tirto.id - Dalam shalat tarawih bulan Ramadhan 2026, salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah: kapan doa qunut witir mulai dibaca? Secara umum, umat Islam di Indonesia yang mengikuti Mazhab Syafi'i, terutama kalangan Nahdlatul Ulama (NU), menjalankan sunah membaca doa qunut pada separuh kedua bulan Ramadhan. Praktik ini dilakukan pada rakaat terakhir salat witir setelah rangkaian salat tarawih.
Selama bulan Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan ibadah shalat tarawih pada malam hari setelah shalat isya. Dalam pelaksanaannya, jemaah shalat isya dilanjutkan dengan tarawih, dan ditutup dengan witir sejumlah 3 rakaat.
Dalam paruh terakhir Ramadhan, ada amalan tambahan saat shalat witir, yaitu doa qunut witir. Doa yang berisi permohonan petunjuk, perlindungan, dan keberkahan ini adalah perwujudan kerendahan hati seorang hamba yang mengharap ampunan di pengujung malam-malam penuh kemuliaan.
Secara bahasa, qunut memiliki makna berdiri lama, diam, taat, tunduk, atau khusyuk. Terkait doa qunut witir, amalan ini dimaknai sebagai upaya seorang muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt., mengingat waktu yang makin mendekati sepuluh malam terakhir atau Lailatul Qadar.
Menurut mazhab Syafi'i, doa qunut witir dianjurkan dibaca setelah rukuk pada paruh terakhir Ramadhan. Sementara itu, mazhab Hambali juga menghukumi sunah qunut setelah rukuk.
Berikutnya, mazhab Maliki tidak memasukkan doa qunut sebagai bagian dari salat witir. Adapun mazhab Hanafi menetapkan, qunut witir dilakukan sebelum rukuk pada rakaat ketiga setiap kali salat witir.
Oleh karena itu, memahami kapan waktu yang tepat untuk memulainya menjadi krusial agar ibadah berjalan sesuai dengan tuntunan fikih yang diyakini.
Lalu, doa qunut witir dibaca pada malam ke berapa saat bulan Ramadhan 1447 H/2026 ini? Simak penjelasannya beserta bacaan doa qunut witir dalam bahasa Arab dan terjemahannya.
Qunut Tarawih Ramadhan 2026 Malam ke Berapa?
Doa qunut witir biasanya dibaca pada separuh akhir bulan Ramadhan atau sejak hari ke-15. Hukum membacanya yakni sunah atau sangat dianjurkan menurut mazhab Imam Syafi'i.
Doa qunut witir dibaca ketika rakaat terakhir salat witir, tepatnya yakni setelah rukuk atau saat iktidal. Biasanya, umat Islam menunaikan salat witir sebanyak 3 rakaat setelah salah tarawih.
Mengacu pada hasil Sidang Isbat 2026 dan ikhbar PBNU yang menyatakan bahwa 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada 19 Februari 2026, artinya hari ke-15 Ramadhan bertepatan dengan Kamis, 5 Maret 2026.
Artinya, umat Islam dapat membaca doa qunut witir mulai Kamis, 5 Maret 2026 malam hari atau malam ke-16 Ramadhan 1447 H. Doa qunut witir ini dibaca hingga malam terakhir Ramadhan 2026, yakni paling cepat 19 Maret 2026 jika Ramadhan 29 hari, atau 20 Maret 2026 jika Ramadhan 30 hari.
- Awal Pelaksanaan Qunut Witir: Malam ke-16 Ramadhan 1447 H.
- Tanggal Masehi: Kamis malam, 5 Maret 2026.
- Waktu: Setelah salat Isya dan Tarawih, tepatnya pada rakaat terakhir salat Witir.
- Akhir Pelaksanaan: Terus dibaca setiap malam hingga malam terakhir Ramadhan (sekitar tanggal 19 atau 20 Maret 2026).
Bacaan Qunut Tarawih Ramadhan Arab, Latin, & Terjemahan
Qunut merupakan bacaan doa yang berisi permohonan berkah, ampunan, dan perlindungan kepada Allah Swt. Doa qunut witir dilakukan ketika rakaat terakhir salat, yakni setelah rukuk (iktidal) dan sebelum sujut pertama.
Saat membaca doa qunut witir, kedua tangan diangkat sebagaimana posisi berdoa. Berikut ini bacaan doa qunut witir jika salat berjamaah dalam bahasa Arab, huruf latin, beserta artinya.
