Menuju konten utama

Respons DPR soal Prabowo Tak Mau Lagi Disambut Siswa saat Kunker

Kebiasaan mengerahkan siswa untuk menyambut pejabat sering kali dinilai mengganggu proses pembelajaran.

Respons DPR soal Prabowo Tak Mau Lagi Disambut Siswa saat Kunker
Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan Jembatan Kabanaran di Bantur, DI Yogyakarta, Rabu (19/11/2025). Istimewa/Sekretariat Presiden

tirto.id - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, merespons permintaan Presiden RI Prabowo Subianto, yang meminta agar siswa tak lagi dikerahkan untuk menyambut kedatangannya di pinggir jalan selama kunjungan kerja (kunker) ke berbagai daerah.

“Saya mengapresiasi keputusan Presiden Prabowo. Ini adalah langkah yang sangat baik. Siswa tidak perlu lagi berdiri berjam-jam di pinggir jalan untuk menyambut pejabat. Mereka bisa tetap fokus belajar di kelas,” kata Lalu dalam keterangan tertulis, Kamis (20/11/2025).

Lalu menyebut kebiasaan mengerahkan siswa untuk menyambut pejabat sering kali mengganggu proses pembelajaran dan tidak memberikan manfaat langsung bagi peserta didik. Oleh karena itu, permintaan presiden merupakan bentuk upaya memperkuat kualitas pendidikan.

“Pendidikan harus ditempatkan sebagai prioritas utama. Jika Presiden ingin berinteraksi dengan siswa, berkunjung ke sekolah adalah cara yang jauh lebih tepat dan mendidik,” ucap Lalu.

Lalu berharap keputusan Prabowo itu menjadi contoh bagi semua pejabat negara dan kepala daerah, sehingga tidak ada lagi kegiatan seremonial di luar ruang kelas yang mengganggu proses pembelajaran.

Presiden Prabowo meminta tiap kunjungannya ke daerah tidak perlu lagi disambut anak sekolah yang berdiri di pinggir jalan. Ia merasa kasihan melihat anak-anak sekolah yang harus menunggu di bawah terik sinar matahari.

"Terima kasih saya disambut oleh rakyat dan banyak anak-anak sekolah. Saya terkesan, tapi kasihan juga mereka berdiri lama, panas," tutur Prabowo saat hendak meresmikan Jembatan Kabanaran, Bantul, DI Yogyakarta, Rabu (19/11/2025).

Prabowo tetap mengapresiasi kehadiran anak-anak sekolah tersebut. Ia merasa kembali muda saat melihat anak-anak tersebut.

Namun, Prabowo menilai kehadiran anak-anak sekolah itu dapat mengurangi jam belajar mereka. Ia juga mengaku tak dapat menyambut semua anak-anak itu bila mobil dan rombongannya melaju dengan cepat.

"Saya khawatir mengurangi waktu jam sekolah mereka, tapi saya sangat terkesan, saya sangat terharu. Hanya saya berpikir, kasihan kalau mereka terlalu lama menunggu dan kadang-kadang konvoi saya lajunya cepet dan saya enggak ada waktu untuk berdiri menyambut mereka," urainya.

Oleh karena itu, Prabowo meminta Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, agar menyurati seluruh kepala daerah di Indonesia untuk tidak mengerahkan anak kecil saat kedatangannya.

Baca juga artikel terkait PRABOWO SUBIANTO atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama