tirto.id - CEO Astronomer, Andy Byron tertangkap kamera "kiss-cam" saat konser Coldplay di Foxborough, Massachusetts, pada 16 Juli 2025. Video tersebut membuat heboh internet karena Byron tampak berpelukan dengan seorang perempuan yang bukan istrinya.
Video tersebut memperlihatkan pasangan itu bergoyang dan tersenyum, tetapi mereka segera bersembunyi dari kamera setelah tampil di jumbotron.
"Aduh, apa? Entah mereka berselingkuh atau mereka hanya pemalu," canda penyanyi Chris Martin saat melihat pasangan tersebut.
Akun media sosial seperti Pop Crave dan Pop Base menyebarkan video tersebut ke jutaan pengikut di X.
Newsweek dan berbagai media sejak itu mengidentifikasi pasangan tersebut sebagai Andy Byron, CEO perusahaan rintisan teknologi Astronomer, dan Kristin Cabot, kepala bagian sumber daya manusia perusahaan tersebut.
Apa Itu Astronomer?
Astronomer diluncurkan di Cincinnati pada tahun 2014 dengan nama UserCycle, LLC. Kantor pusatnya dipindahkan ke New York City pada tahun 2024.
"Sebagai perusahaan sumber terbuka, penting bagi kami untuk dekat dengan perusahaan sumber terbuka lainnya dan komunitas yang lebih luas," kata Byron saat itu.
Astronomer "memberdayakan tim data untuk mewujudkan perangkat lunak, analitik, dan AI yang penting bagi misi," demikian tertulis di situs webnya.
Bryon menyebut Cabot sebagai "pemimpin yang terbukti" ketika ia bergabung dengan perusahaan pada November 2024.
"Kepemimpinan Kristin yang luar biasa dan keahliannya yang mendalam dalam manajemen talenta, keterlibatan karyawan, dan strategi penskalaan SDM akan sangat penting seiring kami melanjutkan perkembangan pesat ini," ujarnya dalam siaran pers yang mengumumkan perekrutan Cabot.
Coldplay accidentally exposed an alleged affair between Astronomer CEO Andy Byron and his colleague Kristin Cabot at one of their recent concerts. pic.twitter.com/hsJHV2u5UM
— Pop Base (@PopBase) July 17, 2025
Astronomor Bergerak di Bidang Apa?
Mengutip laman The Economic Times, Astronomer adalah perusahaan yang bergerak di bidang teknologi dengan platform DataOps (pendekatan kolaboratif dalam manajemen data) yang dibangun di atas Apache Airflow (platform terbuka yang digunakan untuk membuat, menjadwalkan, dan memantau alur kerja secara terprogram, khususnya jalur data).
Astronomer memberdayakan tim untuk membangun, menjalankan, dan mengamati alur data dari satu tempat, sebagaimana tertera di situs web perusahaan. Popularitas Airflow melonjak seiring dengan perkembangan AI dan MLOps.
Airflow digunakan oleh lebih dari 80 ribu organisasi dan diunduh lebih dari 324 juta kali pada tahun 2024. Astronomer berupaya membangun produk data andal yang membuka wawasan, memaksimalkan nilai AI, dan mendukung aplikasi berbasis data.
Astronomer, Inc. tidak terdaftar di bursa saham. Perusahaan ini merupakan perusahaan swasta dengan valuasi sekitar $740 juta (sekitar Rp12 triliun) setelah putaran pendanaan pada Mei 2025. Pendanaan ini dipimpin oleh Bain Capital Ventures, bersama Salesforce Ventures dan investor-investor yang sudah ada, termasuk Insight, Meritech, dan Venrock.
Astronomer menyatakan akan menggunakan pendanaan ini untuk mempercepat penelitian dan pengembangan, serta memperluas kehadiran internasional perusahaan secara strategis.
Andy Byron, CEO Astronomer, menyatakan, "Meskipun ini hanyalah satu langkah dalam perjalanan Astronomer untuk membangun perusahaan perangkat lunak yang tangguh dan berkelanjutan, kami sangat senang memiliki salah satu investor awal kami, Bain, yang memimpin putaran pendanaan ini."
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id

































