tirto.id - Presiden Prabowo Subianto menyebut Indonesia sebagai negara dengan tingkat kebahagiaan rakyat tertinggi di dunia berdasarkan hasil survei global yang dilakukan Harvard University dan Gallup Poll.
Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan pidato pada perayaan Natal Nasional 2025 di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Senin (5/1/2026) malam.
“Baru saja keluar sebuah survei dunia yang dilakukan bersama oleh Harvard University dan Gallup di mana hampir 200 negara, negara yang rakyatnya setelah ditanya, menjawab bahwa rakyat tersebut mengalami bahagia negara yang paling nomor satu di dunia sekarang rakyatnya mengatakan dia bahagia adalah bangsa Indonesia,” kata Prabowo.
Prabowo mengaku terharu dengan hasil survei tersebut.
Menurut dia, temuan itu memiliki makna mendalam mengingat sebagian besar masyarakat Indonesia masih hidup dalam kondisi sederhana dan belum sepenuhnya sejahtera secara ekonomi.
“Ini mengharukan bagi saya karena saya paham bahwa sebagian besar rakyat kita sesungguhnya masih mengalami kehidupan yang sangat-sangat sederhana, yang berada dalam keadaan bisa harus kita akui keadaan yang belum sesungguhnya sejahtera. Tetapi kalau ditanya masih mengatakan bahwa dia bahagia. Ini membingungkan bangsa-bangsa lain,” ujarnya.
Ia menegaskan, hasil survei tersebut menjadi dorongan moral bagi dirinya dan jajaran pemerintah untuk terus bekerja keras menjalankan amanah rakyat.
Prabowo menyebut satu tahun masa pemerintahannya diisi dengan kerja intensif bersama para pembantunya.
“Sudah 1 tahun kita menerima tugas dari bangsa Indonesia. Saya dibantu oleh pembantu-pembantu saya, orang-orang yang saya harus akui adalah orang-orang putra-putri terbaik bangsa Indonesia,” ujarnya.
Survei yang dirujuk Prabowo adalah Global Flourishing Study (GFS) 2025, riset kolaborasi Harvard University, Baylor University, dan lembaga survei Gallup. Studi ini melibatkan lebih dari 200 ribu responden di 22 negara dan mengukur kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Berbeda dari survei kebahagiaan konvensional yang menitikberatkan aspek ekonomi, GFS menilai kesejahteraan dari enam dimensi utama, yakni kesehatan fisik dan mental, makna hidup, kebahagiaan dan kepuasan, karakter, hubungan sosial, serta stabilitas finansial.
Dalam hasil survei tersebut, Indonesia menempati peringkat pertama indeks flourishing, mengungguli sejumlah negara lain seperti Israel dan Filipina.
Dalam pidatonya, Prabowo juga menyinggung budaya saling mengejek dan sikap nyinyir sebagian kalangan elite terhadap pemerintah. Meski demikian, ia menegaskan pentingnya mendengarkan kritik dan mengedepankan persatuan, sejalan dengan nilai-nilai ajaran Kristiani.
“Kan begitu kan? Forgive those that trespass against us. Benar kan? Forgive us or trespasses as we forgive those that trespass against us. Jadi saya sebenarnya ya bagi saya itu selalu ingin kebaikan daripada ketidakbaikan saya ingin cari persatuan daripada perpecahan,” kata Prabowo.
Presiden Prabowo Subianto menghadiri perayaan Natal Nasional 2025 didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Keduanya disambut antusias ribuan peserta saat tiba di Istora Senayan dan duduk di barisan depan bersama para pejabat negara.
Acara Natal Nasional 2025 dimeriahkan dengan berbagai penampilan, termasuk teatrikal dari Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), serta Orkestra Garuda Yaksa.
Sejumlah pejabat turut memberikan sambutan, di antaranya Menteri Perumahan Rakyat Maruarar Sirait selaku Ketua Umum Panitia Natal Nasional 2025 dan Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id































