Menuju konten utama

Siap Hadapi El-Nino Godzilla, Segini Stok Beras hingga Jagung RI

Musim kemarau tahun ini mulai berlangsung pada April, diawali dari Nusa Tenggara Timur dan meluas ke wilayah lain hingga mencapai puncaknya pada Agustus

Siap Hadapi El-Nino Godzilla, Segini Stok Beras hingga Jagung RI
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan paparan saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/4/2026). Rapat tersebut membahas tentang pemanggilan importir kedelai dalam waktu dekat guna merespons kenaikan harga dan memastikan kebijakan yang diambil tidak membebani masyarakat di tengah dinamika geopolitik global. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/kye
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemerintah memastikan ketahanan pangan nasional dalam kondisi aman menjelang potensi kemarau panjang akibat fenomena El Nino yang disebut “Godzilla”. Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyebut cadangan beras pemerintah (CBP) telah mencapai 4,59 juta ton per 7 April 2026, tertinggi sepanjang sejarah.

Dengan capaian tersebut, Amran meyakini stok beras nasional cukup untuk menghadapi dampak El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga enam bulan.

"Kondisi stok beras nasional di Indonesia dipastikan aman untuk 10 sampai 11 bulan ke depan. Di sisi lain, El Nino diperkirakan enam bulan. Jadi, insyaAllah pangan kita aman," ujar Amran dalam rapat kerja di Gedung DPR, dikutip Kamis (9/4/2026).

Ia menjelaskan musim kemarau tahun ini mulai berlangsung pada April, diawali dari Nusa Tenggara Timur dan meluas ke wilayah lain hingga mencapai puncaknya pada Agustus. Untuk mengantisipasi dampaknya terhadap produksi pertanian, Kementerian Pertanian telah meminta pemerintah daerah memetakan wilayah rawan kekeringan, mempercepat masa tanam, mengoptimalkan irigasi, serta merehabilitasi embung dan sumur.

Selain itu, pemerintah juga menyiagakan berbagai alat dan mesin pertanian, seperti pompa air, traktor, handsprayer, hingga transplanter untuk menjaga produktivitas.

Dari sisi pengelolaan stok, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyebut peningkatan cadangan beras tidak terlepas dari penyerapan gabah dan beras domestik yang masif. Hingga 5 April 2026, Bulog telah menyerap 1,6 juta ton beras dan setara beras, menjadi realisasi tertinggi sepanjang sejarah untuk periode Januari hingga awal April.

Ia menambahkan kapasitas penyimpanan Bulog masih mencukupi, dengan tambahan sewa gudang berkapasitas 762 ribu ton serta pembangunan gudang baru sebesar 250 ribu ton.

“Kesimpulannya, buffer stock Bulog dinyatakan dalam keadaan aman dan berlimpah. Kemudian yang kedua, Bulog siap menghadapi perkembangan dinamika global dan potensi perubahan iklim dengan menerapkan strategi dan langkah-langkah antisipasi,” jelas Rizal.

Tak hanya beras, pemerintah juga memastikan sejumlah komoditas pangan strategis lain berada dalam kondisi surplus. Berdasarkan neraca pangan nasional hingga Mei 2026, komoditas seperti jagung, gula, daging ayam, dan telur ayam diproyeksikan mengalami kelebihan pasokan.

Untuk gula konsumsi, surplus diperkirakan mencapai 632 ribu ton, dengan ketersediaan 1,81 juta ton dan kebutuhan 1,18 juta ton. Daging ayam diproyeksikan surplus 837 ribu ton dari suplai 2,52 juta ton dan kebutuhan 1,68 juta ton.

Sementara itu, telur ayam diperkirakan surplus 423 ribu ton, dengan ketersediaan 3,16 juta ton dan kebutuhan 2,73 juta ton. Jagung mencatat surplus terbesar, yakni 4,35 juta ton, dari total suplai 11,49 juta ton dan kebutuhan 7,13 juta ton.

"Tantangan pangan semakin kompleks, dipengaruhi oleh dinamika geopolitik serta perubahan iklim. Namun, berdasarkan proyeksi neraca pangan nasional hingga Mei 2026, pangan strategis nasional berada pada kondisi surplus dan relatif aman," ujar Amran.

Selain menjaga pasokan, pemerintah juga mengklaim harga pangan relatif stabil pasca-Ramadan dan Idulfitri. Dalam periode 21 Maret hingga 5 April, harga sejumlah komoditas seperti beras medium, beras SPHP, kedelai, dan bawang putih tercatat berada 3 hingga 7 persen di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Penjualan (HAP).

Bahkan, harga cabai merah keriting disebut berada sekitar 18 persen di bawah HET. Secara umum, inflasi pangan juga menunjukkan penurunan menjadi 1,58 persen pada Maret 2026.

"Secara umum, harga pangan terkendali. Di saat bulan puasa, beberapa harga komoditas berada di atas HET tapi terkendali, dan inflasi pangan pun menunjukkan penurunan menjadi 1,58 persen di Maret 2026," pungkasnya.

Baca juga artikel terkait PANGAN atau tulisan lainnya dari Hendra Friana

tirto.id - Flash News
Penulis: Hendra Friana
Editor: Hendra Friana