tirto.id - Suhud Alynudin resmi dilantik jadi Ketua DPRD DKI Jakarta yang baru. Pelantikan ini jadi pergantian pejabat Ketua DPRD DKI Jakarta di pertengahan periode. Lantas, bagaimana rekam jejak Suhud Alynudin dan seberapa besar kekayaannya?
Pelantikan Suhud sebelumnya telah dilakukan pada Senin (8/6/2026). Seturut Antara, Suhud mengucapkan sumpah jabatan untuk menduduki Ketua DPRD DKI Jakarta pada sisa masa jabatan 2024-2029.
“Saya berterima kasih telah diberikan amanah ini, dan saya berkomitmen akan mengemban amanah ini dengan baik,” kata Suhud.
Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyebut, pergantian ini terjadi karena keputusan partai. Suhud maupun pejabat Ketua DPRD sebelumnya, Khoirudin, adalah kader PKS.
Keterangan DPTP PKS menyebut perubahan dilakukan karena Khoirudin mendapatkan tugas baru dari partai untuk masuk ke DPTP. Sebelumnya, Khoirudin berstatus sebagai pengurus PKS tingkat pusat.
Perubahan struktur organisasi dalam partai itu kemudian membuat Suhud Alynudin yang kini menjabat Ketua DPR PKS DKI Jakarta, dipilih partai untuk menggantikan jabatan Ketua DPRD DKI Jakarta.
Proses perubahan pejabat Ketua DPRD DKI Jakarta sendiri telah bergulir sejak April lalu. Kala itu, pimpinan DPRD DKI Jakarta dan PKS mengusulkan penggantian Khoirudin. Hingga kemudian pada Juli ini, Suhud Alynudin resmi menggantikan Khoirudin sebagai Ketua DPRD DKI Jakarta.
Rekam Jejak Suhud Alynudin dan Harta Kekayaan
Seturut laman resmi PKS, Suhud Alynudin merupakan politikus kelahiran Jakarta pada 4 Juni 1969. Rekam jejak Suhud sebagai politikus banyak diwarnai pengalaman legislatif sejak lama.
Ia merupakan lulusan D3 Program Bahasa Arab di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia. Gelar ini ia dapatkan pada 1995.
Setelah meraih gelar diploma bidang bahasa Arab, Suhud lalu melanjutkan pendidikan sarjana bidang Ilmu Politik di Universitas Indonesia. Gelar ini ia dapatkan setelah lulus pada 2001.
Rekam jejak pendidikan Suhud itu rupanya mulai mengerucut ke arah politik. Ia pun mengambil studi magister bidang Strategic Studies di Nanyang Technological University (NTU) dan lulus pada 2008.
Latar belakang pendidikan itu kemudian membawa Suhud menapaki karier di lembaga legislatif. Pada 2009, Suhud tercatat jadi tenaga ahli untuk anggota DPR RI dari fraksi PKS.
Karier sebagai tenaga ahli itu terus dilakukan Suhud seiring peningkatan jabatan di internal PKS. Ia merupakan Sekretaris Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) DPP PKS pada 2015-2025. Suhud juga sempat jadi Direktur Pencapresan DPP PKS pada 2018 dan kini merupakan Ketua DPW PKS DKI Jakarta periode 2025-2030.
Lama jadi staf ahli di DPR RI, Suhud kemudian betulan jadi anggota legislatif pada 2022. Kala itu, ia dilantik sebagai anggota DPRD DKI Jakarta melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW).
Suhud saat itu dipilih PKS untuk menggantikan anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS, Mohammad Arifin. Arifin diganti Suhud karena meninggal dunia.
Selesai masa jabatan pada 2024, Suhud kemudian maju dalam Pemilu Legislatif DKI Jakarta 2024. Dalam pemilu ini, Suhud berhasil meraup cukup suara untuk mempertahankan jabatannya sebagai anggota DPRD.
Hampir dua tahun menjalani periode keduanya, Suhud kemudian dilantik jadi Ketua DPRD DKI Jakarta pada 8 Juli 2026.
Sementara itu, seturut Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK yang dibuat untuk kekayaan pada 2024, Suhud melaporkan kepemilikan kekayaan senilai Rp626 juta.
Total kekayaan itu dilaporkan Suhud berasal dari beberapa pos harta berupa satu aset tanah dan bangunan senilai Rp400 juta di Bekasi, empat kendaraan bermotor senilai Rp107 juta, harta bergerak lainnya senilai Rp115,2 juta, serta kas dan setara kas senilai Rp3,8 juta.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id


































