Menuju konten utama

Prabowo Larang Menteri Open House Mewah, Hormati Korban Bencana

Presiden juga menekankan pentingnya efisiensi anggaran dan penghematan konsumsi BBM di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Prabowo Larang Menteri Open House Mewah, Hormati Korban Bencana
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimat saat menghadiri Pengukuhan dan Ta’aruf Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) masa bakti 2025-2030 di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2/2026). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/bar
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto melarang jajaran Kabinet Merah Putih menggelar acara open house mewah pada Idul Fitri 2026 guna menghormati korban bencana di Sumatra. Presiden juga menekankan pentingnya efisiensi anggaran dan penghematan konsumsi BBM di tengah ketidakpastian geopolitik global.

"Kita juga harus memberi contoh, open house atau apa jangan terlalu mewah-mewahan," katanya dalam Sidang Kabinet, di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026).

Meski begitu, dia juga melarang untuk menutup semua acara perayaan. Sebab, jika dengan menghentikan seluruh perayaan, ekonomi Indonesia justru tidak akan bertumbuh.

"Tapi kita juga jangan total istilahnya tutup semua acara, kalau tidak ekonomi kita juga enggak jalan," tambahnya.

Di sisi lain, untuk menghadapi gejolak akibat kondisi geopolitik di Timur Tengah, Prabowo menginstruksikan para punggawanya untuk melakukan penghematan atau efisiensi anggaran.

"Saya kira kita juga harus mengupayakan bahwa kita melakukan penghematan. Saya percaya dua tiga tahun kita akan sangat kuat, tapi tetap kita harus hemat konsumsi. Dengan demikian kita berharap kita akan selalu menjaga bahwa kita defisit kita tidak tambah. Bahkan cita-cita kita adalah kalau bisa kita tidak punya defisit. Sasaran kita adalah APBN kita harus balanced budget, itu paling ideal," tegas Prabowo.

Selain efisien anggaran, ia juga akan mengoptimalkan penutupan kebocoran-kebocoran penerimaaan negara. Dalam hal ini, ia menilai GovTech yang merupakan bentuk sinkronisasi semua K/L menjadi satu jaringan diperkirakan bisa mengurangi kebocoran sampai dengan 40 persen.

"Nah, jadi ini saya minta dibicarakan nanti ya mungkin oleh Menko-Menko nanti berapa hari ini kita lihat. Kita pikirkan. Dulu kita atasi COVID-19, berhasil kita. Dan kita mampu, banyak bekerja dari rumah, efisiensi, berarti kita menghemat BBM dalam jumlah yang sangat besar," kata dia.

Efisiensi seperti kebijakan WFH untuk ASN hingga mengurangi hari kerja juga layak dipertimbangkan sebagai langkah penghematan konsumsi BBM sekaligus mengatasi masalah kemacetan.

"Walaupun merasa aman, tidak panik tapi kita juga tidak boleh terlalu lengah. Kita tidak boleh tidak mempersiapkan diri untuk kemungkinan paling jelek. Kita berharap skenario yang terburuk tidak terjadi di Timur Tengah, tapi ramalan-ramalan juga banyak mengatakan ini bisa jadi perang yang sangat panjang, perang yang sangat panjang," tutup Prabowo.

Baca juga artikel terkait LEBARAN 2026 atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Siti Fatimah