesaikan studi dalam empat tahun. Beasiswa ini menyasar anak keluarga petani dan nelayan.

"Kami ingin anak-anak Badung tidak hanya menjadi penonton di daerah sendiri. Dengan kapasitas fiskal yang memadai, kami beri ruang seluas-luasnya untuk peningkatan kualitas SDM," kata Adi Arnawa.

Pemkab Badung juga memberikan stimulus kepada UMKM dan pelaku ekonomi kreatif guna memperkuat struktur ekonomi lokal sebagai penopang pertumbuhan. Para pelaku UMKM di Badung berpeluang mengakses kredit yang disubsidi oleh pemerintah daerah dengan limit sampai Rp100 juta.

Sementara itu, untuk menjaga stabilitas sosial dan daya beli masyarakat, Pemkab Badung memberikan bantuan tunjangan hari raya keagamaan sebesar Rp2 juta per kepala keluarga berpenghasilan di bawah Rp5 juta. Program ini membantu warga menghadapi potensi inflasi musiman saat hari raya umat Hindu, natal, maupun idulfitri.

Terobosan lainnya di masa kepemimpinan Adi Arnawa adalah pembangunan infrastruktur. Pemkab Badung tercatat mengalokasikan anggaran infrastruktur dengan porsi 59,23% dari total belanja daerah atau Rp2,74 triliun dalam APBD Perubahan 2026. Alokasi ini bertujuan menuntaskan masalah yang menghambat sektor pariwisata Badung, terutama kemacetan.

Sebelumnya, Adi Arnawa juga mengambil inisiatif memenuhi pembiayaan infrastruktur strategis lewat dana pinjaman senilai Rp2,8 triliun dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Langkah ini dilakukan untuk mempercepat perbaikan serta konstruksi sejumlah trase jalan. Di antaranya pembangunan tiga ruas jalan di Uluwatu dan Canggu yang selama ini dikenal rawan kemacetan.

Bupati Adi Arnawan pun menjajaki potensi pinjaman kedua dari PT SMI untuk mendukung program prioritas pada 2027. Selain melanjutkan pembangunan infrastruktur jalan, Pemkab Badung menyiapkan opsi jalan berbayar elektronik untuk merespons lonjakan mobilitas di koridor Gatsu-Canggu-Munggu.

Berikut sebagian capaian pemerintahan Bupati Adi Arnawa di Badung:

1. Pembangunan infrastruktur

  • Groundbreaking Jalan Lingkar Selatan Segmen 4 Jimbaran-Uluwatu (10 km lebih) senilai Rp2,9 triliun, ditargetkan rampung akhir 2027.
  • Pembangunan jalur pendukung Simpang Wanagiri-Universitas Udayana serta trase baru menuju kawasan Goa Gong.
  • Pelebaran jalan di kawasan Badung Tengah (Berawa-Umalas-Teuku Umar Barat) sepanjang 4,7 kilometer.
  • Perbaikan sejumlah ruas jalan di kawasan Kuta, seperti Jalan Jatayu.
  • Penataan pedestrian Pantai Kuta selebar 3,5 meter, dilengkapi pembangunan breakwater dan beach nourishment untuk mengatasi abrasi.
  • Secara keseluruhan, total 15,6 kilometer ruas jalan mulai dikerjakan sepanjang 2026.
  • Pembangunan pipa bawah laut senilai Rp100 miliar oleh Perumda Tirta Mangutama dan PT Tiara Cipta Nirwana, dukung distribusi air bersih di Badung Selatan.

2. Kesehatan dan kesejahteraan sosial

  • Homecare gratis "Nak Badung Sehat" yang bisa diakses via aplikasi, mencakup kunjungan dokter/perawat, perawatan luka pascaoperasi, hingga layanan darurat kesehatan 24 jam TAKSU Badung.
  • Penghargaan tertib administrasi akta kematian, dengan insentif senilai Rp10 juta bagi keluarga yang melapor tepat waktu.
  • Bantuan Rp2 juta per kepala keluarga menjelang Hari Raya (hingga November 2025 setidaknya 83.768 KK sudah menerima bantuan ini).
  • Reward bagi veteran (Rp1 juta/orang), difabel (Rp1 juta/orang), dan lansia di atas 75 tahun (Rp3 juta/orang) (hingga akhir 2025, sudah ada 13-an ribu penerima).
  • Program sekolah lansia.
  • Limit kredit program Sidi Kumbara bagi UMKM dinaikkan dari Rp25 juta menjadi Rp100 juta.

3. Pendidikan

  • Bimbingan belajar Bahasa Inggris gratis bagi siswa SD-SMP, dua kali sepekan berbasis banjar, sudah berjalan di 62 desa.
  • Beasiswa jenjang SMA dan S1 bagi anak petani dan nelayan, mulai disalurkan pada 2026.

4. Budaya, pariwisata, dan lingkungan

  • Pembangunan Patung Mekotek di Desa Munggu, memperkuat pelestarian nilai budaya sekaligus daya tarik wisata.
  • Penyelenggaraan berbagai festival budaya seperti Jimbaran Culture Festival, Lomba Ogoh-Ogoh, Bhandana Bhunkala Festival, Pandawa Festival XIV, dan lainnya.
  • Pembersihan sampah di pesisir pantai dan sungai secara rutin.
  • Optimalisasi TPS3R: hingga akhir 2025, 41 dari 46 desa/kelurahan di Badung sudah memiliki TPS3R untuk pengelolaan sampah berkelanjutan.
  • Penertiban kabel-kabel liar di sejumlah ruas jalan.
Rangkaian program itu menunjukkan upaya Bupati Adi Arnawa menerjemahkan visi Sapta Kriya Adi Cipta menjadi langkah nyata. Mulai dari pembangunan infrastruktur, penanganan sampah, hingga penyaluran bantuan pada warga menegaskan misinya dalam meningkatkan kualitas pembangunan di Kabupaten Badung.

Baca juga artikel terkait PROFIL atau tulisan lainnya dari Tim Media Service

tirto.id - Aktual dan Tren
Penulis: Tim Media Service