tirto.id - Sejumlah warga di Kampung Rambutan, Kelurahan Tukka, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah tampak sibuk. Beberapa mulai berupaya menyelamatkan harta benda, termasuk pakaian mereka. Di antara warga, beberapa terlihat mencuci pakaian seadanya, dengan air kotor yang keruh kecokelatan sisa-sisa banjir.
Asri adalah salah satu warga yang mencuci dengan air kotor. Ia mengaku terpaksa mencuci pakaian dengan air keruh karena sudah tidak memiliki air bersih yang layak untuk mencuci.
"Nanti kalau lumpurnya hilang, harapannya bisa dicuci lebih bersih lagi," kata Asri pada Kamis (4/12/2025).
Pakaian-pakaian itu baru saja diselamatkan Asri dari rumahnya. Asri pun bercerita kondisi rumahnya masih terendam lumpur pascabanjir. "Rumah kami ada di depan, semuanya terendam lumpur," kata Asri seraya menunjukkan rumahnya yang juga ikut terendam banjir.
Asri mengungkapkan, beberapa anggota keluarganya tengah berupaya membersihkan kotoran di rumahnya akibat banjir agar bisa segera beraktivitas normal. Sambil menunggu rumah kembali bersih, Asri dan keluarga memutuskan mengungsi ke kediaman kerabatnya. Ia mengaku tinggal di rumah kakeknya yang berlokasi aman banjir.
"Saya menginap di rumah kakek, jaraknya tidak jauh dari sini," jelasnya.
Aktivitas mencuci pakaian di air keruh bukan hanya dialami oleh Asri maupun warga di Kampung Rambutan, tetapi juga di wilayah lain. Meski banjir sudah surut, mereka terpaksa mencuci di air keruh karena ketiadaan listrik untuk memompa air dari sumur atau mengalirkan air dari PAM.
Penulis: Irfan Amin
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id





























