Indeks Sejarah
Zoroastrianisme Setelah Invasi Arab
Dinasti Sasaniyah di Persia adalah kekaisaran terakhir dari Persia yang telah menganut agama Zoroastrianisme lebih dari seribu tahun.
Pesan Mendalam Sukarno dan Kisah Para Istrinya
Punya istri banyak sudah jadi pilihan Sukarno. Namun, di balik pengalamannya itu, Sukarno punya kesan dan pesan mendalam soal wanita. Istri bagi Sukarno bisa memaafkan dan melupakan segala kesalahan seorang suami, tetapi istri tidak akan pernah melupakan sebuah perselingkuhan suaminya.
Israel Diperangi Negara-Negara Arab dan Menang
Baru sehari berdiri, Israel harus dikeroyok negara-negara Arab. Setelah berbulan-bulan bertempur, Israel tampil sebagai Pemenang dari Perang Arab-Israel.

Saat Mussolini Memerintahkan Perempuan Kembali ke Dapur
Mussolini menyerukan agar Italia meningkatkan jumlah penduduk dari 40 juta ke 60 juta jiwa. Masing-masing perempuan minimal harus punya anak satu.

Hari Paling Membosankan dalam Sejarah
Hari-hari sangat unik ketika media mengatakan kepada pembaca/pendengarnya: tak ada peristiwa penting hari ini.

Ilmuwan Buta dari Ambon yang Mengalahkan Nasib Buruk
“Lupakan tragedi yang menimpamu. Kita semua nahas sejak awal dan kau memang harus terluka habis-habisan agar dapat menulis secara serius. Saat kau terluka, gunakanlah—jangan curang. Setialah kepadanya seperti seorang ilmuwan—tetapi jangan anggap penderitaan itu istimewa hanya karena ia terjadi kepadamu atau orang-orang terdekatmu (Ernest Hemingway, dalam sebuah surat untuk F. Scott Fitzgerald).

Cerita Kehancuran Industri Mobil Amerika dan Inggris
Jurnalis otomotif James May pernah berujar: “To win at cars, first you must lose at war.”

Ketika Rakyat dan Raja Bali Bertempur Sampai Mati
I Gusti Ngurah Made Agung adalah pemimpin Kerajaan Badung-Bali yang turun langsung berperang melawan Belanda demi martabat rakyat Pulau Dewata. Presiden Jokowi pun menganugerahinya gelar Pahlawan Nasional.

Kisah Muslim yang Menyelamatkan Yahudi dari Holocaust
Ada banyak muslim yang berkontribusi pada Perang Dunia Kedua. Banyak di antara mereka menjadi penyelamat nyawa orang-orang Yahudi dalam tragedi Holocaust.

Sejarah Batalyon 3 Mei
Jelang perginya Belanda, serdadu-serdadu KNIL Minahasa memberontak bersama laskar rakyat di Manado. Mereka berhasil membentuk sebuah batalyon yang akhirnya dikirim menumpas RMS di Ambon.

Kampus-Kampus Merah, Kampus Kader Komunis
PKI tampil sebagai partai besar yang mendirikan beberapa kampus. Tentu saja, banyak di antaranya yang menghilang tanpa jejak.
Pendidikan Tanpa Sekolah ala Agus Salim
Agus Salim menganggap pendidikan kolonial adalah “jalan berlumpur” sehingga ia tidak mau anak-anaknya tercebur di dalamnya.

Hari Buruh di Zaman Belanda
Tiap tahun, Hari Buruh 1 Mei biasanya dirayakan dengan pawai kaum buruh dan simpatisannya. Pada 1923, Hari Buruh bahkan diramaikan juga dengan pemogokan.

Buronan Negara Penyelamat Negeri
Sutan Mohammad Rasjid pernah turut menyelamatkan kedaulatan RI, tetapi lantas jadi buronan negara lantaran pilihannya yang dianggap salah oleh pemerintah.

Karangan Bunga dari Masa ke Masa
Karangan bunga seperti banyak terpajang di Balai Kota untuk Ahok bukanlah hal baru. Di banyak budaya dan tempat, ia punya makna dan tujuan yang berbeda-beda.

Puisi dan Perjuangan Tante Jet untuk Indonesia
Selain melalui sajaknya, dukungan Henritte Rolland Holst alias Tante Jet bagi pergerakan nasional Indonesia juga dirasakan secara nyata di mata orang-orang Perhimpunan Indonesia macam Hatta, dkk.

"Kuda Troya" Sekutu pada Perang Dunia Kedua
Tipu muslihat dalam perang sering jadi penentu dalam berbagai pertempuran. Termasuk saat tentara Sekutu menyerbu Pulau Sicilia pada Perang Dunia Kedua dengan menggunakan mayat.

Clara Petacci, Kekasih Gelap Mussolini yang Setia
Jika Adolf Hitler punya Eva Braun yang setia mati bersama kekasihnya yang diktator, maka Benito Mussolini di Italia punya Claretta Petacci.
Parade Angkot Jakarta Tempo Dulu
Batavia, sebagai pusat pemerintahan kolonial Belanda, berkembang lebih pesat dalam soal transportasi umum. Pernah dilintasi bermacam angkutan. Dari andong, trem kuda, trem uap, trem listrik, sampai oplet.

Hikayat Bercerainya Dua Badan Usaha: Pos dan Telkom
Orang-orang Belanda mengajarkan orang Indonesia surat-menyurat lewat pos sejak berdirinya kantor pos pertama di Jakarta.
Masuk tirto.id








