tirto.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah masih menggodok skema kredit usaha rakyat (KUR) dengan bunga maksimal 5 persen yang akan disalurkan melalui perbankan dalam negeri.
Pernyataan itu disampaikan menyusul arahan Presiden Prabowo Subianto dalam peringatan Hari Buruh pada 1 Mei 2026, yang menyebut pemerintah akan meluncurkan kredit bagi masyarakat dengan bunga 5 persen per tahun.
Menurut Airlangga, kebijakan tersebut telah dibahas bersama sejumlah kementerian, serta melibatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI). Program ini ditujukan untuk mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Terkait dengan UMKM, memang arahan Bapak Presiden [Prabowo Subianto] untuk diberikan 5 persen dan ini sudah dibahas dan dipersiapkan. Ini termasuk tadi dibahas dengan Menteri Keuangan, dan juga Gubernur BI, dengan OJK, dengan Menteri Investasi," ucapnya saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Sebagai catatan, program KUR saat ini menawarkan bunga kredit di kisaran 6 hingga 9 persen per tahun. Hingga kuartal I 2026, realisasi penyaluran KUR telah mencapai Rp96,18 triliun atau setara 34,41 persen dari target tahun ini.
Selain KUR, pemerintah juga menjalankan sejumlah skema pembiayaan lain. Kredit alat dan mesin pertanian (alsintan) tercatat telah tersalurkan sebesar Rp55,92 miliar atau 23,19 persen dari target 2026. Sementara itu, kredit untuk industri padat karya mencapai Rp82,93 triliun atau sekitar 15 persen dari target.
"Kredit program perumahan mencapai Rp14,92 triliun dan ini 42,89 persen dari target," sebut Airlangga.
Sebelumnya, Prabowo Subianto menyampaikan pemerintah akan menyalurkan KUR dengan bunga maksimal 5 persen bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Pernyataan itu disampaikan saat memberikan sambutan dalam peringatan Hari Buruh pada 1 Mei 2026 di Monas, Jakarta Pusat.
Prabowo menyoroti tingginya suku bunga pinjaman yang selama ini membebani masyarakat kecil. Ia mengaku telah menginstruksikan bank-bank milik negara untuk menurunkan bunga kredit secara signifikan.
"Saya sudah perintahkan bank-bank milik Indonesia, sebentar lagi kita akan kucurkan kredit untuk rakyat maksimal 5 persen satu tahun," kata Prabowo.
Kebijakan ini disebut sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap ekonomi masyarakat kecil yang kerap menghadapi bunga pinjaman tinggi, bahkan hingga 70 persen per tahun. Presiden menegaskan negara harus hadir untuk meringankan beban buruh, petani, dan nelayan.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id

































