tirto.id - Siapa itu Teresa Fidalgo yang pesan berantai terkait dirinya viral di media sosial seperti X (Twitter) hingga TikTok? Pesan terkait Teresa ini biasanya disertai ancaman, jika tidak dibagikan kepada sejumlah orang, maka sosok hantu Teresa akan muncul di kamar sang penerima. Apakah kisah Teresa Fidalgo ini nyata atau hanya hoax belaka?
"HELLO, I'M TERESA FIDALGO, TODAY I MARK 27 YEARS OF BEING DEAD. IF YOU DON'T PASS THIS ON TO 20 PEOPLE, I'LL TAKE YOU TO HU400 FOREVER. IF YOU DON'T BELIEVE THIS, SEARCH FOR IT ON GOOGLE: TERESA FIDALGO. SEND THIS TO 20 PEOPLE. A GIRL IGNORED IT AND HER MOM DIED 20 DAYS LATER," demikian pesan berantai yang diposting oleh pengguna medsos terkait Teresa Fidalgo.
Pesan tersebut dipastikan adalah hoax. Tercatat bahwa Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang sekarang menjadi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), pada Mei 2019 mengonfirmasi bahwa narasi seputar Teresa Fidalgo (kadang tertulis Teresia Fidalgo) adalah tidak benar.
“Faktanya cerita asli pada pesan berantai tersebut adalah karangan dari seorang produser berkebangsaan portugal, David Rebordão, dalam film garapannya berjudul Curva,” keterangan Kominfo.
Lalu, dari mana kisah urban legend ini muncul? Apakah karangan seputar Teresa Fidalgo ini hanya berasal dari postingan random di media sosial belaka, atau memang ada latar belakang khusus dari cerita tersebut?
Siapa Itu Teresa Fidalgo & Kisahnya Apakah Nyata?
Di media sosial, Teresa Fidalgo memiliki beberapa julukan, yaitu Chica de la Curva (Girl on the Curve) hingga Chica de la Ruta (Girl on the Road). Ini tidak terlepas dari narasi awal soal karakter ini.
Teresa Fidalgo adalah karakter antagonis utama dalam film pendek asal Portugal tahun 2004. Film pendek berjudul A Curva ini digarap oleh David Rebordão.
A Curva berkisah tentang tiga sahabat yang sedang berangkat menuju konser band Virus pada 12 Juli 2003. Mereka adalah Tiago, David, dan Tania. Sepanjang perjalanan, David bercerita seputar kisah hantu dengan julukan Chica de la Curva. Namun, Tiago dan Tania tidak percaya akan hal itu.
Di tengah perjalanan, ada seorang gadis tersesat yang hendak menumpang mobil mereka. Awalnya, Tania dan Tiago enggan. Namun, David berkeras agar kedua sahabatnya mengizinkan gadis tersebut masuk. Sang gadis mengaku bernama Teresa.
Sepanjang sisa perjalanan, Teresa bertingkah aneh dan terlihat ketakutan. Pada sebuah titik, mobil yang mereka kendarai mulai bermasalah. Ketika itulah Teresa menunjuk lokasi tertentu dan berkata, "di sanalah aku kecelakaan dan mati". Mendengar pengungkapan itu, ketiga sahabat itu ketakutan. Namun, takdir tak dapat dihindari lagi. Mobil tersebut mengalami kecelakaan, dan hanya David yang selamat.

Masih dalam film tersebut, ketika polisi melakukan investigasi, mereka mendapati fakta bahwa di lokasi yang sama, pada 1983 silam, terjadi kecelakaan yang menewaskan gadis bernama Teresa Fidalgo. Hantu Gadis tersebutlah yang datang menemui David, Tiago, dan Tania. Hantu Teresa kerap mengganggu kendaraan yang lewat di jalur kematiannya tersebut hingga 2003, latar waktu film tersebut, yang berarti sekitar 20 tahun sejak kecelakaannya.
Narasi Teresa Fidalgo yang sudah meninggal 20 tahun dan masih menghantui orang-orang itulah yang viral di media sosial dan disebarkan, bahkan hingga saat ini.
Tren menyebarkan pesan berantai seputar Teresa Fidalgo sudah berlangsung sejak lama. Sekitar 2007-2008, pesan berantai tersebut muncul di internet dalam bahasa Spanyol. Pesan tersebut mulanya dikirim melalui e-mail atau diposting di forum.
Isi pesan itu menyatakan bahwa pengguna atau penerima pesan tersebut harus mengirimkan/meneruskan pesan kepada 20 orang. Jika tidak, Teresa Fidalgo akan menakut-nakuti mereka setiap malam.
Diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, begini bunyi pesan tersebut:
“Halo, saya Teresa Fidalgo. Hari ini saya telah meninggal 27 tahun. Jika Anda tidak menyampaikan ini kepada 20 orang, saya akan tidur di sisi Anda selamanya. Jika Anda tidak percaya, cari di Google. Teresa Fidalgo. Kirim ini ke 20 orang. Seorang gadis mengabaikannya dan ibunya meninggal 20 hari kemudian.”
Meskipun sudah terbukti hoax, bukan kisah nyata, dan hanya berasal dari film pendek A Curva, tren pesan Teresa Fidalgo masih saja tersebar dan diikuti banyak orang. Dengan adanya media sosial, pesan itu tidak hanya dikirim melalui e-mail, tapi juga Facebook, Instagram, hingga TikTok.
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Fitra Firdaus
Masuk tirto.id

































