Menuju konten utama

Profil Aris Nugraha Sutradara Preman Pensiun

Pemakaman Epy Kusnandar "Kang Mus" di TPU Jeruk Purut menyinggung sosok Aris Nugraha, sutradara Preman Pensiun. Simak profilnya di sini.

Profil Aris Nugraha Sutradara Preman Pensiun
Aris Nugraha Sutradara Preman Pensiun. (Instagram/@arisnugraha_anpfilms)

tirto.id - Pemakaman Epy Kusnandar "Kang Mus" di TPU Jeruk Purut, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Kamis (4/12/2025) menyinggung sosok Aris Nugraha, sutradara Preman Pensiun.

Aris disebut langsung oleh Istri Epy Kusnandar, Karina Ranau, saat mewakili keluarga. Ia menuturkan bagaimana peran Aris dalam membesarkan perjalanan Epy sebagai Kang Mus.

Karina menyampaikan bahwa almarhum kerap memendam perasaan tentang kuatnya karakter Kang Mus yang melekat padanya. Di hadapan pelayat, ia mengulangi ungkapan Epy yang ingin kembali dipandang sebagai dirinya sendiri.

Tiga hari sebelum kepergian Epy, Karina menyampaikan pesan khusus yang ditujukan sang aktor kepada Aris. Epy disebut berkhayal ingin selalu berada dekat sang sutradara, seolah menandai kedekatan profesional mereka.

Karina juga memohon maaf karena rencana Epy menyusul Aris ke Yogyakarta tak dapat terwujud akibat kondisi fisik yang melemah.

Karina menutup penyampaiannya dengan ucapan terima kasih kepada Aris atas peran pentingnya dalam perjalanan karier Epy.

Profil Sutradara Preman Pensiun Aris Nugraha

Aris Nugraha dikenal publik sebagai kreator di balik sinetron Preman Pensiun yang melambungkan banyak nama pemainnya. Ia lahir pada 1 April 1969 dan telah berkecimpung lama di dunia pertelevisian Indonesia. Perjalanan kariernya dimulai jauh sebelum karyanya dikenal luas.

Ketertarikan Aris tumbuh sejak kecil ketika ia menyaksikan proses syuting film Benyamin Sueb di dekat rumahnya. Pengalaman itu membuatnya akrab dengan tontonan layar tancap. Dari sana, ia mulai sering mengikuti program televisi.

Setelah lulus SMA, Aris sempat berniat masuk sekolah film namun tidak mendapat izin keluarga. Ia kemudian bekerja serabutan untuk membantu kebutuhan rumah. Pekerjaan-pekerjaan itu membawanya bertemu berbagai lingkungan kreatif.

Aris pernah menjadi loper koran dan ikut bermain teater bersama rekan-rekannya. Ia juga menjadi pramuniaga toko yang bertugas melakukan pengumuman lewat pengeras suara. Pada 1992, ia masuk dunia jurnalistik sebagai reporter majalah.

Beberapa waktu kemudian, Aris mendengar lowongan kerja di sebuah rumah produksi dan langsung melamar. Ia diterima sebagai clapper dan belajar banyak dari proses syuting. Pekerjaan itu membuka jalannya memasuki industri televisi.

Saat krisis moneter 1997, perusahaan tempatnya bekerja gulung tikar. Dalam masa mencari pekerjaan baru, ia bertemu warga Polandia yang mengajaknya mengikuti workshop film. Dari workshop itu lahir karya pertamanya, Bajaj Bajuri(2002).

Nama Aris kemudian menonjol lewat deretan sinetron dan sitkom yang ia tulis dan sutradarai. Ia terlibat dalam Radio Repot (2003), Tante Tuti (2004), Kejar Kusnadi (2005-2006) hingga The Coffee Bean Show (2008). Seluruh produksi itu memperkuat rekam jejaknya sebagai sineas televisi.

Di layar lebar, Aris menyutradarai dan menulis Preman Pensiun pada 2019. Ia juga mengarahkan Bike Boyz (2019) serta terlibat sebagai pemain pendukung di beberapa film. Baru-baru ini, ia menjadi produser sekaligus penulis film The Tiger (2024).

Sepanjang kariernya, Aris menerima sejumlah penghargaan dari Festival Film Bandung hingga Indonesia Drama Series Awards.

Karya-karyanya, termasuk Bajaj Bajuri dan Preman Pensiun, pernah meraih kategori terpuji. Konsistensinya membuatnya menjadi salah satu figur penting dalam perkembangan drama televisi Indonesia.

Pembaca yang ingin mengetahui informasi seputar Profil Tokoh dapat klik tautan di bawah ini.

Kumpulan artikel tentang Profil Tokoh

Baca juga artikel terkait SUTRADARA PREMAN PENSIUN atau tulisan lainnya dari Satrio Dwi Haryono

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Satrio Dwi Haryono
Penulis: Satrio Dwi Haryono
Editor: Syamsul Dwi Maarif