Menuju konten utama

Prediksi IHSG Melemah Terbatas, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG diprediksi melemah terbatas pada sesi pembukaan perdagangan pagi ini, Jumat (2/12/2022). Analis merekomendasikan sejumlah saham.

Prediksi IHSG Melemah Terbatas, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
Pekerja membersihkan layar yang menampilkan informasi pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (18/11/2022). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/tom.

tirto.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah terbatas pada sesi pembukaan perdagangan pagi ini, Jumat (2/12/2022). Posisi IHSG diperkirakan masih berada pada rentang 7.011 sampai dengaan 7.157.

"Hari ini IHSG cenderung melemah terbatas," ujar CEO PT Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya, dalam risetnya.

William mengatakan pergerakan indeks pada akhir pekan masih akan cenderung bergerak sideways. Sedangkan fluktuasi nilai tukar Rupiah masih akan membayangi pergerakan IHSG.

Namun dalam jangka menengah hingga panjang, IHSG masih memiliki potensi kenaikan. Sehingga peluang koreksi wajar masih dapat dimanfaatkan oleh para investor.

"Ini bisa dimanfaatkan untuk melakukan akumulasi pembelian untuk saham -saham yang memiliki fundamental kuat dan likuiditas tinggi," jelasnya

Berikut ini beberapa rekomendasi dari Yugen Bertumbuh Sekuritas, untuk saham-saham berpotensi dicermati pada perdagangan hari ini, diantaranya adalah:

- ASII

- ITMG

- INDF

- AALI

- AKRA

- SMGR

- TBIG

- SMRA

Sementara itu, Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih juga turut rekomendasikan saham milik PT Adaro Minerals Indonesia Tbk. Perusahaan berkode emiten ADMR itu dibuka dengan buy 1.630, target price 1.680, dan stop loss <1.550.

"ADMR Berpotensi rebound ditandai dengan munculnya candle inverted hammer di area support. Stochastic oscillator di area oversold dan MACD bar histogram bergerak melemah terbatas," katanya.

ADMR resmi menambah modal PT Adaro Indo Aluminium (AIA) pada 28 November 2022 untuk mengembngkan bisnis anak usaha ke depan. Sementara itu, ADMR menargetkan smelter aluminium beroperasi di 2025 dengan total kapasitas produksi di tahap pertama sebesar 500 ribu ton per tahun.

Selanjutnya ia juga melihat saham PT Paninvest Tbk. Menurutnya, perusahaan berkode emiten PNIN itu masih menarik dikoleksi dengan buy 1.515, target price 1.565, dan stop loss 1.420.

"PNIN mencoba reversal, ditandai dengan pola candle piercing, diikuti dengan indikator MACD histogram yang melemah terbatas serta stochastic oscillator yang berada pada area oversold," jelasnya.

Per September 2022 PNIN berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp1,52 triliun atau melesat 94 persen YoY. Sejalan dengan hasil tersebut pendapatan PNIN juga melesat 35,5 persen YoY menjadi Rp2,68 triliun yang sebagian besar ditopang oleh portofolio efek dan reksa dana yang belum direalisasikan sebesar Rp673,53 miliar, naik 187 persen YoY.

Disclaimer: Artikel ini merupakan rekomendasi dan analisis saham dari analis sekuritas yang bersangkutan, bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham tertentu. Tirto tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Apabila akan membeli/menjual saham, pelajari lebih teliti dan tiap keputusan ada di tangan investor.

Baca juga artikel terkait PREDIKSI IHSG HARI INI atau tulisan lainnya dari Dwi Aditya Putra

tirto.id - Bisnis
Reporter: Dwi Aditya Putra
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Anggun P Situmorang