اَللّهُمَّ اهْدِنَا فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنَا فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنَا فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لًنَا فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنَا شَرَّمَا قَضَيْتَ فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَ يْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
(Allahummahdinâ fii man hadait. Wa ‘âfinâ fii man ‘âfait. Wa tawallanâ fii man tawallait. Wa bâriklanâ fii mâ a‘thait. Wa qinâ syarra mâ qadhait. Fa innaka taqdhî wa lâ yuqdhâ ‘alaik. Wa innahû lâ yadhillu man wâlait. Wa lâ ya‘izzu man ‘âdait. Tabârakta rabbanâ wa ta‘âlait. Fa lakal hamdu a’lâ mâ qadhait. Wa astagfiruka wa atûbu ilaik. Wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘alâ âlihi wa shahbihi wa sallam.)
Artinya: "Ya Allah, berikanlah petunjuk kepada kami sebagaimana mereka yang telah Engkau tunjukkan. Dan berilah kesehatan kepada kami sebagaimana mereka yang Engkau telah berikan kesehatan. Dan peliharalah kami sebagaimana orang yang telah Engkau peliharakan. Dan berikanlah keberkahan kepada kami pada apa-apa yang telah Engkau karuniakan. Dan selamatkan kami dari bahaya kejahatan yang Engkau telah tentukan. Maka, sesungguhnya Engkaulah yang menghukum dan bukan terkena hukum. Maka sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin. Dan tidak mulia orang yang Engkau memusuhinya. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha tinggi Engkau. Maka bagi Engkau segala pujian di atas yang Engkau hukumkan. Aku memohon ampun dari Engkau dan aku bertaubat kepada Engkau. (Dan semoga Allah) mencurahkan rahmat dan sejahtera untuk junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga, dan sahabatnya."
Sementara itu, berikut ini bacaan doa qunut witir jika salat sendiri dalam bahasa Arab, huruf latin, beserta artinya.
اَللّٰهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ، وَقِنِيْ شَرَّمَا قَضَيْتَ، فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ، وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ، فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ، وَاسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
(Allahummahdinii fiiman hadayt. Wa ‘aafinii fiiman ‘aafayt. Wa tawallanii fiiman tawallayt. Wa baariklii fiiman a’thoyt. Waqinii syarra maa qadhayt. Fa innaka taqdhî wa lâ yuqdhâ ‘alaik.
Wa innahu laa yadzillu man waalayt. Walaa ya’izzu man ‘aadayt. Tabaarakta robbanaa wa ta’aalayt. Fa lakal hamdu a’la ma qadhait. Wa astagfiruka wa atuubu ilaik.
Wa shallallâhu ‘alâ sayyidinaa Muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallam.)
Artinya: “Ya Allah, berikanlah aku petunjuk sebagaimana Engkau memberikan petunjuk (kepada selainku). Berilah keselamatan sebagaimana Engkau memberikan keselamatan (kepada selainku). Rawatlah aku sebagaimana Engkau merawat orang lain. Berilah keberkahan kepadaku pada semua pemberian-Mu. Lindungilah aku dari kejelekan takdir-Mu. Sesungguhnya Engkau menakdirkan dan tidak ditakdirkan.
Dan sesungguhnya tidak terhinakan orang yang menjadikan Engkau sebagai wali, dan tidak mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Suci dan Maha Tinggi Engkau, wahai Rabb kami. Maha bagi Engkau segala pujian di atas yang Engkau hukumkan, aku memohon ampun dari Engkau dan aku bertaubat kepada Engkau.
Dan semoga Allah mencurahkan rahmat dan sejahtera ke atas junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga, dan sahabatnya.”
Tata Cara Melaksanakan Qunut Witir yang Benar
Agar ibadah Anda sah dan sempurna, perhatikan langkah-langkah teknis berikut saat melakukan doa qunut witir baik sendiri maupun berjamaah.
- Posisi: Dilakukan pada rakaat terakhir (biasanya rakaat ke-3) salat witir.
- Waktu: Dilakukan setelah bangkit dari rukuk (Iktidal), sebelum melakukan sujud pertama.
- Gerakan: Menengadahkan kedua telapak tangan di depan dada. Bagi makmum, cukup mengaminkan doa imam jika imam membacanya dengan keras (jahar).
- Kekhusyukan: Tidak perlu mengusap wajah setelah selesai membaca doa qunut, karena dalam posisi salat hal tersebut tidak disyariatkan menurut pendapat yang kuat dalam mazhab Syafi'i.
- Gerakan Berikutnya: Langsung bergerak turun untuk sujud sambil mengucap takbir.
Pembaca yang ingin mendapatkan rekomendasi artikel seputar Ramadhan 2026, dapat mengaksesnya melalui tautan ini.
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Fitra Firdaus
Masuk tirto.id


































