Menuju konten utama

Purbaya Ungkap Tujuan SAL Rp300 T: Aktifkan Invisible Hand

Purbaya menjelaskan bahwa strategi ini dirancang untuk memaksa perbankan agar kembali menjalankan fungsi intermediasi secara optimal.

Purbaya Ungkap Tujuan SAL Rp300 T: Aktifkan Invisible Hand
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di Kompleks Kejagung, Jumat (10/4/2026). tirto.id/Nanda Aria Putra

tirto.id - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan bahwa kebijakan pemindahan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp300 triliun ke perbankan tidak semata-mata untuk membiayai program prioritas pemerintah, melainkan untuk mengaktifkan mekanisme invisible hand atau tangan tak terlihat di pasar keuangan.

Purbaya menjelaskan bahwa strategi ini dirancang untuk memaksa perbankan agar kembali menjalankan fungsi intermediasi secara optimal.

"Enggak selalu (alirannya ke) program prioritas. Saya sebetulnya enggak peduli di mana mereka (bank) taruh secara teoritis, tapi begitu taruh di situ, dia akan nyebar ke sistem perekonomian karena banknya dipaksa oleh invisible hand," ujar Purbaya saat ditemui di kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Invisible hand sendiri merupakan konsep pasar bebas ekonom Adam Smith, yang mengatakan bahwa dorongan alami dari kepentingan pribadi setiap orang untuk mencari keuntungan sendiri secara tidak sadar justru menggerakkan roda ekonomi dan menciptakan kesejahteraan bersama tanpa perlu diatur terus-menerus oleh pemerintah.

Dalam praktiknya, lanjut Purbaya, kebijakan tersebut bertujuan memaksa bank secara alami memilih proyek-proyek yang layak dan menguntungkan, sehingga ekonomi bergerak tanpa harus selalu diarahkan oleh intervensi langsung pemerintah.

"Jadi kebijakan saya itu memaksa invisible hand berfungsi di sekitar finansial. Perbankan akan memilih proyek-proyek yang bagus dan membuat ekonomi bergerak. Strategi kita di belakang seperti itu, mengaktifkan invisible hand," tegasnya.

Sementara itu, terkait rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang akan merevisi aturan rencana bisnis bank untuk mendukung program prioritas pemerintah, Purbaya menyambut baik langkah tersebut. Namun, ia mengaku masih akan mengkaji detail aturan itu sebelum memberikan komentar lebih lanjut.

"Itu kalau dikerjakan mestinya bagus, tapi saya belum lihat seperti apa peraturannya. Nanti saya asses dulu," katanya.

Ia menekankan, inti dari berbagai kebijakan ini adalah memastikan bank melakukan fungsi intermediasi, memberikan pinjaman ke sektor riil dan menggerakkan perekonomian, bukan hanya menyimpan uang di bank sentral.

"Yang penting adalah setiap upaya untuk memastikan bank melakukan fungsi intermediasinya, yaitu memberi pinjaman, itu bagus buat ekonomi," ucap Purbaya.

Baca juga artikel terkait PEMERINTAHAN PRABOWO-GIBRAN atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Andrian Pratama Taher