tirto.id - Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) dan Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) hari ini menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang Sinergisitas Pelaksanaan Tugas dan Fungsi dalam Percepatan Pengentasan Kemiskinan melalui Pendekatan Agama.
Penandatanganan ini dilaksanakan di Kantor Pusat Kemenag RI, melibatkan Kepala BP Taskin, Budiman Sudjatmiko, M.Sc., M.Phil., dan Menteri Agama RI, Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA.
Kepala BP Taskin, Budiman Sudjatmiko, menyatakan bahwa penandatanganan MoU ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat pondasi sosial dan spiritual dalam upaya pengentasan kemiskinan.
“Sinergi dengan Kementerian Agama ini memperkuat aspek sosial dan spiritual agar masyarakat memiliki kepercayaan diri dan kemandirian untuk keluar dan terbebas dari kondisi kemiskinan, tetapi juga membangun ketahanan sosial, spiritual, dan ekonomi secara berkelanjutan,” imbuh Budiman Sudjatmiko.
Di sisi lain, Menteri Agama, Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA, menyambut baik inisiatif ini dan menekankan peran penting lembaga keagamaan dan tokoh agama dalam pemberdayaan masyarakat.
“Nilai-nilai agama memiliki kekuatan besar dalam membangun kesadaran dan solidaritas sosial. Melalui kerja sama ini, lembaga keagamaan dan tokoh agama kami dorong berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat menuju kehidupan yang lebih mandiri dan bermartabat,” tambah Nasaruddin Umar.
Melalui Nota Kesepahaman ini, kedua belah pihak bersepakat untuk merumuskan dan melaksanakan program bersama yang fokus pada:
- Integrasi Data: Memanfaatkan data kemiskinan (Berdata) BP Taskin dengan jejaring keagamaan Kemenag.
- Pemberdayaan Berbasis Komunitas: Mengaktifkan peran rumah ibadah, pesantren, dan majelis taklim sebagai pusat edukasi dan pemberdayaan ekonomi (Berdaya).
- Optimalisasi Filantropi Keagamaan: Mendorong penggunaan dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf (Berdaya/Berdana) secara lebih terarah untuk mendukung program graduasi kemiskinan.
BP Taskin dan Kemenag RI berharap, sinergi ini dapat segera mewujudkan masyarakat yang tidak hanya terbebas dari kondisi kemiskinan, tetapi juga memiliki fondasi moral dan ketahanan diri yang kokoh.
Program kolaborasi ini direncanakan akan segera diluncurkan di beberapa wilayah percontohan pada kuartal pertama tahun depan.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id




























