Menuju konten utama

SK Plasma Klaim Obat Produksi Lokal 10% Lebih Murah dari Impor

Meski lebih murah, kualitas produk yang dihasilkan diklaim akan lebih baik dibandingkan produk sejenis.

SK Plasma Klaim Obat Produksi Lokal 10% Lebih Murah dari Impor
Pabrik pengolahan plasma darah di Karawang, Jawa Barat, Kamis (18/12/2025). tirto.id/Nanda Aria Putra
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - PT SK Plasma Core Indonesia memastikan produk obat turunan plasma yang akan diproduksi di pabrik Karawang, Jawa Barat, akan dijual dengan harga lebih kompetitif dibandingkan produk impor Cina.

Presiden Direktur SK Plasma Core Indonesia Ted Roh mengatakan perusahaannya menargetkan harga jual sekitar 8-10 persen lebih murah. Menurut dia, strategi penetapan harga tersebut bertujuan meningkatkan aksesibilitas obat-obatan penting bagi masyarakat Indonesia.

“Kami akan memutuskan harga produk kami. Dan tentu saja, harga produk kami akan jauh lebih murah dari produk impor. Karena, kami ingin meningkatkan akses dari produk-produk di negara lain. Jadi, saya percaya bahwa saat pembuatan harga kami akan seperti 8 - 10 persen lebih murah dari produk impor,” ujar Ted di Fasilitas Pabrik SK Plasma Core Indonesia, Karawang, Kamis (18/12/2025).

Ted mengungkapkan, meski lebih murah, kualitas produk yang dihasilkan diklaim akan lebih baik dibandingkan produk sejenis. Hal ini karena pabrik tersebut mengadopsi standar global dari Korea Selatan dengan memanfaatkan plasma darah asal Indonesia.

“Produk kami adalah menggunakan standar global di Korea dan menggunakan darah Indonesia. Jadi, saya percaya bahwa produk kami memiliki kualitas dan teknologi dan juga menggunakan plasma Indonesia akan jauh lebih murah dari produk impor,” jelasnya.

Meski demikian, harga final masih akan mempertimbangkan dinamika pasar serta dilakukan melalui koordinasi dengan para pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Kesehatan.

“Tetapi, kita juga perlu melihat situasi pasar dan juga kita perlu berkomunikasi dengan pemimpin seperti Menteri Kesehatan dan investor di Indonesia. Tapi, harga kami akan jauh lebih murah dari produk impor. Jadi, kita bisa mudah mengakses produk kami,” tambahnya.

Investasi Terbesar di Sektor Bioindustri

Meski enggan merinci besaran nominal, Ted Roh menyatakan investasi yang ditanamkan SK Plasma bersama mitra Indonesia Investment Authority (INA) merupakan yang terbesar di sektor bioindustri di Indonesia.

“Saya bisa mengatakan bahwa investment ini merupakan investasi terbesar dalam bio industri di Indonesia. Tapi, sejauh ini, saya tidak diperbolehkan untuk mengungkapkan jumlahnya. Tapi, saya bisa mengatakan investasi terbesar untuk bio sektor di Indonesia. Minta maaf,” paparnya.

Adapun SK Plasma Core Indonesia baru saja memperoleh penyaluran pinjaman dari PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) bersama PT Bank Mega Tbk (MEGA) senilai Rp3,7 triliun untuk mendukung pembangunan pabrik produk fraksionasi plasma darah pertama di Indonesia.

SK Plasma Core Indonesia merupakan perusahaan patungan antara SK Plasma—bagian dari SK Group Korea Selatan—dan Indonesia Investment Authority (INA).

Pabrik yang ditargetkan beroperasi penuh pada 2026 ini diharapkan tidak hanya menekan ketergantungan impor dan harga obat, tetapi juga membangun kemandirian industri farmasi nasional.

Pada tahap awal, pabrik tersebut akan memproduksi Produk Obat Derivat Plasma (Plasma Derived Medicinal Products/PODP) jenis albumin dan hemoglobulin dengan kapasitas produksi 600.000 liter plasma per tahun, yang ditargetkan meningkat menjadi 1 juta liter saat beroperasi penuh.

Baca juga artikel terkait SWF INDONESIA atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana