tirto.id - Sejumlah massa yang tersulut emosi membakar sebuah rumah di Brantiraya, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, pada Kamis (31/7/2025), siang. Rumah tersebut milik terduga pelaku pembunuhan seorang staf atau pegawai koperasi.
Amarah warga memuncak setelah beredar informasi bahwa rumah tersebut merupakan lokasi terakhir yang didatangi korban sebelum menghilang secara misterius.
Suasana di lokasi berubah mencekam ketika sejumlah massa mendatangi rumah terduga pelaku. Situasi tak terkendali dan rumah itu pun dibakar. Api dengan cepat melahap bangunan tersebut.
Kepala Bidang Dinas Pemadam kebakaran dan penyelamatan Lampung Selatan, Rully Fikriansyah, membenarkan bahwa terjadi kebakaran di daerah tersebut.
"Benar, petugas telah melaksanakan pemadaman kebakaran rumah yang beralamat di Branti Raya kecamatan Natar Lampung Selatan," kata Rully.
Rully pun mengonfirmasi, petugas menerima laporan kebakaran pada sebuah rumah yang disebabkan oleh amukan massa.
Penyebab rumah itu terbakar akibat amuk massa," ujar Rully.
Kini, situasi di lokasi rumah tersebut sudah dalam keadaan kondusif.
Sebelumnya sesosok mayat ditemukan di sungai wilayah Kampung Kroya, Dusun Sukarame, Desa Haduyang, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, pada Kamis (31/7/2025). Diduga, mayat tersebut adalah Pandra yang merupakan pegawai koperasi dan tengah dikabarkan hilang.
Dalam video yang beredar di jejaring sosial chat WhatsApp, terlihat kondisi jenazah tengah mengapung dengan posisi tangan terlipat di bagian perut. Saat ditemukan, jenazah memakai jaket berwarna merah dan celana jeans biru.
Kabar penemuan mayat di sungai daerah Natar Lampung Selatan itu dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari.
"Benar, ditemukan sesosok jenazah terapung di sungai Desa Haduyang," kata Kombes Pol Yuni.
Menurutnya tim gabungan dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung, Polres Lampung Selatan, dan Polsek Natar telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi mayat tersebut.
"Proses evakuasi masih berlangsung. Kami juga melibatkan Basarnas karena kondisi medan yang licin akibat hujan," ujarnya.
Lanjut Kabid Humas Polda, hingga kini identitas jenazah belum diketahui dan pihaknya masih menunggu hasil autopsi.
"Jenazah akan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung untuk dilakukan autopsi guna mengetahui penyebab kematian," tuturnya.
Ia memastikan, aparat kepolisian akan terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas korban dan kronologi kejadian.
"Saat ini kami fokus pada olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menggali keterangan dari saksi-saksi di sekitar lokasi. Kami juga akan menelusuri kemungkinan adanya laporan orang hilang," tutupnya.
=====
Infokyai News adalah akun IG City Info yang merupakan bagian dari #KolaborasiJangkarByTirto.
Penulis: Infokyai News
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id

































