Menuju konten utama

Purbaya Optimistis IHSG Tembus 10.000 Tahun Ini

Dengan perekonomian yang berjalan baik, maka IHSG juga akan mengalami pemulihan dan tumbuh lebih tinggi lagi.

Purbaya Optimistis IHSG Tembus 10.000 Tahun Ini
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/12/2025). Dalam rapat tersebut Purbaya mengungkapkan deretan modus para eksportir yang melakukan penyelundupan komoditas ekspor yang selama ini dikenakan bea keluar oleh pemerintah seperti sawit, kayu kulit, biji kakao, tembaga, hingga bauksit. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/nz

tirto.id - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, tetap optimistis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa mencapai level 10.000 pada tahun ini, meskipun pasar sedang dihadapkan pada berbagai gejolak dan sentimen negatif.

"Bisa lah (10.000 tahun ini)," ujar Purbaya di Kemenkeu, Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Meski optimistis, Purbaya mengakui bahwa saat ini pasar sedang berada dalam fase tidak stabil. Namun, ia menegaskan, fokus utamanya bukanlah untuk secara langsung mengintervensi indeks saham.

Fokusnya adalah menjaga fundamental ekonomi tetap kokoh menghadapi dinamika global. Dengan perekonomian yang berjalan baik, maka IHSG juga akan mengalami pemulihan dan tumbuh lebih tinggi lagi.

"Fokus saya adalah jaga fundamental ekonomi. Bukan jaga IHSG. Karena IHSG akan adjust otomatis ke fundamental ekonominya," ucapnya.

Menurut Purbaya, fluktuasi IHSG saat ini lebih banyak dipicu oleh berbagai noise atau suara gaduh yang tidak berkaitan langsung dengan kondisi fundamental Indonesia.

"Sekarang banyak noise. Banyak yang protes-protes itu. Saya beresin," ujarnya.

Ia juga menyebutkan upaya penyesuaian kebijakan ke luar negeri untuk mengendalikan noise yang berasal dari eksternal. "Mau menyesuaikan ke luar negeri kemarin, untuk mengendalikan noise di luar negeri sana," jelasnya.

Purbaya meyakini bahwa begitu noise tersebut dapat diredam dan fundamental ekonomi tetap terjaga, IHSG akan naik dengan sendirinya.

"Kalau ekonominya bagus, nanti naik cepat," tuturnya.

IHSG terus mengalami tekanan dalam beberapa hari terakhir. Bahkan, pada penutupan perdagangan Jumat, indeks mengalami koreksi sebesar 249,1 poin atau sebesar 3,38 persen hingga parkir di level 7.129,490.

Secara sektoral, performa indeks bergerak beragam dengan sektor siklikal menjadi penopang utama penurunan IHSG sebesar 4,14 persen. Dilanjutkan dengan sektor infrastruktur yang melemah 4,03 persen, sektor energi 3,82 persen, properti 3,73 persen, dan sektor transportasi 3,33 persen.

Baca juga artikel terkait IHSG atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Anggun P Situmorang