Menuju konten utama

Ribuan Personel Pengamanan Gabungan Dikerahkan Kawal Demo Ojol

Para pengendara diimbau hindari 3 ruas jalan, yaitu Medan Merdeka Selatan, Medan Merdeka Barat, serta Gedung MPR/DPR RI.

Ribuan Personel Pengamanan Gabungan Dikerahkan Kawal Demo Ojol
Massa yang tergabung dalam Koalisi Ojol Nasional (KON) berunjuk rasa di Jalan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (29/8/2024). Kemenkominfo berkomitmen untuk mencari solusi yang adil dan akan segera bertemu dengan aplikator untuk membahas tuntutan pengemudi ojek daring dan kurir. ANTARA FOTO/Muhammad Ramdan/rwa.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Ribuan personel gabungan dikerahkan guna mengawal jalannya demo pegemudi ojek online (ojol) di Patung Kuda Arjuna, Jakarta Pusat, hari ini. Para personel gabungan itu terdiri dari jajaran Polri, TNI AD, serta instansi pendukung dari Pemerintah Provinsi Jakarta, seperti Satpol PP, Dishub, Dinkes, dan Damkar.

"Kekuatan pengamanan yang dilibatkan sebanyak 2.554," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, dalam keterangan resmi, Selasa (20/5/2025).

Ade Ary menerangkan bahwa seluruh peserta unjuk rasa diimbau agar menyampaikan aspirasi secara damai, tertib, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Peserta aksi juga diminta tidak membawa benda-benda yang membahayakan keselamatan umum.

Dia juga berpesan agar massa aksi menghindari tindakan provokatif dan menjaga ketertiban di lokasi unjuk rasa dan menghargai aparat keamanan yang menjalankan tugas pengamanan secara profesional.

"Polda Metro Jaya menjamin kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum. Namun, juga berkewajiban menjaga keamanan dan ketertiban bersama. Dengan kerja sama yang baik antara masyarakat, peserta unjuk rasa, dan aparat keamanan, diharapkan seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif," tutur Ade Ary.

Sementara itu, Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP Argo Wiyono, mengatakan bahwa para pengendara diimbau menghindari tiga kawasan di Jakarta agar tidak terjadi kepadatan. Tiga ruas jalan yang dimaksud adalah Bundaran Patung Kuda (Medan Merdeka Selatan), lalu Kementerian Perhubungan (Medan Merdeka Barat), serta Gedung MPR/DPR RI.

Argo mengemukakan bahwa diprediksi akan terjadi peningkatan volume lalu lintas dikarenakan adanya aktivitas penyampaian aksi di lokasi tersebut. Namun, petugas di lapangan akan sebisa mungkin melakukan pengaturan demi pengguna jalan tetap bisa beraktivitas sebagaimana mestinya.

"Polri sebisa mungkin tidak akan melakukan rekayasa arus lalu lintas guna memfasilitasi kelangsungan kegiatan masyarakat. Rekayasa lalu lintas hanya akan diberlakukan apabila situasi dan kondisi kontijensi," ucap Argo.

Sebagai informasi, Ketua Umum Garda Indonesia, Igun Wicaksono, menyatakan bahwa aksi yang dinamai Aksi 205 ini setidaknya melibatkan 250 ribu pengemudi ojol sejabodetabek. Namun, hanya sekitar 10 persen yang akan turun langsung berdemo di jalan.

"Yang aksi turun ke jalan ya mungkin 10 persennya atau 25 ribunya," ucap Igun lewat pesan tertulis, Sabtu (17/5/2025).

Igun menuturkan bahwa aksi ini didasari atas terjadinya dugaan pelanggaran peraturan regulasi Kepmenhub KP Nomor 1001 Tahun 2022 mengenai potongan biaya aplikasi 20 persen yang dilanggar oleh perusahaan aplikator. Menurut Igun, aplikator besar justru melakukan pemotongan hingga mencapai 50 persen. Hal ini dinilai merugikan pengemudi ojol dalam bekerja sehari-hari.

Selain aksi unjuk rasa, Garda Indonesia juga melakukan aksi off bid atau mematikan aplikasi secara massal di seluruh wilayah Jabodetabek. Off bid serentak akan dilakukan pada Selasa, (20/5/2025), mulai jam 00.00 sampai jam 23.59 WIB.

Baca juga artikel terkait DEMO OJOL atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Fadrik Aziz Firdausi