tirto.id - Seringai, band rock oktan tinggi asal Jakarta, mengumumkan akan merilis album baru, IV: Anastasis. Hal ini disampaikan tiga personel mereka, Arian 13 (vokal), Sammy Bramantyo (bass), dan Edy Khemod (drum) dalam acara hearing session album baru yang diadakan di Menara Kompas, Kamis (9/4).
Selain menjadi album keempat, album ini juga akan menjadi penanda fase baru dalam karier mereka selepas mangkatnya sang gitaris, Ricky Siahaan, pada 19 April 2025. Saat itu, Seringai sedang melakoni tur Wolves of East Asia Tour 2025 yang berlangsung di Taiwan dan Jepang. Tak lama setelah turun panggung di gigs terakhir yang diadakan di Wildside, Tokyo, Ricky ambruk dan meninggal di ambulans dalam perjalanan ke rumah sakit.
Perginya Ricky membuat Seringai memilih untuk vakum sejenak, sebelum akhirnya tiga personel tersisa memutuskan untuk melanjutkan band yang dibentuk pada 2002 ini. Mereka melanjutkan album yang sebelumnya sudah digarap ketika Ricky masih hidup. Seringai lantas menggandeng Angga Kusuma, gitaris Billfold dan eks Taring, sebagai gitaris tamu.
“Waktu kami pernah main bareng Taring, Ricky memang sudah senang dan memuji permainan Angga. Dia sempat bilang ke gue, kalau gue berhalangan manggung, Angga yang cocok jadi pengganti gue,” kata Arian.
Dalam penggarapan album baru ini, Angga memang terbukti bisa menjalani peran penting dalam mengisi lubang yang ditinggalkan Ricky. Selain permainan gitarnya yang sesuai dengan kebutuhan Seringai, Angga juga berperan sebagai pengingat bagi Seringai yang sudah lama tidak latihan bermain lagu-lagu baru.
“Bahkan dia lebih hapal lagu-lagu baru ini ketimbang kami,” ujar Sammy yang bertindak sebagai produser di album ini.
“Jadi dia sering mengingatkan, bukan begini mainnya, tapi begini,” kata Khemod sembari tertawa.
Selama penggarapan IV: Anastasis, Angga memainkan peralatan milik Ricky. Baik efek, rig, gitar, hingga tuning. Namun ini bukanlah usaha untuk mengejar sound ala Ricky, apalagi menggantikannya. Arian menyebut ini adalah penghormatan, dan mereka juga membebaskan Angga bermain sesuai karakternya.
“Dan kami memang juga tidak berusaha Angga harus menjadi Ricky, enggak. Apalagi kalau tangan memang beda, ya,” tutur Arian.
IV: Anastasis akan berisi 12 lagu, 11 lagu dimainkan oleh Angga, dan satu lagu berjudul “Akar” adalah satu-satunya lagu yang dimainkan oleh Ricky. “Akar” adalah lagu instrumental yang direkam di kantor Lawless, unit usaha yang dijalankan oleh Arian dan Sammy. Di lagu itu, Ricky memainkan gitar akustik yang ditodong dengan mikrofon.
Lagu lain yang turut mengundang perhatian adalah track 12, “Tirani Lagi”. Selain pengaruh death metal dan black metal serta tema yang straightforward sesuai judulnya, ini adalah lagu pertama yang mereka ciptakan tanpa Ricky.
Lagu ini sengaja ditaruh sebagai track pamungkas sebagai penutupan tirai panggung dari sebuah fase. Menurut Khemod, track 1-11 di album ini adalah lagu yang dibuat ketika Ricky masih ada. “Tirani Lagi” kemudian menjadi semacam penanda fase baru bagi mereka.
“Nah, makanya di lagu terakhir yang kita mau kasih lihat adalah what's next,” kata Khemod.
“Akar” juga jadi terasa personal karena ia bisa menggambarkan apa yang mereka sebut sebagai full circle. Bahwa Ricky mangkat di tempat yang membesarkannya, baik sebagai musisi maupun sebagai penonton ribuan konser.
“Ricky meninggal di tempat yang menurut gue akarnya dia. Seringai sering manggung di panggung-panggung besar, tapi akhirnya kami berkunjung kembali ke sebuah panggung… panggung kecil, panggung kolektif, jadi menurut gue meninggalnya itu, kembali ke roots-nya dia,” pungkas Khemod.
IV: Anastasis akan dirilis secara digital pada 16 April 2026, lalu menyusul perilisan versi fisik pada 23 April. []
Editor: Nuran Wibisono
Masuk tirto.id


































