Menuju konten utama

Prabowo Akui Ada Keterlambatan Penanganan Karhutla

Prabowo menjadikan keterlambatan penanganan karhutla sebagai catatan bagi pemerintah untuk memitigasi bencana di kemudian hari.

Prabowo Akui Ada Keterlambatan Penanganan Karhutla
Personel Manggala Agni Daops Sumatera XII-Muara Tebo berusaha memadamkan kebakaran lahan di Desa Teluk Kecapi, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Sabtu (5/9/2026). Berdasarkan pantauan satelit NOAA20 yang dipantau melalui aplikasi Sipongi Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terdapat 1.319 titik panas yang terdeteksi pada Sabtu (5/9). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/agr
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi respons cepat jajarannya menangani sejumlah bencana yang terjadi di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, menurutnya upaya penanganan bencana di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat yang terjadi awal tahun ini dilakukan dengan cepat dan dalam skala besar.

“Sekarang pun dibandingkan dengan tahun-tahun yang dulu, respons kita sangat cepat. Keadaan bencana di Sumatra, di Aceh, Sumut dan di Sumbar ternyata respons kita cukup masif, cukup cepat ya. Untuk itu saya ucapkan terima kasih semua unsur yang bekerja keras,” kata Prabowo saat memantau penanganan gempa di NTT, aktivitas Gunung Anak Krakatau, serta perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui konferensi video, Senin (7/9/2026).

Tidak hanya itu, penanganan bencana, khususnya banjir yang terjadi di Pulau Sumatra juga dilakukan sendiri oleh Indonesia, tanpa uluran tangan dari negara-negara lain di dunia.

“Kita pulihkan keadaan di Aceh, di Sumbar dengan kekuatan kita sendiri. Menurut saya kita cukup berhasil,” sambungnya.

Meski begitu, Prabowo memberikan catatan terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menurut dia, masih terdapat sejumlah kondisi yang menunjukkan bahwa respons para stakeholder terhadap karhutla belum berjalan secepat yang diharapkan.

“Kemudian juga saya lihat reaksi terhadap kebakaran hutan kita juga cukup masif, walaupun di sana-sini mungkin ada keterlambatan,” katanya.

Namun, penanganan karhutla yang berjalan cukup lambat dapat menjadi catatan bagi pemerintah untuk mitigasi bencana di kemudian hari.

“Tapi, itu kita catat untuk selanjutnya kita mengambil langkah-langkah yang antisipatif,” imbuhnya.

Ditambah dengan posisi Indonesia yang berada di kawasan ring of fire (cincin api pasifik), dia menilai bahwa pemerintah harus memiliki kemampuan untuk bergerak cepat menghadapi berbagai jenis bencana sewaktu-waktu.

Prabowo pun meminta pemerintah tidak hanya mengandalkan penanganan setelah bencana terjadi. Menurut dia, langkah mitigasi dan persiapan harus mulai dilakukan sebelum bencana muncul.

Karena itu, dia meminta kebutuhan sarana dan prasarana penanganan bencana dihitung secara lebih besar. Prabowo menekankan prinsip bahwa pemerintah lebih baik memiliki kapasitas yang berlebih daripada kekurangan ketika menghadapi situasi darurat.

"Lebih baik lebih daripada kurang," tegasnya.

Baca juga artikel terkait KARHUTLA atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Bayu Septianto