Menuju konten utama

Prabowo Jelaskan soal US$1 Miliar Buat Gabung BoP, RI Tak Bayar

Prabowo mjelaskan soal polemik sumbangan 1 miliar dolar AS untuk bergabung ke Board of Peace.

Prabowo Jelaskan soal US$1 Miliar Buat Gabung BoP, RI Tak Bayar
Presiden Prabowo Subianto menghadiri peringatan Nuzululquran di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/3/2026). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nym.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto membantah membayar 1 miliar dolar Amerika Serikat (AS) untuk bergabung dengan organisasi bentukan Presiden AS Donald Trump Board of Peace (BoP). Hal ini ia sampaikan saat menemui sejumlah pimpinan perusahaan media.

Pemilik Narasi sekaligus jurnalis senior, Najwa Shihab, semula bertanya soal isu Pemerintah RI harus membayar 1 miliar dolar AS untuk bergabung dengan BoP. Najwa juga bertanya apakah Prabowo akan menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) untuk pembayaran iuran gabung dengan BoP.

"Ada pembicaraan mengenai kita wajib memberikan kontribusi sampai 1 miliar dolar. Kemudian ada yang mengatakan tidak perlu kontribusi karena akan mengirimkan pasukan. Kemudian juga ada penjelasan bahwa akan diambil dari APBN pos yang mana dan sebagainya. Boleh saya minta klarifikasi malam ini, Pak, untuk meluruskan?" tanya Najwa kepada Prabowo.

Prabowo menyatakan, saat ditawari bergabung dengan BoP, Pemerintah RI diberikan dua pilihan. Pilihan pertama, yakni menyumbang 1 miliar dolar AS.

Lalu, pilihan kedua, Pemerintah RI diminta mengirimkan pasukan perdamaian ke Palestina. Kata Prabowo, agar dapat bergabung dengan BoP, ia menyanggupi untuk mengirimkan pasukan perdamaian ke Palestina.

"Kalau mau jadi anggota permanen ya berarti istilahnya mungkin premium member. Pokoknya juga ada di situ diminta sumbangan 1 miliar dolar," ucap Prabowo.

"Kemudian kita diminta Indonesia bisa enggak nyumbang pasukan? Saya mengatakan bisa. Pasukan perdamaian bisa. Jadi, kita tidak pernah mengatakan bahwa kita mau ikut iuran 1 miliar dolar," lanjut dia.

Merespons jawaban Prabowo, Najwa kembali bertanya apakah Prabowo tak pernah menyetujui untuk membayar 1 miliar dolar AS.

"Tidak pernah ada komitmen finansial apa pun yang disetujui oleh Indonesia soal itu?" Najwa bertanya.

"Tidak. Tidak pernah. Dan ini salah satu yang di pertemuan di Washington 19 Februari yang lalu," jawab Prabowo.

Ketua Umum Partai Gerindra itu menyatakan, ada negara lain yang menyanggupi untuk membayar iuran. Namun, Pemerintah RI disebut tak sanggup untuk membayar iuran 1 miliar dolar AS tersebut.

"Jadi, mereka masing-masing nyumbang. Ada yang lebih mungkin. Tapi Indonesia enggak ada di situ. Enggak ada Indonesia. Saya juga komitmen banget waktu ditanya saya tidak komit uang sama sekali. Kita mengatakan kita siap untuk pasukan perdamaian berapa yang diminta," tutur Prabowo.

Ia pun mengaku hendak melihat perkembangan konflik di Palestina. Prabowo mengeklaim Indonesia sanggup membiayai anggaran pembangunan untuk gedung-gedung di Palestina yang dihancurkan Israel.

"Kalau benar-benar gencatan senjata terus berhasil, dan sudah mulai pembangunan, bisa saja Indonesia ikut serta. Kita punya Basnas, kita punya... kalau nanti, kita sebelum ini pun kita sudah bangun rumah sakit, kita sudah bikin macam-macam di situ," kata dia.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana