Menuju konten utama

Romahurmuzy: PPP Ada 8 Calon Ketum, Sudah Bergerilya Cari Suara

Romahurmuzy mendorong agar Mardiono selaku Plt Ketum PPP perlu diganti karena gagal mempertahankan PPP di Senayan dalam Pemilu 2024 lalu.

Romahurmuzy: PPP Ada 8 Calon Ketum, Sudah Bergerilya Cari Suara
Romahurmuziy. tirto.id/Andhika Krisnuwardhana

tirto.id - Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP, Romahurmuziy, mengungkapkan sejumlah calon ketua umum PPP telah bergerilya mencari dukungan suara untuk menjadi pengganti Mardiono di kepengurusan mendatang. Dia menyebut telah ada delapan nama yang mencuat untuk diusung menjadi ketua umum PPP, tiga dari internal dan lima dari eksternal.

"Tentu nama-nama yang muncul tingkat agresivitasnya berbeda. Ada yang sudah sosialisasi dengan DPW atau DPC. Ada yang baru sowan para sesepuh ulama. Ada yang sudah konsolidasi. Ada yang sudah niat, kemudian ngerem. Bahkan ada yang diunggulkan tapi masih ditunggu kesediaannya, tapi setidaknya komunikasi itu ada," kata Romahurmuziy, dalam keterangan pers kepada Tirto, Rabu (14/5/2025).

Kedelapan nama yang diketahui Romahurmuziy adalah Arwani Thomafi, Taj Yasin, Sandiaga Uno, Saifullah Yusuf, Dudung Abdurrachman, Abdul Rahman, Amran Sulaiman, Marzuki Alie, dan Agus Suparmanto. Namun, pihaknya masih membuka bila ada pihak lain yang ingin mencalonkan diri menjadi Ketua Umum PPP.

"Intinya, dinamika menuju muktamar ini menuju satu arah yaitu mencari ketua umum baru," kata dia.

Romahurmuziy menegaskan penolakan terhadap keberlanjutan kepemimpinan Mardiono. Menurutnya, Plt. Ketua Umum PPP tersebut telah gagal menjalankan tugasnya untuk membawa PPP masuk ke DPR RI.

"Bahwa kepemimpinan saat ini sudah gagal mempertahankan PPP di Senayan. Jadi, untuk dimajukan lagi sebagai Caketum jelas sudah sangat tidak layak. Hampir seluruh DPW dan DPC sangat setuju dengan hal ini," kata dia.

Dia juga menolak aturan lama PPP yang mensyaratkan setiap calon ketua umum harus memiliki pengalaman sebagai pengurus partai selama satu periode. Menurutnya, aturan tersebut terlalu kaku dan dapat diubah dengan persetujuan mayoritas anggota.

"Karena AD/ART itu bukan kitab suci. Dia bisa diubah tanpa syarat apapun oleh muktamirin sepanjang disetujui mayoritas dan berlaku seketika di muktamar," kata dia.

Romahurmuziy menjelaskan alasannya tak maju sebagai ketua umum. Menurutnya, PPP membutuhkan wajah baru sebagai sosok pemimpin demi mengembalikan mereka ke Senayan di 2029.

"Saya sendiri lebih memilih untuk mendorong wajah baru untuk memimpin partai. Karena PPP butuh energi baru. Energi besar, bukan untuk berjalan. Tapi untuk melompat mengatasi semua rintangan untuk kembali ke Senayan 2029," katanya.

Baca juga artikel terkait PPP atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Flash News
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Andrian Pratama Taher