Menuju konten utama

PSI Pastikan Budi Arie Bukan Anggota Maupun Pengurus Partai

Andy meminta semua pihak untuk menghentikan spekulasi mengenai posisi Budi Arie di PSI.

PSI Pastikan Budi Arie Bukan Anggota Maupun Pengurus Partai
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ajukan uji materi terhadap revisi Undang-Undang Nomor 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3), di Gedung MK, Jumat (23/2/2018). tirto.id/ Lalu Rahadian
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memastikan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, bukan anggota, pengurus, maupun Sekretaris Jenderal DPP PSI.

Wakil Ketua Umum DPP PSI, Andy Budiman, menegaskan bahwa Budi Arie tidak memiliki jabatan, posisi, maupun kewenangan apa pun di PSI.

“Kami tegaskan: Budi Arie bukan bagian dari PSI. Titik. Karena itu, berhenti menyeret-nyeret nama PSI dalam setiap tindakan, pernyataan, maupun urusan Budi Arie,” kata Andy dalam keterangan resminya pada Rabu (26/8/2026).

Menurut Andy, mengaitkan tindakan maupun pernyataan Budi Arie dengan PSI adalah tidak berdasar dan menyesatkan.

Andy pun meminta semua pihak untuk menghentikan spekulasi mengenai posisi Budi Arie di PSI.

“Posisi PSI terang dan tidak membutuhkan tafsir: Budi Arie bukan anggota, bukan pengurus, bukan Sekjen, dan bukan bagian dari PSI. Jangan seret PSI untuk urusan yang bukan urusan PSI,” kata Andy.

“Jangan karena di-reshuffle, kemudian sakit hati dan memainkan politik adu domba antara Pak Jokowi dengan Presiden Prabowo,” lanjutnya.

Sebelumnya, dalam video yang beredar di media sosial, Budi Arie mengatakan berdasarkan instingnya, perubahan politik di rezim Prabowo Subianto bisa saja terjadi sebelum Pemilu 2029.

Ia lantas menanyakan kesiapan apabila terjadi percepatan pergantian rezim sebelum 2029 kepada para peserta.

"Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap, nggak?" ujar Budi Arie dalam rekaman tersebut, yang kemudian disambut seruan "Siap!" oleh para peserta acara.

Usai ramai dibicarakan, Budi Arie pun menyampaikan permintaan maafnya. Menurut Budi Arie, pernyataannya itu merupakan analisis pribadinya terhadap dinamika politik di Indonesia. Ia menegaskan bahwa pernyataan itu tidak berkaitan dengan pandangan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

“Saya, Budi Arie Setiadi, memohon maaf kepada pihak-pihak yang kurang berkenan dan nyaman dengan pernyataan saya tersebut,” kata Budi Arie dalam keterangan resminya yang diterima Tirto pada Rabu (26/8/2026).

“Pernyataan tersebut tidak ada hubungan dan kait-mengkaitnya dengan Bapak Joko Widodo. Saya siap bertanggung jawab dan menerima segala konsekuensi karena analisa dan pernyataan saya tersebut,” lanjutnya.

Baca juga artikel terkait PARTAI SOLIDARITAS INDONESIA atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Bayu Septianto