tirto.id - Fenomena gerhana bulan total terjadi pada Selasa, 3 Maret 2026, yang bertepatan dengan 14 Ramadhan 1447 H versi Muhammadiyah atau 13 Ramadhan 1447 H versi Pemerintah dan Nahdlatul Ulama (NU). Terkait peristiwa ini, umat Islam Indonesia dianjurkan untuk melaksanakan sholat gerhana (khusuf) selama fase gerhana berlangsung dan dapat diamati.
Pertanyaan yang banyak muncul, sholat gerhana Ramadhan 2026 jam berapa? Gerhana bulan total pada Selasa (3/3) ini dapat diamati di seluruh wilayah Indonesia. Gerhana bulan terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus sehingga cahaya Matahari yang menuju Bulan terhalang oleh Bumi. Ketika puncak gerhana terjadi, bulan akan tampak berwarna merah jika langit cerah.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan di laman resminya bahwa puncak gerhana bulan total ini akan berlangsung pada 19.03.23 WIB atau setara 20.03.23 WITA dan sama dengan 21.03.23 WIT.
Gerhana bulan total kali ini memiliki durasi sekitar 5 jam 41 menit 51 detik. Gerhana pada Selasa (3/3) dimulai sejak fase penumbra pukul 15.42 WIB dan berakhir pada 21.24 WIB.
Sholat Gerhana Ramadhan 2026 Hari Apa & Jam Berapa?
Gerhana bulan total pada Selasa, 3 Maret 2026 ini bertepatan dengan 13 Ramadhan 1447 H versi NU. Dikutip dari NU Online, Wakil Sekretaris Lembaga Falakiyah (LF) PBNU, Ma'rufin Sudibyo menyebutkan bahwa ada puncak gerhana, cakram Bulan sepenuhnya masuk ke dalam bayangan inti Bumi. Kondisi ini membuat Bulan tampak meredup hingga berwarna merah gelap, tergantung pada kondisi atmosfer.
Fenomena gerhana bulan total ini tidak sepenuhnya terlihat sama di seluruh wilayah. Kepulauan Maluku dan Papua dapat menyaksikan seluruh fase gerhana, sementara wilayah lain hanya melihat sebagian fase sejak Matahari terbenam. Terkait ibadah, gerhana bulan total ini menjadi dasar pelaksanaan sholat khusuf yang dianjurkan selama gerhana terlihat secara kasat mata.
LF PBNU juga memberikan rincian waktu sholat gerhana bulan 3 Maret 2026 berdasarkan zona waktu di Indonesia.
- Waktu Indonesia bagian barat (WIB) pada magrib sampai 20.17 WIB
- Waktu Indonesia bagian tengah (WITA) pada magrib sampai 21.17 WITA
- Waktu Indonesia bagian timur (WIT) pada 18.50–22.17 WIT
Berdasarkan hasil hisab, waktu pelaksanaan sholat gerhana bulan 3 Maret 2026 menyesuaikan fase gerhana yang tampak di wilayah masing-masing. Bagi kalangan Muhammadiyah yang berada di wilayah WIB dan WITA, sholat gerhana bulan dapat dilaksanakan setelah sholat magrib hingga berakhirnya gerhana. Berikut ini rinciannya:
- WIB: setelah sholat magrib hingga pukul 20.17.10
- WITA: setelah sholat magrib hingga pukul 21.17.10
Tata Cara Sholat Gerhana Bulan Ramadhan 2026
Sholat gerhana bulan dapat dilakukan sendiri ataupun berjamaah. Namun, sholat khusuf ini dianjurkan dikerjakan secara berjamaah.
Pelaksanaannya pun cukup berbeda dari sholat pada umumnya karena bacaan surat Al-Fatihah dan rukuk pada sholat ini dilakukan dua kali di setiap rakaatnya. Setelah rukuk pertama, kembali berdiri untuk membaca surat Al-Fatihah dan ayat lain. Kemudian, rukuk lagi dan dilanjurkan dengan iktidal.
Adapun sebelum sholat, imam atau jamaah juga harus membaca niat terlebih dahulu. Berikut ini bacaan niat sholat gerhana bulan:
أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا/مَأمُومًا لِلّٰهِ تَعَالَى
(Ushallî sunnatal khusûfi rak‘ataini imâman/makmûman lillâhi ta‘âlâ.)
Artinya: “Aku niat sholat sunah khusuf (gerhana bulan) dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah Ta'ala.”
Selanjutnya, berikut ini tata tertib sholat sunah gerhana bulan:
- Niat di dalam hati ketika takbiratul ihram.
- Mengucap takbir ketika takbiratul ihram sambil niat di dalam hati.
- Membaca ta'awudz dan surat Al-Fatihah.
- Membaca surat Al-Baqarah atau selama surat itu atau surat pendek lainnya yang dibaca dengan jahr (lantang).
- Rukuk dengan membaca tasbih dengan durasi sebaiknya selama membaca 100 ayat surat Al-Baqarah.
- Iktidal dengan tidak membaca doa iktidal, tapi baca surat Al-Fatihah kembali.
- Setelah itu, dianjurkan membaca surat Ali Imran atau selama surat itu.
- Rukuk (lagi) dengan membaca tasbih, dianjurkan selama membaca 80 ayat surat Al-Baqarah.
- Iktidal dan baca doa iktidal.
- Sujud dengan membaca tasbih selama rukuk pertama.
- Duduk di antara dua sujud.
- Sujud kedua dengan membaca tasbih selama rukuk kedua.
- Duduk istirahat atau duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua.
- Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat pertama. Perbedaannya, pada rakaat kedua pada berdiri pertama itu dianjurkan membaca surat An-Nisa, sedangkan pada berdiri kedua dianjurkan membaca surat Al-Maidah.
- Salam.
- Imam atau orang yang diberi wewenang, menyampaikan dua khutbah sholat gerhana dengan tausiyah agar jemaah beristigfar, semakin bertakwa kepada Allah, bertaubat, bersedekah, memerdekakan budak (membela kelompok marjinal), dan sebagainya.
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Fitra Firdaus
Masuk tirto.id


































