Pentas "Octopus" Cermin Kekerasan Terhadap Perempuan

Octopus karya teater poros bercerita tentang kekerasan yang dialami oleh kaum perempuan. tirto.id/Andrey Gromico
Octopus berlatar kehidupan di Pasar Senen yang memiliki potensi konflik sosial masyarakat menengah kebawah. tirto.id/Andrey Gromico
Tema kekerasan dan kejahatan khususnya kekerasan terhadap perempuan diusung dalam pementasan teater tersebut. tirto.id/Andrey Gromico
Subtema Octopus dibingkai melalui sosok tokoh pemuda dengan kelainan jiwa sebagai pelaku tindak kekerasan terhadap perempuan. tirto.id/Andrey Gromico
Pementasan Octopus menampilkan sosok pekerja seks komersial sebagai korban kekerasan terhadap perempuan. tirto.id/Andrey Gromico
Subtema Octopus dibingkai melalui sosok tokoh pemuda dengan kelainan jiwa sebagai pelaku tindak kekerasan terhadap perempuan. tirto.id/Andrey Gromico
Pementasan Octopus menampilkan sosok pekerja seks komersial. tirto.id/Andrey Gromico
Suara-suara dan teriakan perempuan korban kekerasan menggema diatas panggung sebagai makna masih tingginya angka kekerasan terhadap perempuan di Indonesia. tirto.id/Andrey Gromico
Pementasan Octopus menampilkan sosok pekerja seks komersial sebagai korban kekerasan terhadap perempuan. tirto.id/Andrey Gromico
Eksploitasi terhadap kaum perempuan masih banyak terjadi hingga saat ini. tirto.id/Andrey Gromico
Teriakan sang korban diatas panggung Octopus. tirto.id/Andrey Gromico
Djakarta Teater Platform menampilkan pementasan Octopus karya Teater Poros di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
15 Agustus 2017
Djakarta Teater Platform menampilkan pementasan Octopus karya Teater Poros di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin (14/8). Teater ini bercerita tentang kekerasan yang dialami oleh kaum perempuan. tirto.id/Andrey Gromico
DarkLight