tirto.id - Shin Tae-yong, mantan pelatih Timnas Indonesia, dikabarkan bakal menangani skuad Footbal 7 Indonesia. Apakah Footbal 7 (Mini Soccer) sama dengan Mini Football? Lantas, benarkah Timnas Football 7 bakal terjun di Intercontinental Cup pada pertengahan 2026 ini?
Dalam unggahan akun instagram Football 7 (F7) Indonesia pada Senin (27/4/2026), terdapat foto seseorang berdiri yang postur tubuh dan wajahnya mirip dengan STY, julukan Shin Tae-yong. Caption unggahan tersebut berbunyi, "3 hari lagi menuju Deklarasi F7 Indonesia. Are you ready guys?".
Unggahan berikutnya dari akun tersebut mencantumkan kalimat "Salah satu alasan menujuk (.......) 👀 sangat cinta dengan talenta sepak bola Indonesia", dengan nama sosok yang ditunjuk belum diungkapkan. Ini ditambah dengan tulisan, "Media internasional dan komunitas sepak bola ASEAN sering mengakui talenta muda Indonesia, dengan beberapa pemain muda masuk dalam radar pemantau bakat dunia".
Sesuai informasi dari F7 Indonesia tersebut, penantian fans tentang resminya Shin Tae-yong menangani Football 7 Indonesia akan terungkap pada Kamis, 30 April 2026 mendatang. Namun, sebelum itu, apa yang dimaksud dengan Footbal 7? Apakah ini sama dengan Timnas Mini Football yang sebelumnya pernah bertanding di Asian Mini Footbal Nations Cup 2025?
Apa Itu Mini Soccer Footbal 7, di Bawah Payung FIFA atau Tidak?
Dalam bio Instagram, Akun F7 Indonesia mencantumkan keterangan bahwa mereka adalah organisasi resmi 7side di Indonesia, yang berafiliasi dengan Football 7 International Federation (FIF7). FIF7 sendiri menyebutkan bahwa kemunculan mereka lahir "karena pertumbuhan pesat olahraga ini dan kebutuhan untuk membangun entitas internasional yang kuat yang mewakili organisasi nasional yang ada di seluruh dunia".
Agenda FIF7 sepanjang 2026 cukup padat. Yang terbaru adalah pada Juli hingga Agustus 2026 mendatang di Roma, Italia. Di kejuaraan resmi Football 7 tersebut, akan ada F7 Euro Nations (22 hingga 25 Juli) yang melibatkan timnas putra dan putri Eropa. Selain itu, ada juga F7 EURO Clubs untuk klub putra Eropa pada 26 hingga 29 Juli.
Berikutnya, ada Master Intercontinental Club Cup pada 30 Juli hingga 2 Agustus 2026. Kejuaraan ini dimainkan oleh klub putra.
Sementara itu, turnamen yang akan diikuti oleh Timnas Footbal 7 Indonesia adalah Intercontinental Cup Nations yang dimainkan pada 30 Juli hingga 2 Agustus 2026.
Dalam postingan yang disematkan di akun IG mereka, F7 Indonesia menyebutkan, "Indonesia resmi terkonfirmasi! akan bertanding di Intercontinental Cup: World Cup Qualification, Roma. Ini bukan sekadar turnamen, tapi langkah pertama kita di panggung dunia Football 7."
Football 7 adalah salah satu variasi dari minifootball. Sesuai dengan namanya, sepak bola jenis ini dimainkan dengan jumlah 7 orang dalam setiap tim. Lapangan yang digunakan cenderung lebih besar daripada minifootball 5v5, dengan ukuran panjang sekitar 50-65 yard dan lebar 25-50 yard.
Terdapat 3 badan utama yang mengelola sepakbola 7 vs 7 ini, yaitu IFA7, FIF7, dan FIFO7S. Yang menaungi Football 7 Indonesia adalah FIF7.
Football 7 ini berbeda dengan Mini Football yang di Indonesia memiliki dua organisasi, yaitu Federasi Sepakbola Mini Indonesia (FSMI) dan Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI). Mini Football atau Sepak Bola Mini dimainkan formasi 6 vs 6, bukan 7 lawan 7. FSMI bergerak di bawah payung WMF (World Minifootball Federation).
Pada 2025 lalu, Timnas Mini Football Indonesia tampil di Asian Mini Footbal Nations Cup edisi tahun tersebut. Ketka itu, Garuda mampu menembus final, hanya takluk oleh Iran sang juara dengan skor 2-3 di Al Hira Beach, Dubai.
Dengan perbandingan tersebut, Football 7 atau Mini Soccer berbeda dengan Mini Football yang formasinya 6 vs 6. Football 7 di Indonesia juga berafiliasi dengan FIF7, salah satu organisasi level dunia untuk F7. Sementara itu, Mini Footbal (FSMI) berafiliasi dengan WMF. Keduanya juga tidak berkaitan dengan PSSI atau FIFA.
Bagi Shin Tae-yong, menangani Timnas Football 7 Indonesia akan jadi tantangan tersendiri. Sebelumnya, STY melatih Timnas Indonesia dalam rentang 5 tahun. Ia tercatat menangani Skuad Garuda level senior sebanyak 63 kali dengan rekor kemenangan 42,86 persen. STY juga pernah menjadi arsitek untuk Timnas U20 dan Timnas U23.
Shin Tae-yong sempat menangani Ulsan HD, klub Liga Korea Selatan. Namun, waktunya cukup singkat, hanya 2 bulan, dengan catatan 2 menang, 4 seri, dan 4 kalah dalam 10 laga.
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id





























