Menuju konten utama

Prabowo Akui Contek SBY: Pensiun TNI, Buat Partai, Jadi Presiden

Perbedaannya dengan SBY, Prabowo harus mencoba berkali-kali untuk bisa jadi presiden.

Prabowo Akui Contek SBY: Pensiun TNI, Buat Partai, Jadi Presiden
Tangkapan layar - Presiden Prabowo Subianto berpidato dalam perayaan HUT Ke-25 Partai Demokrat di Indonesia Arena, Jakarta, Rabu (9/9/2026). (ANTARA/Prisca Triferna)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto mengaku meniru langkah politik Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dalam hal ini, setelah pensiun dari TNI, keduanya sama-sama memilih untuk terjun ke politik dengan mendirikan partai.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan contoh yang baik untuk ditiru dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat melalui jalur demokrasi.

"Saya kira Pak SBY memberi contoh: pensiun, keluar dari tentara, bikin partai, maju ke hadapan rakyat, mendapat mandat. Demikian juga saya. Kalau nyontek yang baik, boleh. Saya juga bikin partai, maju ke rakyat, minta mandat," kata Prabowo saat menghadiri perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat sekaligus ulang tahun ke-77 SBY, di Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Hanya saja, yang berbeda adalah Prabowo harus mencoba berkali-kali untuk mendapatkan mandat dari masyarakat sehingga dapat duduk di kursi Presiden RI.

Namun, menurutnya menang atau kalah dalam pertarungan politik merupakan hal yang biasa. Ia pun mengungkit nasib Partai Demokrat yang juga pernah menang saat SBY menjabat sebagai presiden dan ada kalanya partai yang didirikan 25 tahun lalu itu harus menanggung kekalahan.

"Pernah di puncak, pernah di pemerintahan, tidak. Tapi, waktu tidak berkuasa, Partai Demokrat tidak caci maki. Partai Demokrat tidak bakar-bakar. Saya waktu empat kali tidak menang, saya pun terima. Ya sudah, kita maju lagi," sambungnya.

Menurutnya, sikap tersebut merupakan bagian dari demokrasi Indonesia yang harus dijaga.

“Macam-macam warna. Bersaing, kritik, ya kan. Menyampaikan saran. Memberi rekomendasi. Menyampaikan hal-hal yang mungkin tidak enak untuk disampaikan, tapi tetap kita rukun, tetap bersahabat, tetap berkeluarga,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Prabowo juga bercerita, dirinya dan SBY satu angkatan ketika menempuh pendidikan di Akademi Militer (Akmil). Namun, menurut dia, SBY lulus lebih dahulu dibandingkan dirinya.

“Saya satu angkatan dengan Pak SBY di Akmil. Masuknya satu angkatan. Keluarnya angkatan di bawahnya,” kata Prabowo.

Prabowo kemudian melontarkan candaan mengenai perbedaan prestasi dirinya dan SBY ketika masih menjadi taruna.

“Memang dari awal, sudah kelihatan bahwa Pak SBY memang taruna yang terbaik. Tapi Prabowo Subianto taruna yang bisa diperbaiki,” ujarnya, disambut suara tawa dari para kader Demokrat dalam acara tersebut.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga memberikan buku karangannya sendiri "Paradoks Indonesia dan Solusinya" dan "Strategi Transformasi Bangsa: Menuju Indonesia Emas 2045" kepada kader-kader Partai Demokrat.

Prabowo mengaku buku tersebut sengaja ditinggalkan sebagai hadiah untuk kader Demokrat agar dapat dipelajari.

“Saya tinggalkan buku-buku saya untuk hadiah. Sudah sampai belum? Sudah,” kata Prabowo.

“Kemudian, mudah-mudahan bisa dipelajari,” lanjutnya.

Baca juga artikel terkait PARTAI DEMOKRAT atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Bayu Septianto