Pentas "Octopus" Cermin Kekerasan Terhadap Perempuan

15 Agustus, 2017

Octopus karya teater poros bercerita tentang kekerasan yang dialami oleh kaum perempuan. tirto.id/Andrey Gromico

Octopus berlatar kehidupan di Pasar Senen yang memiliki potensi konflik sosial masyarakat menengah kebawah. tirto.id/Andrey Gromico

Tema kekerasan dan kejahatan khususnya kekerasan terhadap perempuan diusung dalam pementasan teater tersebut. tirto.id/Andrey Gromico

Subtema Octopus dibingkai melalui sosok tokoh pemuda dengan kelainan jiwa sebagai pelaku tindak kekerasan terhadap perempuan. tirto.id/Andrey Gromico

Pementasan Octopus menampilkan sosok pekerja seks komersial sebagai korban kekerasan terhadap perempuan. tirto.id/Andrey Gromico

Subtema Octopus dibingkai melalui sosok tokoh pemuda dengan kelainan jiwa sebagai pelaku tindak kekerasan terhadap perempuan. tirto.id/Andrey Gromico

Pementasan Octopus menampilkan sosok pekerja seks komersial. tirto.id/Andrey Gromico

Suara-suara dan teriakan perempuan korban kekerasan menggema diatas panggung sebagai makna masih tingginya angka kekerasan terhadap perempuan di Indonesia. tirto.id/Andrey Gromico

Pementasan Octopus menampilkan sosok pekerja seks komersial sebagai korban kekerasan terhadap perempuan. tirto.id/Andrey Gromico

Eksploitasi terhadap kaum perempuan masih banyak terjadi hingga saat ini. tirto.id/Andrey Gromico

Teriakan sang korban diatas panggung Octopus. tirto.id/Andrey Gromico

Djakarta Teater Platform menampilkan pementasan Octopus karya Teater Poros di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin (14/8). Teater ini bercerita tentang kekerasan yang dialami oleh kaum perempuan. tirto.id/Andrey Gromico

Keyword


Pentas "Octopus" Cermin Kekerasan Terhadap Perempuan