tirto.id - Pengurus Nasional Karang Taruna membangun Posko Ceria di Desa Pengkolan, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan. Program ini sebagai wujud kepedulian sekaligus langkah cepat untuk memenuhi kebutuhan psikososial anak-anak terdampak bencana.
Fungsi Posko Ceria sebagai ruang ramah anak yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Tujuannya untuk membantu pemulihan mental dan emosional anak-anak lewat kegiatan trauma healing berbasis bermain.
Di Posko Ceria terdapat terdapat berbagai aktivitas, seperti permainan edukatif, menggambar dan mewarnai, bernyanyi, dongeng ceria hingga penguatan emosional yang dipandu oleh relawan Karang Taruna.
Ketua Bidang Perempuan dan Anak Pengurus Nasional Karang Taruna, Maya Muizatil Lutfillah, mengatakan pembangunan Posko Ceria menegaskan komitmen Karang Taruna untuk hadir langsung di tengah masyarakat, terutama dalam situasi darurat kebencanaan.
“Anak-anak adalah kelompok paling rentan saat bencana. Posko Ceria hadir untuk memastikan mereka tetap memiliki ruang aman untuk bermain, tertawa, dan memulihkan diri secara psikologis,” kata Maya.
Sementara itu, Sekjen Pengurus Nasional Karang Taruna, Malik Haramain, menyebut Posko Ceria sebagai bagian dari gerakan nasional Karang Taruna dalam penanganan bencana yang mencakup aspek fisik, sosial, dan kemanusiaan secara menyeluruh.
“Penanganan bencana tidak cukup hanya dengan logistik. Pemulihan sosial dan psikologis, terutama bagi anak-anak, harus menjadi perhatian utama. Posko Ceria ini adalah ikhtiar Karang Taruna untuk memastikan anak-anak tetap terlindungi dan tidak kehilangan harapan,” ujar Malik Haramain.
Ia melanjutkan relawan karang taruna yang terlibat di lapangan menunjukkan peran strategis pemuda dalam kerja-kerja kemanusiaan dan kebencanaan.
“Karang Taruna hadir sebagai kekuatan sosial di akar rumput. Para relawan bergerak cepat, bekerja bersama masyarakat, dan menjadi bagian dari proses pemulihan,” imbuhnya.
Rizal Hasibuan, relawan Karang Taruna yang terjun langsung di lapangan, mengatakan metode bermain efektif mempercepat pemulihan trauma anak-anak pascabencana.
“Di hari pertama, banyak anak yang masih diam dan terlihat takut. Tapi setelah diajak bermain dan bercerita, mereka mulai berani tertawa dan berinteraksi lagi. Itu tanda pemulihan mulai berjalan,” ujar Rizal.
Seluruh aktivitas di Posko Ceria dijalankan dengan mengutamakan pendekatan ramah anak, tanpa unsur paksaan dan menjamin rasa aman. Kegiatan tersebut terselenggara melalui kerja sama Pengurus Nasional Karang Taruna, Karang Taruna Kabupaten Tapanuli Selatan, dan masyarakat Desa Pengkolan.
Kehadiran Posko Ceria disambut positif pemerintah desa dan masyarakat setempat. Program ini dinilai efektif membantu anak-anak keluar dari ketakutan dan kecemasan pascabencana serta kembali beraktivitas dengan lebih ceria.
Ke depannya, Posko Ceria akan terus beroperasi secara berkesinambungan selama masa pemulihan. Program ini diharapkan menjadi contoh model pendampingan psikososial anak yang bisa diterapkan di daerah terdampak bencana lain di Sumatra.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id

































