tirto.id - Surabaya – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul melaksanakan Salat Idulfitri di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada Senin (21/3/2026) pagi. Ribuan jamaah memadati kawasan masjid nasional tersebut dalam suasana khidmat, hangat, dan penuh kebersamaan.
Dalam kesempatan itu, Gus Ipul hadir didampingi sang istri, Fatma Saifullah Yusuf, serta tiga putranya. Sejumlah pejabat daerah juga turut hadir mengikuti pelaksanaan salat, di antaranya Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak.
Bagi Gus Ipul, momen kembali menunaikan Salat Idulfitri di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya tahun ini terasa istimewa. Ia mengungkapkan rasa syukurnya karena dapat pulang kampung dan merayakan Hari Raya bersama masyarakat Jawa Timur.
“Kesempatan untuk bisa kembali salat Idulfitri di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya hari ini tentu menjadi kebahagiaan tersendiri. Saya berterima kasih kepada Bapak Presiden yang mengizinkan kami pulang kampung, sehingga bisa ikut salat Idulfitri di sini bersama begitu banyak jamaah,” kata Gus Ipul usai salat.
Gus Ipul juga menggambarkan suasana Idulfitri di Masjid Al Akbar Surabaya yang terasa hidup, terutama saat momen bersalam-salaman dengan jamaah usai salat.
“Setelah selesai salat, kita bisa bersalam-salaman dengan jamaah. Terasa sekali bahwa ini benar-benar Lebaran,” ujarnya.
Mensos juga turut mengapresiasi isi khutbah Idulfitri yang menurutnya sarat pesan moral. Menuturtnya, Khatib mengajak umat Islam untuk menjadi pribadi yang positif, bermanfaat bagi sesama, sertap mampu menjadi bagian dari solusi.
“Khutbahnya juga cukup bagus, luar biasa sekali. Disampaikan dengan sangat baik bahwa setelah kita melewati puasa dan sekarang memasuki Idulfitri, kita harus menjadi muslim yang berdampak, muslim yang bermanfaat untuk orang lain, dan muslim yang bisa menjadi solusi, bukan menjadi problem,” kata dia.
Ia menilai pesan tersebut relevan dengan kondisi global saat ini, termasuk konflik yang terjadi di Timur Tengah. Karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga semangat kerukunan, kebersamaan, dan saling menguatkan.
“Di tengah berbagai persoalan global, salah satunya perang di Timur Tengah, kita membutuhkan semangat kerukunan, kebersamaan, dan saling menguatkan satu sama lain,” ujarnya.
Gus Ipul juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Emil Dardak, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Salat Idulfitri di Masjid Al Akbar. Ia menilai koordinasi yang baik membuat rangkaian ibadah berjalan tertib dan lancar.
“Saya mengapresiasi Gubernur dan Wakil Gubernur, juga semua pihak, mulai dari polisi, petugas, sampai panitia yang telah merencanakan dan berkoordinasi dengan baik di lapangan. Sehingga menuju ke tempat ini cukup lancar dan jamaah bisa tertib mengikuti kegiatan dengan baik,” kata Gus Ipul.
Menurutnya, suasana kondusif selama Ramadan hingga Idulfitri merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat. Ia menambahkan, modal sosial tersebut penting untuk terus dijaga dalam membangun masa depan bangsa.
“Semua pihak sesungguhnya punya peran dalam menciptakan suasana yang kondusif, sehingga selama sebulan kemarin kita bisa beribadah dengan baik, khusyuk, penuh toleransi. Mudah-mudahan ini menjadi modal kerukunan yang kuat untuk membangun Indonesia di masa yang akan datang,” kata dia.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id































