tirto.id - Beredar sejumlah infomasi di sosial media Facebook dan Instagram yang menyebut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, mengatakan bahwa banyak rakyat yang meminta pemerintah untuk menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Infomasi tersebut termuat dalam sebuah konten yang salah satunya diunggah oleh akun Facebook bernama "Vlog bang eddy" (arsip) pada Jumat (14/8/2026).
Unggahan tersebut memuat gambar Bahlil yang tengah melakukan doorstop bersama sejumlah awak media serta memuat tulisan 'Harga BBM Pertamina Naik?Bahlil: "Banyak Rakyat yg Minta Pemerintah Harus Naikkan Harga BBM" NETIZEN: "RAKYAT MANA YG MAU MENGHANCURKAN DAPUR SENDIRI?? RAKYAT YG 58% PUN OGAH BBM NAIK'
Kemudian, pada caption postingan, pemilik akun menuliskan 'Rakyat yang mana Lil yang elu maksud?? Apa yang 58% ya'. Hingga Kamis (20/8/2026) unggahan tersebut telah mendapatkan 388 like, 782 komentar, dan 25 membagikan ulang.
Konten yang sama juga diunggah oleh akun Instagram bernama @menaradewa sehari sebelumnya. Juga pada akun Facebook "Ilham Syahputr", dan "MrJarong Blackoval".
Lantas, benarkah Bahlil mengatakan bahwa banyak rakyat yang meminta kenaikan harga BBM?

Penelusuran Fakta
Untuk memastikan fakta atas klaim dalam unggahan tersebut, Tirto mula-mula menelusuri dengan kata kunci 'Bahlil mengatakan rakyat meminta kenaikan harga BBM' dan 'Kenaikan harga BBM' melalui mesin pencari Google.
Hasil penelusuran tidak menemukan pemberitaan dari media kredibel maupun keterangan resmi yang membenarkan klaim bahwa Bahlil mengatakan hal tersebut.
Tirto melaporkan, bahwa Pertamina Patra Niaga mengumumkan kenaikan harga produk bahan bakar minyak jenis Pertamax dan Pertamax Green mulai 10 Juni 2026. Harga bahan bakar non-subsidi Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter dan Pertamax Green 95 (RON 95) naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
"Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah," kata Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, sebagaimana dikutip dari Antara, Rabu (10/6/2026).
Selain itu, berdasarkan situs resmi Kementerian ESDM, pada Kamis (16/8/2026), pemerintah memastikan BBM bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026. Bahlil mengatakan, keputusan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto setelah lawatan ke Rusia dan Prancis.
Lebih lanjut, dengan menggunakan teknik reverse image search, diketahui bahwa foto yang digunakan dalam unggahan tersebut, merupakan foto Bahlil saat memberikan keterangan pers kepada awak media pada tahun 2024. Gambar tersebut identik dengan gambar Bahlil pada pemberitaan laman detiknews.
Dalam pemberitaan itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan keterangan kepada awak media perihal pembentukan Satgas Hilirisasi untuk mengoordinasikan dan mempercepat hilirisasi di berbagai sektor.
Keterangan tersebut ia berikan setelah membuka acara Indonesia Mining Summit di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (4/12/2024). "Kemarin Bapak Presiden dalam arahannya, dalam rangka melakukan percepatan hilirisasi, Bapak Presiden kan sangat fokus betul untuk terkait hilirisasi, maka dipandang perlu untuk dibuatkan satgas, dan sekarang prosesnya lagi berjalan," demikan kata Bahlil dalam keterangan persnya.
Bahlil mengatakan, Satgas Hilirisasi berisi sejumlah kementerian teknis, dan tidak hanya di sektor pertambangan. Beberapa kementerian yang disebutkan sebagai anggota Satgas Hilirisasi di antaranya Kementerian Pertanian, Kementerian Perikanan, hingga Kementerian Kehutanan.
Menurutnya, Satgas Hilirisasi juga bertugas menyelesaikan perizinan lintas sektor agar semakin terpadu. Bahlil mengatakan, Presiden Prabowo tidak ingin ego sektoral terjadi dalam percepatan hilirisasi.
Dalam kesempatan itu, Bahlil Lahadalia sama sekali tidak mengatakan bahwa banyak rakyat yang meminta pemerintah untuk menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Jadi, bisa disimpulkan, klaim yang beredar pada unggahan yang viral tersebut adalah salah dan tidak berdasarkan fakta yang kredibel.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelusuran fakta Tirto, klaim yang menyebut bahwa Bahlil mengatakan rakyat meminta kenaikan harga BBM adalah salah dan menyesatkan atau false and misleading.
Tidak ditemukan pemberitaan dari media kredibel atau sumber-sumber fakta yang dapat dipercaya, bahwa Bahlil mengatakan hal tersebut.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Editor: Tim Riset Tirto
Masuk tirto.id


































