Indeks Imparsial

Upaya Pemerintah Tentukan Status Aktivis HAM Dinilai Berbahaya
Imparsial menilai wacana mengategorikan siapa saja pembela HAM sebagai upaya sistematis melemahkan gerakan HAM di Indonesia.

Koalisi Masyarakat Sipil Minta MK Hapus Peradilan Militer
Ardi menjelaskan, peradilan militer merupakan aturan peralihan dari era Orde Baru ke Reformasi yang sudah saatnya dikesampingkan.

Imparsial Minta Pemerintah-DPR Revisi UU Peradilan Militer
Imparsial mencatat enam kasus besar yang melibatkan anggota TNI aktif dalam setahun dan kekerasan TNI di muka publik menunjukkan persoalan tak selesai.

Imparsial Minta Anggota TNI Berkasus Diproses di Peradilan Umum
Imparsial meminta anggota TNI yang terlibat tindak pidana dan kekerasan diproses di peradilan umum.

Direktur Imparsial Lapor Polisi usai Mobil Dibobol & WA Diretas
Pelaku hanya mengambil tas berisi dokumen penting milik Imparsial yang tersimpan di dalam mobil.

2 Aktivis yang Geruduk Rapat RUU TNI Tolak Diperiksa Polda Metro
Dua anggota koalisi masyarakat sipil yang dipanggil penyidik Polda Metro Jaya menolak diperiksa.

Imparsial Sebut 2.500 TNI Aktif Isi Jabatan Sipil
Imparsial menyebut, ada 2.500 prajurit TNI aktif yang saat ini mengisi jabatan sipil berdasar data Lemhanas pada 2023

Koalisi Sipil Sebut Pidato Jokowi soal HAM Tak Sesuai Realitas
Presiden Jokowi diminta membatalkan Keppres tentang Pembentukan Tim Penyelesaian Non-Yudisial Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu.

Imparsial Sebut Reformasi TNI Mundur di Masa Presiden Jokowi
Direktur Eksekutif Imparsial Gufron Mabruri mengkritik TNI makin sering terlibat urusan sipil.

Akun WhatsApp Direktur Imparsial Al Araf Diretas
Pelaku memanfaatkan aku WhatsApp tersebut untuk meminta uang.

Seruan Koalisi: Jokowi Fokus Karantina Wilayah, Bukan Darurat Sipil
Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan mendesak Jokowi mengacu UU Penanggulangan Bencana dan UU Kekarantinaan Kesehatan untuk tangani Corona.

Imparsial: Peluru Tajam Digunakan Hanya dalam Kondisi Terdesak
Imparsial menyatakan, aparat kepolisian harus mengedepankan aspek yang lunak terlebih dahulu seperti gas air mata dan peluru karet saat aksi 22 Mei 2019 dan memantau situasi terkini Jakarta .
Korban Aksi 22 Mei, Imparsial: Jangan Cepat Disimpulkan Pelakunya
Direktur Imparsial meminta masyarakat tidak cepat menyimpulkan aparat yang melakukan penembakan.

Calon Hakim Konstitusi Harus Punya Pengetahuan Soal HAM
Araf mencontohkan ini dalam kasus hukuman mati pelaku narkoba yang dinilainya tak tepat karena hak untuk hidup dijamin oleh UUD 1945.

Respons Imparsial Soal Prabowo Sebut Tugas Tentara "Tak Mulia"
Konteks pekerjaan tentara 'membunuh orang' terkait dengan tugas tentara mematikan lawan, meski demikian tetap mengacu pada hukum internasonal.

Imparsial Dorong Pemerintah Dahulukan UU Perbantuan Militer
"Dalam situasi damai [TNI] hanya membantu Polisi. Sedangkan dalam konteks darurat, militer harus berada di depan [Polisi]," kata Araf.

Problem Hukum di Perumusan Perpres Soal Pelibatan TNI Tangani Teror
Salah satu problem hukum yang perlu dicermati pemerintah dalam perumusan Perpres soal pelibatan TNI dalam pemberantasan terorisme ialah, bahwa militer bukan termasuk institusi penegak hukum.
Pembunuh Munir Bebas, Jokowi Didesak Umumkan Isi Dokumen TPF
Pollycarpus, yang menjadi salah satu aktor terlibat dalam kasus pembunuhan Munir bebas hari ini.
Alasan Para Aktivis HAM Tolak Pembentukan Dewan Kerukunan Nasional
Sejumlah aktivis HAM menolak keras rencana pembentukan Dewan Kerukunan Nasional (DKN).

MK Gelar Sidang Perdana Gugatan JR UU MD3 dari 4 Organisasi Buruh
Empat organisasi buruh, yakni KPBI, KASBI, KSBSI dan Sindikasi mengajukan gugatan uji materi atau judicial review (JR) terhadap pasal 73, pasal 122 huruf l dan pasal 245 UU MD3.
Masuk tirto.id








