Indeks Sejarah

Mereka datang ke Nusantara Demi Cincin Sulaiman
Dari Hadramaut di Yaman, orang-orang Arab berlayar, berdagang, lalu menetap dan beranak-pinak. Hingga muncullah banyak perkampungan orang Arab di Indonesia.
Menjadi Republik Ormas, Membiakkan Paramiliter
Indonesia kaya dengan cerita puluhan bahkan ratusan ormas dan laskar hingga kelompok paramiliter. Lalu apa urgensi program bela negara saat kekerasan vigilante kian menjamur?

Si Raja Debat yang Gigih Membela Islam
"Kalau Tuan merasa seorang Islam ... siapa lagi yang akan bela Islam di saat seperti itu selain Tuan? Bulatkan tekad, Islam harus Tuan bela!”
Dari Lidah Sampai Vagina, Hikayat Cabai Memedaskan Nusantara
Harga cabe melambung. Jika harga cabe masih tak terkendali, akan ada konversi lebih massif dari cabe ke saus curah.
Presiden yang Mewujud dalam Akting Sang Aktor
Memerankan presiden sekaligus tokoh besar dalam sejarah bukanlah tugas gampang. Daniel Day-Lewis yang memerankan Lincoln, Morgan Freeman yang jadi Nelson Mandela, dan Ario Bayu pemeran Sukarno, pernah mengalaminya.

Perang dan Damai yang Terus Mewarnai Hubungan Rusia-Turki
Sebelum Duta Besar Rusia terbunuh di Ankara, hubungan Rusia dan Turki penuh pasang surut. Perang dan damai selalu berulang dalam sejarah hubungan kedua negara.

Pepera, Cara Indonesia Siasati Potensi Keok Saat Referendum
Papua bergabung dengan Indonesia via referendum. Referendum bagaimana? Yang jelas bukan one man one vote, metode yang berpotensi membuat Indonesia kalah.

Si Kompor Mleduk Bertampang Udik dengan Rezeki Kota
Engkongnya orang kaya, juga jadi nama jalan di Kemayoran. Cucunya, Benyamin Sueb, ikut-ikutan kaya. Dan jadi nama jalan pula.

Makam Tan Malaka Disarankan Pindah ke TMP Kalibata
“Mengapa makam beliau tidak dipindah ke Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata. Bukankah Tan Malaka menyandang gelar Pahlawan Nasional?"
Mengapa Banyak Prostitusi di Dekat Rel Kereta Api?
Banyak sekali kawasan prostitusi di tanah Jawa berada di dekat rel kereta api. Bagaimana sejarah prostitusi di dekat rel?

Hikayat Bom Molotov
Sejak Perang Dunia II nama molotov sudah dilekatkan pada peledak ini. Pejuang kemerdekaan Indonesia pun memakainya. Kini memakan korban tak berdosa.
Orang-Orang Tionghoa di Singkawang
Sejarah Singkawang tak lepas dari Kesultanan Sambas, penambang Tionghoa dan emas. Setelah orang-orang Tionghoa ditekan pemerintah Belanda dan emas menurun, Singkawang berkembang.

Rapat Koboi Untuk Memilih Panglima Tentara
Soedirman terpilih sebagai Panglima TKR dalam situasi yang khas revolusi. Serba genting, tergesa-gesa, dan banyak faksi. Ia satu-satunya panglima tentara yang dipilih melalui voting.

Darurat Museum di Indonesia
Museum sebagai sarana menjaga warisan alam, budaya, dan kemanusian di Indonesia secara kuantitas dan kualitas masih terbatas. Butuh pendekatan baru dalam menjaga dan menghadirkan museum, bisa belajar dari negara lain atau museum-museum swasta di dunia.

Persahabatan Lintas Ideologi: Natsir, Kasimo, dan Leimena
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah di-bully netizen karena dianggap membela Ahok. Padahal dulu, politikus Indonesia yang berbeda agama dan ideologi bisa tetap bersahabat. Contohnya adalah persahabatan antara Natsir, Kasimo, dan Leimena.

Inggris Ngamuk dan Republik Remuk dalam Pertempuran Surabaya
Perbandingan jumlah pejuang Surabaya dengan pasukan Sekutu mencapai empat banding satu. Namun, jumlah korban Indonesia mencapai 5 persen dari keseluruhan pejuang, sedangkan Inggris "hanya" kehilangan 1 persen tentaranya. Tetapi, dalam angka 1 persen itu sudah termasuk dua orang jenderal.

Mengingat Pahlawan, Belajar Kepada Tindakan
Masihkah kita memerlukan pahlawan dan kepahlawanan? Mengapa pahlawan dan kepahlawanan tak pernah absen dari masa kini?

Saat Penistaan Agama Lahirkan Tentara Kandjeng Nabi Muhammad
Apa jadinya jika ada yang mengatakan Nabi Muhammad mengkonsumsi minuman keras dan opium? Hampir pasti orang yang mengatakan akan dianggap telah menista agama. Inilah kisah tentang isu penistaan agama yang paling menghebohkan pada awal sejarah Indonesia modern.
Rasisme terhadap Etnis Tionghoa Dari Masa ke Masa
Rasisme kerap terjadi ketika hal-hal yang menyebabkan kecemburuan, gesekan, dan konflik dalam masyarakat dianggap berasal dari sesuatu yang justru tak ada hubungannya: identitas rasial.

Patok Menancap di Lahan Diponegoro hingga Rakyat Kulonprogo
Soal patok mematok tanah yang melibatkan keraton, ini sebenarnya bukan hal baru di Yogyakarta. Jangan dilupakan, musabab perlawanan Diponegoro yang memicu Perang Jawa (1825-1830) tak lain karena patok mematok tanah.
Masuk tirto.id








