Menuju konten utama

Salat Id di Balai Kota Jadi Potret Inklusifnya Kota Jakarta

Dari pesan silaturahmi hingga harmoni lintas tradisi, momentum Lebaran jadi momen untuk mempertegas identitas Jakarta sebagai kota majemuk.

Salat Id di Balai Kota Jadi Potret Inklusifnya Kota Jakarta
(Ki-ka) Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin, Gubernur Pramono Anung, Wakil Presiden RI ke-13 KH. Ma'ruf Amin, dan Wakil Gubernur Rano Karno. FOTO/dok.DDJP
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Salat Idulfitri 1447 di Halaman Balaikota DKI Jakarta pada Sabtu (21/3/2026), berjalan dengan khidmat dan khusyuk.

Dalam pelaksanaan Salat Id tersebut, Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin hadir bersama jajaran pemerintah daerah dan masyarakat.

Sejumlah pejabat juga tampak mengikuti salat, di antaranya Gubernur Pramono Anung, Wakil Gubernur Rano Karno, serta Wakil Presiden ke-13 RI KH Ma’ruf Amin yang bertindak sebagai khatib.

Dalam kesempatan itu, Khoirudin menyebut, tema khutbah yang disampaikan relevan dengan kondisi Jakarta sebagai kota majemuk untuk selalu menguatkan nilai kebersamaan.

“Tema khutbah tadi berkaitan dengan merajut silaturahmi dalam simfoni kemenangan untuk Jakarta yang fitrah. Hal tersebut sangat tepat,” papar Khoirudin.

Ia juga menyoroti semakin terasa kuatnya semangat inklusivitas di Jakarta, terutama melalui berbagai momentum keagamaan yang berjalan berdampingan.

“Hari ini Jakarta semakin inklusif. Nilai Bhinneka Tunggal Ika tergambar jelas dan hal tersebut menunjukkan semangat pemerintah daerah menuju kota global,” imbuhnya.

Menurut Khoirudin, beragam kegiatan lintas agama yang berlangsung di Jakarta dapat menjadi cerminan nyata toleransi.

“Terlihat dari rangkaian kegiatan seperti Festival Bedug, kemudian perayaan Ogoh-ogoh saat Nyepi bagi umat Hindu. Banyak momentum keagamaan yang dirasakan di Jakarta,” jelasnya.

Sementara itu, dalam khutbahnya, KH Ma’ruf Amin menekankan pentingnya memperkuat hubungan antarsesama sebagai bagian dari nilai utama Idulfitri.

“Silaturahmi bukan sekadar kunjungan, tetapi modal sosial peradaban,” ujar Ma’ruf Amin.

Ia juga mengingatkan bahwa persatuan menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan yang harmonis.

“Orang beriman itu bersaudara. Karena itu, silaturahmi harus terus dijaga untuk memperkuat ukhuwah,” jelas Ma’ruf Amin.

Pelaksanaan Salat Id di Balai Kota berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan, sekaligus menjadi refleksi bersama untuk menjaga harmoni di tengah keberagaman Jakarta.

Kuliner Khas Sayur Besan hingga Tradisi Berbagi

Bagi banyak orang, Lebaran tak lepas dari kenangan rasa di meja makan. Hal serupa juga dirasakan Khoirudin, yang mengingat momen hari raya lewat hidangan khas Betawi, sayur besan.

Hidangan ini dikenal dengan racikan beragam bahan seperti pepaya muda, jagung terubuk, kol, kentang, hingga ebi yang memberi cita rasa gurih khas. Kombinasi tersebut menghasilkan rasa yang kaya dan akrab di lidah.

“Rasanya sangat sedap,” ujar Khoirudin usai Salat Id di Balai Kota, Sabtu (21/3).

Kuah kental dengan sentuhan ebi menghadirkan perpaduan rasa gurih dan manis alami dari sayuran, menjadikan sayur besan lekat dengan suasana Lebaran.

“Itu kuliner khas Betawi,” terang Khoirudin.

Di balik hidangan tersebut, tersimpan memori masa kecil yang terus terjaga. Bagi Khoirudin, Lebaran bukan hanya soal makanan, tetapi juga tradisi berbagi yang sederhana namun bermakna.

“Saat Lebaran, jika ada anak-anak, saya juga memberikan persenan atau bagi-bagi,” ungkap Khoirudin.

Tradisi tersebut menjadi cara untuk menjaga kehangatan hari raya. Di tengah perubahan zaman, kebiasaan berbagi dan berkumpul tetap menjadi inti dari perayaan Lebaran.

Melalui kenangan akan sayur besan dan tradisi berbagi, Lebaran bagi Khoirudin bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ruang untuk merawat kebersamaan di tengah masyarakat Jakarta yang beragam.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis