Menuju konten utama

Rekam Jejak Marty Natalegawa Eks Menlu Era SBY dan Jabatan Kini

Rekam jejak Marty Natalegawa eks Menlu era SBY lengkap dengan jabatannya saat ini.

Rekam Jejak Marty Natalegawa Eks Menlu Era SBY dan Jabatan Kini
Menteri Luar Negeri RI periode 2009-2014, Marty Natalegawa (kiri), menyebut ASEAN mesti aktif mendorong India bergabung dengan RCEP, dalam seminar bertajuk "Indonesia dalam ASEAN" di Gedung CSIS, Jakarta, Rabu (20/11/2019). (ANTARA/Suwanti)

tirto.id - Jelang Pemilu 2024, rekam jejak sejumlah tokoh yang pernah menjabat sebagai menteri Republik Indonesia menjadi sorotan publik, salah satunya adalah eks Menlu era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Marty Natalegawa.

Marty Natalegawa mulai dipercaya mengisi jabatan strategis sejak masa pemerintahan Presiden SBY. Mulanya, Marty ditunjuk sebagai Duta Besar Indonesia untuk Britania Raya pada 11 November 2005 hingga 5 September 2023.

Kemudian, dia menjabat sebagai Utusan Tetap Indonesia untuk Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada 5 September 2007 hingga 22 Oktober 2009.

Selanjutnya, pada periode kedua kepemimpinan SBY, di Kabinet Indonesia Bersatu II, Marty dipercaya menjadi Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia selama lima tahun penuh yaitu pada 22 Oktober 2009 hingga 20 Oktober 2014.

Setelah SBY menuntaskan tugasnya sebagai Presiden dan turun dari Istana Negara, nama Marty Natalegawa sudah jarang muncul di depan publik. Tidak sedikit yang penasaran mengenai jabatannya saat ini hingga keluarga dan kehidupan pribadinya.

Rekam Jejak dan Jabatan Marty Natalegawa Saat Ini

Marty Natalegawa memiliki nama lengkap Raden Mohammad Marty Muliana Natalegawa, dia dilahirkan pada 22 Maret 1963 di Bandung Jawa Barat. Dia adalah anak bungsu dari pasangan Sonson Natalegawa dan Siti Komariyah Natalegawa.

Marty memiliki istri bernama Sranya Bamrungphong yang berasal dari Thailand, keduanya dikarunia tiga orang anak. Mereka adalah Raden Siti Annisa Nadia Natalegawa, Raden Mohammad Anantha Prasetya Natalegawa, dan Raden Mohammad Andreyka Ariif Natalegawa.

Masa muda Marty banyak dihabiskan di luar negeri, saat masih kecil dia ikut ayahnya bertugas sebagai pegawai Bank Indonesia ke Tokyo, Jepang. Setelah ayahnya menyelesaikan tugas, Marty tinggal di Jakarta.

Dia menyelesaikan Sekolah Dasar di SD Kris Jakarta pada 1974. Kemudian, lulus SD dia langsung disekolahkan oleh orangtuanya ke Singapura, di sana dia bersekolah di Singapore International School.

Selanjutnya, dia pindah ke sekolah asrama setingkat SMP Ellesmere College and Concord Collage, Inggris pada 1981. Di Inggris, Marty menuntaskan pendidikannya hingga jenjang master.

Dia meraih gelar sarjana Hubungan Internasional di London School of Economics and Political Sciences, University of London pada 1984. Lalu, dia adalah Master of Philosophy in International Relations, Corpus Christi College, Cambridge University pada 1985.

Sementara itu, dia menyelesaikan pendidikan tertingginya di Australia. Dia meraih gelar Doctor on Philosophy in International Relations dari Australian National University, Australia pada 1993.

Selanjutnya, pada 2013 Marty bersama dengan Menteri Luar Negeri Australia, Bob Carr dianugerahi gelar doktor honoris causa di bidang Hubungan Internasional dari Macquarie University, Australia.

Sebelum bergabung dengan pemerintahan SBY, dia mengawali karirnya sebagai juru bicara Departemen Luar Negeri pada tahun 2002 hingga 2005.

Selama karirnya sebagai diplomat, Marty tercatat memiliki sejumlah prestasi, dia pernah menjabat sebagai Presiden Dewan Keamanan PBB. Berikutnya, dia pernah menjabat sebagai kepala delegasi negara untuk beberapa konferensi internasional seperti PBB, OKI, hingga ASEAN.

Marty juga pernah menjadi utusan Indonesia untuk Dewan Keamanan PBB dalam dialog trilateral Timor Timur hingga dipercaya sebagai Direktur Jenderal kerjasama ASEAN pada 2003 hingga 2005.

Tidak hanya itu, dia juga dipercaya menjadi anggota panel tingkat tinggi PBB dalam Respon Global terhadap Krisis Kesehatan. Tim panel itu terdiri dari enam orang dari berbagai negara dan dipimpin oleh Presiden Republik Tanzania, Jakaya Mrisho Kikwete.

Setelah SBY menyelesaikan tugasnya, Marty Natalegawa tidak masuk lagi ke dalam susunan kabinet periode selanjutnya. Berdasarkan laman Bank Indonesia (BI), saat ini Marty masuk ke dalam jajaran Dewan Kehormatan BI.

Marty diketahui menjabat sebagai Direktur Independen Jardine Cycle & Carriage sejak 2015 hingga sekarang. Dia juga menjabat sebagai Komisaris Independen Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) sejak 2016 hingga saat ini.

Baca juga artikel terkait MENLU atau tulisan lainnya dari Balqis Fallahnda

tirto.id - Politik
Kontributor: Balqis Fallahnda
Penulis: Balqis Fallahnda
Editor: Dipna Videlia Putsanra & Balqis Fallahnda