Indeks Kekerasan Terhadap Perempuan

Tak Ada yang Terhormat dalam Praktik Membunuh Atas Nama Kehormatan
Praktik "honour killing" dilestarikan kultur patriarki dan terjadi tak hanya di Asia Selatan atau Timur Tengah, tapi di berbagai wilayah di dunia.
Faktor Finansial yang Memicu Perceraian dan Pembunuhan
Tekanan berbagai faktor dalam rumah tangga tidak hanya dapat melahirkan percekcokan suami-istri, tetapi juga tragedi.

Aku Terluka, Maka Aku Berkarya
Perempuan-perempuan penyintas kekerasan ini membuktikan bahwa seni bisa menjadi jalan pemulihan.

Umoja, Desa Tanpa Pria untuk Para Korban Kekerasan Seksual
Perempuan Kenya yang diusir keluarganya karena diperkosa atau kabur karena dipaksa kawin, kena KDRT, atau jadi korban perang, dapat membangun kembali kehidupannya di Desa Umoja.

Pentas "Octopus" Cermin Kekerasan Terhadap Perempuan
Djakarta Teater Platform menampilkan pementasan Octopus karya Teater Poros di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Woman Self Defense: Perlindungan Ganda Bagi Perempuan
Kasus kejahatan terhadap perempuan tak pernah surut diberitakan di media massa. Pelatihan pertahanan diri khusus perempuan menjadi opsi untuk mencegahnya. Ternyata, tak cuma melindungi fisik, pelatihan semacam ini pun mampu memberi dampak positif secara psikologis bagi perempuan.
Privilese bagi Perempuan: Perlu atau Tidak?
Sejumlah upaya untuk melindungi dan memberi kesempatan bagi perempuan di Indonesia telah diinisiasi oleh instansi pemerintah dan swasta. Beberapa memuji kebijakan-kebijakan pro-perempuan, sebagian lain justru mengkritik. Apa saja alasan mereka?

"Kami Ingin Pria jadi Solusi Menghapus Relasi Patriarki"
Syaldie Sahude dan Aquarini Priyatna memaparkan bagaimana laki-laki berperan penting dalam mendorong keadilan gender dan bagian dari solusi mengikis stereotip dan menghapus kekerasan terhadap perempuan.
Wanita Indonesia dalam Belenggu Kekerasan
Kasus kekerasan terhadap perempuan dalam bentuk apa pun masih jadi persoalan besar di Indonesia.
Melawan Stigma dan Prasangka terhadap Perempuan Indonesia
Benarkah laki-laki tak boleh menangis? Haruskan perempuan bisa memasak?
Terdapat 259.150 Kasus Kekerasan Ke Perempuan Selama 2016
Komnas Perempuan mencatat ada 259.150 Kasus Kekerasan Ke Perempuan Selama 2016. Jumlah ini hanya hasil data di pengadilan agama dan laporan yang terjaring mitra lembaga ini di 34 provinsi.
Kekerasan Dianggap Kewajaran, Korban Kerap Disalahkan
Angka kekerasan terhadap perempuan masih tinggi karena kerap dianggap sebagai hal yang wajar.

Pakistan Luncurkan Aplikasi Antikekerasan pada Perempuan
Setiap tahunnya, ada sekitar 500 perempuan yang tewas di Pakistan karena mengalami kekerasan. Sebuah aplikasi telepon selular dimunculkan sebagai salah satu upaya meningkatkan keamanan terhadap perempuan.
Kekerasan Perempuan dan Anak Meningkat di Jatim
Kekerasan anak dan perempuan di Jatim meningkat sehingga layak dikatakan darurat kekerasan terhadap anak dan perempuan.
Merajut Strategi Nirkekerasan bagi Perempuan
Perempuan seringkali menjadi sasaran kekerasan. Kekerasan terhadap perempuan berakar dari pola pikir patriarkal yang menganggap posisi mereka inferior dibandingkan laki-laki. Bagaimana cara menanggulanginya?
Seni Melawan Kekerasan
Kekerasan seksual terus mencengkeram perempuan. Secara global, sebanyak 38 persen wanita telah tewas akibat pembunuhan yang dilakukan pasangannya.

Dilema Hubungan Cinta Sebelum Menikah
Mengenal calon pasangan sebelum menikah adalah hal yang wajib, entah apapun bentuknya. Kita tidak akan berpolemik tentang boleh atau tidaknya pacaran. Kita ingin bicara tentang fakta banyaknya kekerasan dalam sebuah proses pengenalan menuju jenjang pernikahan. Ini adalah hal yang penting harus diwaspadai karena angkanya yang terus meningkat.

Kekerasan dalam Pacaran
Mengenal calon pasangan sebelum menikah amat penting, namun ada fakta berupa data yang menunjukkan bahwa terjadi banyak kekerasan selama pacaran. Kita tidak akan berpolemik mengenai boleh atau tidak berpacaran, namun ada baiknya seseorang berhati-hati dengan orang terdekatnya.
Dharma Wanita, Riwayatmu Kini
Hingga hari ini Dharma Wanita belum bisa melepaskan diri dari citra domestifikasi dan depolitisasi perempuan. Isu-isu yang sensitif dan aktual (misal: kekerasan terhadap perempuan) tak digarap serius, program kerja pun masih berkutat di ranah ke-rumah tangga-an. Eksistensi organisasi yang diprakarsai oleh Tien Soeharto ini tentu relevan di zaman Orba. Tapi bagaimana untuk hari ini dan ke depannya?
LSM: TKI Ilegal Muncul Karena Industri Sawit!
LSM Arek Lintang Surabaya menyatakan bahwa TKI ilegal muncul karena adanya industri sawit di Malaysia.
Masuk tirto.id






