Menuju konten utama

Purbaya Kocok Ulang Jajaran Kemenkeu, Rombak Ratusan Pejabat

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa sasar sekitar 50 pegawai eselon II dan 350 pegawai eselon III.

Purbaya Kocok Ulang Jajaran Kemenkeu, Rombak Ratusan Pejabat
Gedung Kementerian Keuangan. foto/Yohanes Hasiholan
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, melakukan perombakan besar-besaran di lingkungan Kementerian Keuangan dengan melantik ratusan pejabat baru.

Perombakan ini menyasar sekitar 50 pegawai eselon II dan 350 pegawai eselon III, mencakup pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, Pejabat Fungsional, hingga pejabat pada Unit Organisasi Non Eselon Kemenkeu.

"Pelantikan ini bukan sekadar pergantian posisi atau perubahan tempat bekerja. Ini merupakan bagian dari proses organisasi untuk memastikan Kementerian Keuangan terus bergerak, beradaptasi, dan bekerja semakin baik," ujar Purbaya di Kementerian Keuangan, Kamis (10/9/2026).

Perombakan ini dilakukan beberapa hari setelah genap satu tahun Purbaya menjabat sebagai Menteri Keuangan. Ia memaparkan bahwa sejak awal, arah yang ingin dibangun cukup jelas, yakni APBN harus bekerja lebih cepat untuk perekonomian, penerimaan harus semakin kuat tanpa menambah beban baru kepada masyarakat, belanja harus lebih efektif, sistem perpajakan harus dibenahi, dan semua itu dilakukan dengan tetap menjaga disiplin fiskal.

"Sepanjang tahun ini kita telah melakukan berbagai kali rotasi, mutasi, promosi, dan pengisian jabatan di berbagai unit Kementerian Keuangan. Ini adalah sesuatu yang normal. Organisasi yang sehat tidak boleh statis," ucapnya.

Dalam arahannya kepada pejabat yang dilantik, Purbaya menyampaikan empat pesan utama. Pertama, menjaga integritas. Ia menegaskan bahwa Kementerian Keuangan memegang kewenangan yang sangat besar, sehingga tidak boleh ada kompromi terhadap integritas. Ia menekankan bahwa jabatan adalah amanah, bukan privilege.

"Semakin tinggi jabatan Saudara, semakin besar pula tanggung jawab dan pengawasannya," ucapnya.

Kedua, bekerja profesional dan berorientasi hasil. Purbaya mengkritik kebiasaan organisasi yang terjebak dalam rutinitas administratif. "Sering kali saat diperintah bilangnya 'Siap Pak, siap Pak,' tetapi begitu kembali ke ruangan, sebulan kemudian tidak kembali dan tidak ada update ke saya," keluhnya.

Untuk mengatasi hal ini, ia akan membentuk tim khusus yang memonitor perintah-perintahnya. "Saya juga akan membagi tugas kepada staf ahli, staf khusus, dan eselon I untuk memonitor berbagai kebijakan agar dipastikan berjalan," jelasnya.

Purbaya juga menyoroti pentingnya peran Kemenkeu dalam mendorong sektor riil. Ia mengatakan, fokus ke depan adalah bagaimana memastikan kebijakan Kemenkeu turut membantu sektor riil seperti industri manufaktur. Hal ini jadi fokus lanjutan setelah stabilitas sektor finansial dianggap relatif aman.

Atasan Ikut Digeser jika Anak Buah Melanggar

Ketiga, Purbaya berpesan agar membangun kepemimpinan yang kuat. Ia menekankan bahwa pejabat tidak hanya bertanggung jawab atas pekerjaan diri sendiri, tetapi juga atas orang-orang yang dipimpin.

"Di sini sudah ada kebiasaan: kalau ada anak buah yang terlibat hal aneh-aneh, atasannya pasti ikut saya geser. Jadi, Bapak dan Ibu bertanggung jawab penuh atas kinerja bawahan masing-masing," ujarnya.

Keempat, menjaga sense of urgency. Purbaya mengingatkan bahwa perubahan ekonomi, teknologi, pola transaksi, dan ekspektasi masyarakat berlangsung cepat.

"Cepat bukan berarti ceroboh, melainkan tetap hati-hati, profesional, dan accountable. Namun, ada kalanya keputusan harus diambil dengan informasi yang tidak sempurna. Ambil keputusan yang optimal. Jangan ragu-ragu hingga akhirnya tidak mengambil kebijakan apa pun," pesannya.

Ia juga menekankan adanya risiko dari setiap tindakan. Bahkan, diam pun menurutnya ada risikonya. Karena itu, meski kerap harus mengambil keputusan dalam kondisi yang tidak ideal, keputusan harus tetap diambil.

“Diam pun ada risikonya. Jika harus mengambil keputusan, ambil dengan mengkalkulasi risiko yang ada," ujarnya.

Di akhir sambutannya, Purbaya mengajak seluruh pejabat yang dilantik untuk melanjutkan reformasi yang telah dimulai, memperbaiki yang masih kurang, dan mencapai target yang telah dibuat.

"Jalankan amanah ini dengan baik dan tunjukkan hasilnya," kata dia.

Baca juga artikel terkait PEJABAT KEMENKEU atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Siti Fatimah