tirto.id - Salah satu rumah yang bertahan dari hantaman banjir dan tanah longsor di Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, digunakan sebagai penampung pakaian bekas yang berasal dari donasi warga. Pakaian bekas pakai tersebut menumpuk, menjulang hingga nyaris menyentuh atap rumah.
Jenis pakaian yang paling banyak didonasikan adalah daster, kaos, dan pakaian bayi.
Di depan rumah bertuliskan "Posko Bantuan Banjir Desa Garoga" itu, ratusan warga saling bergantian memunguti pakaian bekas. Mereka berbondong-bondong dengan membawa tas kresek, bahkan karung, untuk bisa memuat banyak pakaian.
Meski demikian, para warga yang menjadi korban bencana itu harus pintar-pintar memilah kiriman donasi pakaian. Sebab, tidak sedikit busana bekas itu tak layak pakai dan justru dikhawatirkan bakal menjadi sampah baru di area bekas bencana.

Dari pantauan Tirto, terdapat pakaian yang sudah rombeng dan sudah rusak di berbagai sisi. Beberapa di antara tumpukan itu terdapat sejumlah pakaian dalam yang kemudian tersisih karena tak ada yang mau memungutnya.
Mita Pandiangan (26), salah satu korban bencana yang ikut mencari sandangan, berharap masyarakat yang ingin berdonasi untuk lebih memilah lagi pakaian yang hendak dikirimkan ke area bencana. Dia khawatir jika pakaian bekas tak layak tetap dikirimkan ke desanya, yang terjadi adalah penumpukan tanpa bisa dimanfaatkan.
Kalau dibilang butuh atau tidak, para korban yang selamat jelas membutuhkan bantuan sandangan. Mita, misalnya, sudah tak lagi memiliki pakaian selain yang dikenakannya. Rumahnya telah tenggelam ke dalam lumpur bekas banjir dan tak ada lagi hartanya yang bisa diselamatkan.
"Nggak ada, hanya tinggal yang melekat di badan. Tapi kalau ngirim baju harus yang layak pakai-lah," ungkapnya.
Mita mengaku sudah beberapa kali datang ke gudang pakaian tersebut. Dia datang mencari pakaian sesuai kebutuhan, baik untuk dirinya sendiri maupun keluarga.
"Sudah pernah ke sini, kalau saya sekarang mencari daster karena nyaman dipakai," ujarnya.
Penulis: Irfan Amin
Editor: Fadli Nasrudin
Masuk tirto.id


































