Menuju konten utama

Siapa Don Ritto yang Jadi Tersangka Bersama Febrie Adriansyah?

Febrie Adriansyah dan Don Ritto ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi. Siapa Don Ritto? Simak profil dan kronologi kasusnya berikut ini.

Siapa Don Ritto yang Jadi Tersangka Bersama Febrie Adriansyah?
Personel Provost Polri berada di depan salah satu kafe saat berlangsungnya penggeledahan di kawasan Cipete, Jakarta, Rabu (8/7/2026). Tim Kortas Tipikor Polri dan Polda Metro Jaya menggeledah kafe dan money changer di kawasan Cipete, Jakarta Selatan untuk penyidikan dugaan kasus korupsi pasokan batu bara yang melibatkan PT PLN (Persero), PT Asabri (Persero), dan PT Krakatau Steel, dimana ketiga kasus tersebut menyangkut pemadaman listrik (blackout) di bawah pengelolaan PT PLN (Persero), kasus dugaan korupsi Asabri dan Jiwasraya tahun 2020-2025, dan dugaan pencucian uang dalam proses penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/kye
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Nama Don Ritto turut terseret dalam kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Don juga dijadikan tersangka dalam kasus tersebut. Siapa sebenarnya Don Ritto dan bagaimana kronologi kasusnya?

Penetapan Don Ritto sebagai tersangka kasus korupsi diumumkan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri pada Sabtu (11/7/2026). Kakortaspidkor Irjen Pol Totok Suharyanto menyebut, sejauh ini ada dua tersangka yang telah ditetapkan polisi, yakni FA dan DR.

FA merupakan Febrie Adriansyah, mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus pada Kejaksaan Agung (Jampidsus), sedangkan DR merupakan Don Ritto.

“Terhadap tersangka DR, kami kenakan Pasal 4 atau Pasal 5 juncto Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 atau Pasal 607 ayat 1 huruf B dan C di KUHP Baru,” tutur Totok, Sabtu (11/7).

Don Ritto menjadi tersangka untuk tiga kasus dugaan korupsi dan tindak pencucian uang (TPPU). Kasus tersebut terkait dengan PT Asabri, PT PLN, dan PT Krakatau Steel.

Polisi sejauh ini menjelaskan bahwa Don Ritto terkait dalam kasus ini sebagai “pihak swasta”. Detail keterlibatan Don Ritto belum resmi diungkap.

Don merupakan seorang pengacara lulusan Universitas Jambi. Ini profilnya.

Rekam Jejak Don Ritto yang Jadi Tersangka

Don Ritto dikenal sebagai pengacara. Menurut penelusuran Tirto, karier advokat Don Ritto itu telah berlangsung beberapa dekade ke belakang, atau sejak 1998, ketika ia mendirikan kantor hukum Don Ritto & Associates.

Febrie Adriansyah dan Don Ritto

Febrie Adriansyah (kiri) dan Don Ritto (kanan)

Kantor hukum itu didirikan Don Rito di Kota Jambi kala itu. Hingga tahun 2000 kantor itu dipindahnya ke Kota Bandung, Jawa Barat.

Seturut keterangan Google Maps, kantor itu terletak di kawasan Antapani, Kota Bandung. Namun, kini status bangunan itu disebut “tutup permanen”.

Selama menjalani karier sebagai pengacara, Don Ritto juga tak tampak terselip dalam pemberitaan. Dalam satu kasus yang jarang, ia tampak ikut tersorot kamera media ketika menjadi kuasa hukum terdakwa korupsi Taswin Zein pada 2008 lalu.

Don Ritto tercatat sebagai salah satu alumni Universitas Jambi. Identitas ini yang diduga menjadi titik temu antara sosok Don dengan Febrie Adriansyah. Keduanya merupakan alumni universitas yang sama.

Don Ritto dan Febrie Adriansyah diduga merupakan teman sejak masa kuliah mereka di Fakultas Hukum Universitas Jambi. Febrie sendiri merupakan alumni universitas angkatan 1986.

Don Ritto tercatat dalam pangkalan data Administrasi Hukum Umum (AHU) sebagai Komisaris PT Kantor Omzet Indonesia. PT Kantor Omzet Indonesia merupakan perusahaan pengelola Koin Money Changer yang digeledah polisi pada 8 Juli lalu.

Koin Money Changer yang berlokasi di Cipete Selatan, Jakarta Selatan sebelumnya digeledah Kortastipidkor Polri karena diduga terkait dengan kasus korupsi Jampidsus. Polisi menyita 71 barang bukti dari sana, termasuk uang senilai Rp7,2 miliar dalam berbagai jenis mata uang.

Nama Don Ritto juga tercatat data AHU sebagai Komisaris PT Declan Kulinari Nusantara. Perusahaan ini menaungi restoran de’Clan Signature di Cipete yang juga digeledah polisi.

Ketika penggeledahan restoran, polisi menemukan sebuah brankas tersembunyi setinggi sekitar dua meter di lantai dua bangunan restoran. Dari sana, sejumlah dokumen, barang elektronik, dan uang senilai hampir Rp60 miliar dalam berbagai mata uang disita sebagai barang bukti.

Baca juga artikel terkait KASUS PASOKAN BATU BARA atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dipna Videlia Putsanra