Indeks Mild Report

"Hobbit" dari Flores Bukan Pemburu, tapi Pemakan Sisa Komodo
Lewat eksperimen pemberian makan kepada komodo, tim peneliti menyimpulkan Homo floresiensis bukan pemburu utama, tapi pemakan sisa setelah predator utama.

Daun Kemuning Berpotensi Jadi Bahan Obat Diabetes
Daun kemuning, yang sebenarnya sudah lama dimanfaatkan oleh nenek moyang kita, terbukti menyimpan potensi manfaat spesifik untuk pasien diabetes.

Bagaimana Tubuh Merespons Sepak Bola dengan Tensi Tinggi?
Ketegangan saat menyaksikan pertandingan sepak bola dengan tensi tinggi berpotensi membuat lonjakan kinerja organ kardiovaskular, dan itu berbahaya.

Tamatnya Inggris Langgengkan Kutukan Keramat Juara Piala Dunia
Sepanjang sejarah, belum pernah ada pelatih asing yang mampu membawa tim besutannya juara Piala Dunia. Inggris dan Thomas Tuchel melanggengkan kutukan itu.

Tiki-Taka Spanyol Tidak Mati, Hanya Berevolusi
Spanyol tak pernah meninggalkan fondasi permainannya: tiki-taka. Di bawah de la Fuente, gaya itu justru makin tajam sekaligus menumpulkan serangan lawan.

Lada Niva, Off-Roader Era Soviet yang Masih Bisa Diandalkan
Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, Lada Niva menjadi wajah berbeda dari industri otomotif negara komunis yang sering terdengar cerita miring.

Kala Skuad Timnas Austria Dipaksa Bermain demi Jerman Nazi
Skuad Austria semestinya tampil dengan bangga di Piala Dunia 1938. Namun, aneksasi oleh Jerman membuat para pemain itu terpaksa membela Nazi.

Model Bahasa Besar Tidak Cerdas, AI Seperti Apa yang Lebih Baik?
Yann LeCun menilai LLM akal imitasi tak akan membawa teknologi tersebut kepada kecerdasan setara manusia. Dia mengembangkan alternatif lain: World Model.

Ketika Gerilyawan Zapatista Memaksa Pemerintah Meksiko Berunding
Untuk "menang" melawan pemerintah, EZLN tidak berperang habis-habisan sampai mati, tidak juga mengokupasi wilayah dalam waktu lama. Mereka berstrategi.

Lobi Politik Kartu Merah Balogun dan Garrincha di Piala Dunia
Folarin Balogun bukanlah anomali pertama penangguhan skorsing kartu-merah-langsung di lapangan. Tapi itu sudah terlampau lama. Jejak mulanya ada di 1962.

Gerakan Rakyat di Balik Kebijakan Doi Moi dan Kemajuan Vietnam
Vietnam membuktikan bahwa kebijakan top-down sering kali tak relevan juga nirefektif. Untungnya, pemerintah mereka mau mendengarkan solusi dari akar rumput.

Rahasia Sains di Balik Performa Cyborg Erling Haaland
Haaland menjadi salah satu contoh bagaimana sepak bola modern memadukan bakat alamiah dengan pendekatan ilmiah.

Gedung Baru dan Evolusi Kompleks Istana Kepresidenan
Bangunan tertua di kompleks Istana Kepresidenan adalah Istana Negara (dulu Istana Rijswijk). Setelah itu baru dibangun Istana Merdeka alias Istana Gambir.

Riwayat Manusia Mengakali Cuaca Panas Ekstrem
Modifikasi cuaca untuk mengakali panas ekstrem bukan hal baru. Peradaban manusia sudah mencobanya berkali-kali, sejak puluhan tahun silam.

Menjalani Hidup Sehat ala Nenek-Nenek Italia
Hidup sehat, yang sebenarnya merupakan laku umum orang zaman dulu, kini menjadi tren, seolah itu bukan hal lumrah sejak awal. Nonnamaxxing salah satunya.

Kerja-Kerja Sineas Mengekalkan Politik Dinasti di Abadi Nan Jaya
Abadi Nan Jaya mengemas satir politik dinasti dalam wabah zombie. Kritik ini mendedah bagaimana kamera hingga scoring membuatnya jadi satir yang tanggung.

Membaca Film The Elixir dan Pergeseran Bahasa Sinema di Era OTT
Film original Netflix The Elixir memperlihatkan bagaimana logika OTT menekan dan membentuk bahasa sinema, dari ritme cerita hingga cara zombie dikonstruksi.

Stadion Azteca, Kuil Para Juara yang Bertarung di Ketinggian
Berada di ketinggian 2.240 mdpl, membuat Azteca tak mudah ditaklukkan. Hanya para legenda yang berhasil mengangkat trofi di stadion penuh kenangan ini.

Bukan Lotere, Bukan Adu Nasib, Adu Penalti Adalah Sains
Adu penalti sarat akan tekanan psikologis, dari rekan setim, suporter, hingga pelatih. Namun, bukan berarti hasilnya ditentukan oleh takdir belaka.

Anak-Anak Skuad 1994 Membawa Norwegia Kembali ke Piala Dunia
Membangun sarana sepak bola yang sesuai dengan kondisi alam, juga merombak struktur pembinaan elite, membawa Norwegia kembali bersaing di level tertinggi.
Masuk tirto.id








