tirto.id - Rumor Carlo Ancelotti tinggalkan Real Madrid di akhir musim 2024-25 kembali menguat. Hal itu setelah adanya kabar dari jurnalis kenamaan Italia yakni Fabrizio Romano bahwa Ancelotti telah sepakat menangani Timnas Brasil.
Menurut laman Transfermarkt, Ancelotti sebenarnya masih memiliki kontrak di Real Madrid hingga 2026. Namun dengan adanya kabar terbaru dari Romano, Ancelotti sepertinya memang tidak akan menyelesaikan kontraknya tersebut.
"Carlo Ancelotti dan Brasil telah mencapai kesepakatan prinsip untuk pelatih Italia itu menjadi pelatih kepala Selecao di Piala Dunia 2026. Kesepakatan berlaku mulai Juni, bukan setelah Piala Dunia Antarklub. Real Madrid dan Ancelotti akan berpisah secara baik-baik dengan langkah formal nantinya," kata Romano di akun X miliknya.
Di sisi lain posisi pelatih di Timnas Brasil saat ini sedang kosong setelah ditinggal Dorival Júnior pada 28 Maret 2025. Dorival pergi meninggalkan tim setelah Brasil dihajar Argentina 4-1 dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 tiga hari sebelumnya.
Jika kabar yang dihembuskan Romano benar, akan menjadi pengalaman pertama Ancelotti melatih sebuah tim nasional. Pasalnya sejak melatih 30 tahun lalu Ancelotti hanya berkarir di level klub bersama Reggiana, Parma, Juventus, Milan, Chelsea, PSG, Bayern Munchen, Napoli, Everton, dan Real Madrid.
"Federasi Sepakbola Brasil berharap Ancelotti sudah bergabung dengan Selecao pada minggu pertama Juni. Ini selalu menjadi syarat utama bagi Brasil: tanda tangan kontrak sebelum Piala Dunia Antarklub, bukan menunggu hingga Juli. Langkah formal akan segera menyusul," tambah Romano.
Pelatih Tersukses Real Madrid
Ancelotti mungkin tidak akan mengakhiri karirnya di Real Madrid. Namun hal itu tidak mengaburkan fakta bahwa ia adalah pelatih tersukses dalam sejarah klub. Parameternya tentu saja merupakan gelar juara yang diberikan pelatih berjuluk Don Carlo itu.
Ancelotti tercatat melatih Madrid dalam dua periode. Pertama pada tahun 2013-2015 dan 2021 hingga sekarang. Enam tahun melatih Los Blancos, Ancelotti mampu mempersembahkan 15 gelar juara di berbagai kompetisi.
Trofi terbanyak yang diberikan Ancelotti adalah Liga Champions dan Piala Super Eropa, masing-masing tiga gelar. Trofi UCL didapat Ancelotti bersama Madrid musim 2013-14, 2021-22, dan 2023-24. Sedangkan tiga gelar Piala Super Eropa diraih tahun 2014, 2022, dan 2024.
Selain itu Ancelotti juga memberikan dua gelar LaLiga musim 2021-22 dan 2023-24. Ada juga dua gelar Copa del Rey 2013-14 dan 2022-23, dua gelar Piala Super Spanyol tahun 2022 dan 2024, serta dua gelar Piala Dunia Antarklub tahun 2014 dan 2022. Sedangkan satu trofi lainnya adalah Piala Interkontinental 2024.
Gelar juara dari Piala Interkontinental itu yang membuat Ancelotti resmi menjadi pelatih Real Madrid dengan koleksi trofi terbanyak. Piala Interkontinental sendiri digelar pada 22 September hingga 18 Desember 2024. Namun Madrid hanya bermain di partai final melawan Pachuca pada 18 Desember dan menang 3-0.
Trofi itu membuat Ancelotti resmi melangkahi Miguel Muñoz yang sebelumnya memberikan 14 gelar juara pada Madrid. Muñoz meraih sembilan trofi LaLiga, dua Copa del Rey, dua UCL, dan satu Piala Interkontinental.
Ancelotti juga mengungguli Zinedine Zidane dengan koleksi 11 trofi ketika melatih Real Madrid. Zidane mempersembahkan tiga trofi UCL, dua LaLiga, dua Piala Super Spanyol, dua Piala Super Eropa, dan dua Piala Dunia Antarklub.
Siapa Pengganti Ancelotti?
Jika benar Ancelotti memutuskan hengkang melatih Timnas Brasil, lantas siapa penggantinya di Real Madrid? Sejauh ini beberapa nama telah dirumorkan menjadi suksesor Ancelotti, termasuk Xabi Alonso.
Sosok yang kini melatih Bayer Leverkusen itu bisa menjadi kandidat tepat bagi Madrid. Dalam usia yang tergolong muda sebagai pelatih yaitu 43 tahun, Alonso terhitung sukses di Leverkusen.
Tiga gelar juara ia berikan bagi Leverkusen tahun 2024 lalu yakni Liga Jerman, DFB Pokal, dan Piala Super Jerman. Alonso juga nyaris membawa Leverkusen menjuarai Europa League di tahun yang sama jika tidak dikalahkan Atalanta di final.
Selain itu Alonso juga sudah paham kultur di klub Real Madrid. Pasalnya, Alonso pernah lima musim membela Madrid sebagai pemain. Selama periode itu Alonso meraih beberapa trofi seperti dua Copa del Rey, satu gelar LaLiga, satu trofi Liga Champions, dan satu Piala Super Spanyol.
Faktor lain yang membuat Alonso menjadi favorit adalah ia dua kali dilatih oleh Ancelotti ketika menjadi pemain. Pertama di Real Madrid tahun 2013-2014 dan di Bayern Munchen tahun 2016-2017.
Selain Alonso, beberapa nama lain juga masuk bursa calon pelatih Madrid. Misalnya saja Jürgen Klopp dan Santiago Solari. Klopp saat ini menjabat sebagai Head of Global Football di Red Bull.
Sedangkan Solari saat ini dikabarkan belum memiliki klub usai melatih Club América pada 2022 lalu. Solari sendiri sangat kental dengan aroma Madrid karena pernah menjadi pemain di sana tahun 2000-2005. Solari juga pernah melatih Real Madrid Castilla tahun 2016-2018 dan sempat melatih tim utama pada 30 Oktober 2018 hingga 11 Maret 2019.
Penulis: Wan Faizal
Editor: Oryza Aditama
Masuk tirto.id


































